14.4.11

Ingin Membantu tapi Ngga Ketahuan

Bingung rasanya melihat orang yang saya sayang satu ini uring-uringan ngga karuan. Seperti melihat diri saya sendiri dulu, yang pernah mengalami masa kehilangan orientasi, sampai-sampai waktu itu sepertinya ngga jelas hidup mau apa, padahal waktu bergulir terlalu amat sangat cepat.

Masalahnya, karena saya kenal betul bocah ini, saya tau dia akan kesal mendengar bahkan pertanyaan saya yang hanya sebatas "Kenapa?" atau "Ada apa?". Saya sendiri belum tahu dia merasa butuh bantuan atau ngga, dia ingin dibantu atau ngga.

Jadi inget cerita si Boim, tentang adiknya Ahsan yang 'berencana' bangun pagi. Layaknya anak zaman sekarang, Ahsan ini susaaah banget yang namanya bangun pagi. Berbekal DUA buah jam beker besar yang paling nyaring bunyinya (yang ada loncengnya dan bunyinya 'kriiiing' parah begitu), mantaplah rencana bangun pagi ini untuk dijalankan. Besok paginya, jam 6, dua beker ampas ini berhasil membangunkan seisi rumah termasuk Boim, kecuali si Ahsan super! haha.

Tau 'kan anak kecil, kalau dibangunin pagi pasti ngambek? Yang Boim lakukan akhirnya cuma nepuk-nepuk Ahsan, digoyang-goyang (Ahsannya) terus kabur menjauh. Akhirnya si bocah Ahsan ini pun bangun dan merasa dia berhasil bangun sendiri. "Oh.. udah pagi yah.." katanya. Sukses juga Boim membantu tapi ngga ketahuan.

Seandainya untuk kasus skrg ini ada cara untuk membantu tapi ngga ketahuan, pasti saya jabanin dengan sungguh-sungguh. Sungguh!

No comments:

Post a Comment