31.12.11

Ketanyaan

Bertanya Tidak Membuatmu Mati, adalah salah satu judul halaman blog seorang teman. Sebuah kalimat utuh sebenarnya, yang cukup menggelitik. #catatanmimpisaya

Karena memang bertanya saja tidak membuatmu mati, kecuali bila bertanya pada seorang raja bodoh yang temperamen mengapa ia begitu jelek. Tapi bertanya (baik bertanya-tanya dalam pikiran, bertanya pada siapapun yang dapat ditanyai, maupun bertanya, tentunya, kepada Tuhan) adalah hak kita. Bertanya adalah wujud kebebasan berpikir yang diizinkan untuk kita miliki.

Ketika bertanya-tanya mengenai kepemilikan hak untuk bertanya ini, di dalam otak saya yang sederhana ini sudah membludak berjuta-juta pertanyaan. Seperti: Apakah perpustakaan norwegia berupa gua-gua raksasa, yang menyimpan semua buku, majalah, koran, hingga rekaman televisi dan radio, yang berada di bawah gletsyer itu benar-benar ada? Apakah rumah laba-laba adalah rumah yang paling lemah? Apakah naskah-naskah kuno dunia ilmu pengetauan di zaman keemasan islam yang sempat dirampas dalam perang salib dan kabarnya juga ikut dibakar oleh gereja karena dianggap bid'ah itu masih bersisa? Apakah hidup harusnya sederhana saja? Mengapa (wallahu 'alam) diciptakan hawa nafsu dan kebebasan memilih? Bahasa apa saja yang paling diprioritaskan untuk dipelajari saat ini? Bagaimana cara membuat peta di zaman Christopher Columbus? Siapa orang yang menemukan jarum? Mengapa bangsa Indonesia memakan nasi dan sejak kapan? Mengapa arsitektur, dalam kategorisasi ilmu pengetahuan, digolongkan sebagai seni dan bukan teknik (seperti di perguruan tinggi saya)? Dan berjuta pertanyaan lainnya, baik yang mendesak untuk dijawab maupun yang tidak.

Sebuah buku, (akan lebih baik dibaca dalam versi aslinya jika memungkinkan) berjudul "Bibbi Bokkens Magiske Bibliothek" atau "Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken", dalam terjemahannya memuat puisi mengenai ketanyaan. Puisi ini akan dengan mudah ditemukan dengan meng-google "ketanyaan". Sungguh, setelah saya mencari dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia pun, belum ada di sana arti dari "ketanyaan". Timbulah pertanyaan-pertanyaan lagi: Apa itu ketanyaan? Apakah ia adalah kata baru yang timbul dari pertumbuhan bahasa? (karena sebagaimana kita tahu bahasa memang tumbuh dan berkembang) Apakah penerjemah buku kecil ini tahu arti ketanyaan? Mungkin sebagian orang yang bekerja di penerbit Mizan tahu, apa yang dimaksud dengan ketanyaan? Akan saya tanyakan.

No comments:

Post a Comment