6.4.11

Salesman Juga Pahlawan

Selain tanda "Ngamen Gratis." yang biasa kita lihat di tiap pagar atau pintu toko, ada juga orang penuh humor yang tega memasang tanda berbunyi: "Pengamen, Tukang Kredit, dan Salesman masuk atas resikonya sendiri."

Papan ini tentu terasa lucu bagi sebagian dari kita, tapi isinya mungkin sangat menyinggung bagi siapa saja yang berprofesi sebagai tenaga penjual, yang yakin bahwa pekerjaannya adalah pekerjaan yang halal lagi mulia.

Saya sendiri adalah seseorang yang yakin bahwa salesman, agen, dealer, pedagang, dan semacamnya, adalah pahlawan yang membangun perekonomian suatu negeri. Negara-negara yang maju saat ini, bukanlah negara dengan sumberdaya paling banyak (seperti layaknya Indonesia), atau dengan kemampuan teknologi paling canggih, melainkan negara-negara yang paling mampu menjual, memiliki tenaga penjual paling banyak, yang produktif dalam menjual apa saja. Sebut saja satu contoh yang sangat dekat dengan kita, Singapura. Tak perlu diragukan lagi bahwa negara dengan luas seperdua-ribu-enam-ratus-delapan-puluh Indonesia bisa menjadi pusat keuangan terdepan keempat di dunia berkat kemampuan jual-belinya yang handal.

Kesalahan para pedagang tidak jujurlah, yang menghalalkan segala cara demi meraup keuntungan, yang menipu, memanipulasi, dan memaksakan penjualan kepada pelanggan, yang menyebabkan citra para pedagang di mata masyarakat amatlah buruk. Ada segerombolan pedagang tidak bertanggungjawab yang hanya mementingkan diri sendiri, sehingga tega menghacurkan citra profesinya sendiri.

Zig Ziglar dalam bukunya Rahasia Keberhasilan dalam Menjual menyebutkan bahwa faktor utama kesuksesan seorang penjual adalah KEJUJURAN. Ketika hal tersebut hilang dalam satu transaksi saja, maka akan ada tiga pihak yang menderita kerugian. Pertama, pedagang itu sendiri, ia akan kehilagan citra diri di mata pelanggan sehingga bisnisnya akan mati. Kedua, pelanggan yang tidak puas atau tidak dilayani secara seharusnya sehingga merasa kehilangan uang untuk sesuatu yang tidak sebanding. Ketiga, profesi penjualan itu sendiri, yang berarti merugikan seluruh komunitas penjual.

Banyak orang merasa tidak bangga bekerja di bagian marketing suatu perusahaan karena buruknya image seorang sales. Padahal, marketing atau bagian penjualan adalah jantung sebuah usaha. Produk sebagus apapun tak akan menghasilkan apa-apa jika tidak bisa dijual.
Bahkan jika tingkat penjualan perusahaan terus menerus menurun, perusahaan ini bisa dipastikan menuju gerbang kematian. Pelanggan juga tidak akan bisa mengambil manfaat dari produk yang ada untuk memecahkan sebuah masalah jika tidak ada bagian penjualan yang menghubungkan dirinya kepada produk yang dibutuhkan. Kesulitan mendapat satu produk yang benar-benar penting dan mendesak juga sangat meresahkan, Bukan?

Justru, menjadi seorang penjual atau seseorang di bagian marketing adalah pekerjaan yang membanggakan. Sebab berarti ia menguntungkan orang banyak, menguntungkan pelanggan, menguntungkan perusahaan, menguntungkan dirinya dan keluarganya, serta menguntungkan negara karena menjalankan roda perekonomian. Bisa dikatakan, seorang salesman yang jujur, penuh semangat, produktif, dan tulus adalah pahlawan, bukan tertuduh yang patut dipandang sedemikian negatif. Mari lebih menghargai para salesman jujur yang datang menghampiri kita.

No comments:

Post a Comment