26.12.11

Buang-Buang Waktu

Sungguh hanya buang-buang waktu saja, ketika kamu menyerah dalam meraih mimpimu, melakukan hal lain, lalu tersadar kamu tidak pernah bisa terlepas dari mimpi itu dan mencoba meraihnya kembali. Bukan saat meraihnya kembali, tapi saat kamu menyerah dan melakukan hal lain itulah kamu membuang waktumu.

Sungguh beruntung mereka yang bisa segera menyadari apa mimpinya, dan fokus pada mimpi itu. Banyak kisah tentang mereka yang membuat iri. Dengan begitu bukankah mereka tidak membuang-buang waktu?

Sungguh hanya buang-buang waktu, ketika kita telah menetapkan apa yang kita impikan dalam hidup ini, namun melakukan banyak kegiatan yang tidak relevan. Aku ingin jadi desainer, misalnya, tapi yang kulakukan adalah memasak pastry, main softball, nonton drama sepanjang malam, belajar merajut, dan sama sekali tidak menyentuh desain. Aku ingin menjadi pengusaha, misal, tapi yang kubaca buku-buku novel roman sejarah dan novel fantasi, dan yang kulakukan hanya belanja. Aku ingin keliling dunia, misalnya, tapi yang kulakukan lagi-lagi mendaftar kursus ini itu sepanjang tahun di kota kelahiran. Sungguh, hanya buang-buang waktu.

Memang itu hanya permisalan, impianku jauh berbeda dengan itu, meski orang banyak menyangka aku ingin menjadi pengusaha. Akankah aku juga termasuk orang yang membuang-buang waktu dengan melakukan kegiatan yang tidak relevan?

2 comments:

  1. nothing is a waste of time if you use the experience wisely. right?
    ada quote dari entah-siapa:
    "If you are not doing what you love, you are wasting your time".
    hehe... sounds silly, but (for me) "damn, its true!" :D

    ReplyDelete
  2. so glad to welcome your visit! :)
    that's it. and when you can discover what you love as soon as you blink your eyes, you're a lucky one.

    ReplyDelete