8.7.11

Review: 7 HAbits of Highly Effective People

Bismillah
Assalamu'alaikum manusia-manusia yang sibuk berkarya,

Just wanna share:
Review 7 HAbits of Highly Effective People dari Stephen Covey

Isi buku ini sebenarnya sederhana tapi penting (dan ngga melulu berbicara tentang manajemen waktu, untungnya. hehe). Efektif di sini adalah bagaimana menemukan kemenangan diri DAN JUGA kemenangan publik. Menuju kemandirian dan kebahagian tapi ngga cuma sendirian. Asik kan?

Ehem.Ppertama-tama, kita harus mengusahakan kemenangan diri dulu sebelum mencoba mendorong kemenangan publik. Kata Pak Covey kita ngga bisa membalik prosesnya seperti menuai sebelum menanam. Artinya, mawas diri dululah... begitu.

Menuju kemenangan diri:
Habit #1: Jadilah proaktif. "Saat kita tak bisa lagi mengubah situasi, kita ditantang untuk mengubah diri kita."-Victor Frankl. Kita menjadi diri kita yang sekarang bukan karna situasi yang membentuk kita, tapi karena kita INGIN. Kita yang menentukan seperti apa diri kita, apakah kita supel, apakah kita rajin, apakah kita sukses, apakah kita pandai bicara, apakah kita cerdas, apakah kita sehat, tergantung pilihan kita sendiri. Cannot say it better, cannot deny, i do absolutely agree with that. Ingat juga untuk menyebarkan pengaruh positif seluas-luasnya.

Habit #2: Mulailah dengan tujuan akhir! Saat saya membaca bagian ini saya teringat salah seorang idola saya yang mengembara ke hampir seluruh dunia dengan satu misi yang sudah terpatri semenjak ia berusia 15 tahun, yaitu: mempelajari Al-Hadist. Siapa lagi kalau bukan Imam Muslim ra. yang berhasil mengumpulkan 30.000 hadist beserta periwayatannya dari guru-guru di berbagai tempat. Tujuan akhir saya apa? Tujuan akhir kamu apa? Tuliskan dalam lembar misi, sesuai dengan berbagai peran yang kamu jalani.

Habit #3: Dahulukan yang utama. Kuncinya bukan pada memprioritaskan jadwal kerja Anda tetapi pada menjadwalkan prioritas Anda“--Stephen R.Covey. Bagian ini nih baru bicara soal manajemen waktu. Hear! Hear!

Nah, kalau sudah yang tiga ini menempel dalam diri kita, barulah kita sampai dalam kemenangan diri di bidang efektivitas. Sekarang mari membangun kemenangan publik!

Habit #4: Sistem menang-menang. Oh, sebelum membahas itu, ada nasihat dari pak stephen yang harus diperhatikan dan dilaksanakan: Dalam interaksi sosial usahakanlah:
•Mengerti terlebih dahulu.
•Menunjukkan keramahan, perilakusopan, hormat.
•Menepati Janji.
•Setia pada yang tidak hadir.
•Menentukan ekspektasi yang jelas.
•Meminta maaf.
•Memberi umpan balik secara baik.
•Memaafkan.
Poin-poin yang harus diberi perhatian serius dari saya mungkin bagian "Menunjukkan keramahan, menentukan ekspektasi yang jelas, memberikan umpan balik secara baik, dan memaafkan."

Kembali ke sistem menang-menang, “For effective people, there are no winners and losers, but only winners and learners.”-Covey

Menurut paradigma orang efektif: Apa yang ada melimpah bagi setiap orang dan berlimpah untuk dibagi.

Agar Menang-Menang bisa berjalan di dalam tim atau sebuah organisasi, sistem yang ada haruslah mendukungnya: Pelatihan, perencanaan, komunikasi, anggaran, informasi, sistem kompensasi.

Habit #5: Understand Others. Berusahalah untuk mengerti sebelum dimengerti. Listen! Ah, jadi ingat kisah Momo si gadis kecil sebatang kara yang mempunyai satu keahlian ajaib, yakni mendengarkan. Dengan kemampuannya itu, ditambah imaginasi dan kemampuannya melawan kecepatan habisnya waktu (karena baginya waktu solah tak ada habisnya, berlawanan dengan anggapan makhluk2 yang katanya 'efektif'), Momo bisa mengalahkan sepasukan Tuan Kelabu yang bertugas mencuri waktu semua orang. All that Covey wanna say in this part is just: Listen! not to answer, just to understand.

Mendengarkan secara Empatik adalah merefleksikan perasaan dan kata-kata orang lain dengan menggunakan kata-kata kita sendiri.
Bukan mendengarkan untuk memberi nasehat, saran, menjawab, tidak setuju, mempertanyakan atau menilai.

Habit #6: Synergi. Itu salah satu slogan penerbit buku Biologi zaman SMA. 1+1 = 3, 10, 100. "Esensi dari sinergi adalah menghargai perbedaan––menghormatinya, membangun atas dasar kekuatan, menutup kelemahan."-Covey. Dalam bisnis, antar sesama partner usaha pasti masing-masing ingin untung. Jangan pernah berpikir: seandainya saya menjalankan ini sendiri saya bakal dapat untung lebih banyak. Itu salah! Pikirkanlah: Satu orang bisa menghasilkan satu kue, tapi tiga orang bisa menghasilkan 100 kue. Masing-masing kelebihan yang digabung menjadi satu, dengan tujuan bersama, dan jalan yang lebih baik, bisa menghasilkan jauh lebih banyak. Mari seperti WonderPets: Kerja Tim! Haha.

Selamat! Kemenangan publik!

Habit #7: Asahlah Gergaji. Tafsirkan bagian ini sendiri, atau baca bukunya. Oke? Hehehehehe. Nyebelin kan? Ngga saya baik kok. Asahlah gergaji, terus belajar, terus perbaharui, terus berkembang, terus tumbuh. Kaizen! :)

Oke, Sekian..

2 comments:

  1. Thanks for sharing, Nad. Aku punya bukunya (edisi lama) cuma belum sempat beresin baca. Baca review kamu membantu banget :)

    ReplyDelete
  2. wah. Ada yang baca! He He. Sama-sama Yo.. :)

    ReplyDelete