22.4.12

Coffee Cup #12 First Impression

Berlebihan ngga sih kalau ingin membuat first impression yang terbaik di hari pertama bekerja? Besok hari pertama saya di kantor pertama, pasca secara resmi dilantik menjadi Sarjana Teknik. Seharusnya saya tidur cepat dan bangun cepat juga. Tapi rasanya ada yang kurang sebelum menuangkan kopi pikiran ini ke dalam blog.

Dunia freshgrad arsitektur.
Entah bagaimana dunia ini identik dengan gaji tipis dan kerja kuli. Kacung, menurut istilah teman saya. Kebanyakan belum diberi tanggung jawab merancang karena kami dianggap masih bayi. (Betul lho, istilah 'bayi' ini betul-betul keluar saat saya wawancara di suatu tempat). Banyak teman saya yang berkata: inilah masanya kita memilih: "mau duit? atau pengalaman?". "Kalau mau pengalaman ya di biro arsitek tapi gaji seadanya, kalau mau duit di developer." Hmm... mengapakah gaji kami para S1 arsitektur bisa setipis ini? (lirik jurusan tetangga yang bisa 5 kali lipat) Para mama dan emak dan ibu sampai syok ketika tau prospek awal sarjana arsitektur tidak sedemikian 'basah'.

Jenjang karir arsitektur.
Barusan saya kepergok lewat depan rumah Pakde dan diajak ngobrol. Rupanya pakde saya ini bercerita--berhubung beliau ini juga bersinggungan dengan dunia konstruksi--bahwa di Bandung jumlah arsitek ahli bersertifikasi sangat sedikit (sekitar 60an, benarkah? itu banyak atau sedikit?). Tak jarang, menurut beliau, kalau dicermati di Pemda, pada banyak proyek dan perusahaan berbeda nama yang dicantumkan sebagai tenaga ahli bersertifikasi ya yang itu-itu saja. Saya pernah intip sih di salah satu kantor tempat magang saya, brosur penjenjangan IAI. Saya baca, wuooow.. strata-stratanya banyak sekali dan nampak rumit. Benarkah ada sistem poin bagi setiap sarjana arsitektur untuk bisa meraih gelar IAI? Dan bila saya muncul di seminar-seminar arsitektur saya bisa mendapat poin? Berapa poin yang saya butuhkan untuk naik 'level'? Siapa yang menghitung poinnya? Website IAI private banget... hanya member yang bisa mengakses kontennya. Mungkin bagus juga kalau ada konten yang terbuka untuk 'calon IAI'.

Back to work.
Kembali ke persiapan hari pertama saya besok. Hmm... konstum, alat tulis+gambar, flashdisk, modem, mukena, dan bekal. Teman saya Raras berkata, "Percayalah, di biro arsitektur itu yang penting hati daripada duit." Mari berdoa.

1 comment:

  1. gatau nih teh, ini maksudnya sama apa nggak. waktu itu orang IAI Jakarta pernah dateng ke kampus, sebenernya buat anak profesi, tapi waktu itu ikutan juga.
    jadi katanya sekarang kalo mau jadi arsitek bersertifikat itu, kita mesti ikut program profesi dan kalo nggak salah bisa diganti dengan magang. Udah agak lupa juga sih detailnya, yang jelas perlu beberapa tahun dulu sampai bisa jadi arsitek bersertifikat dan begitu dpt sertifikat juga ada tingkatan jenis bangunan yg bisa dibangun.. selama itu kita mesti jadi arsitek aktif kalo mau sertifikatnya ttp berlaku. --> http://iai.or.id/sertifikasi/persyaratan-ska.html

    semangat teh nadiyaaaa have a very great first day!!!! :D

    ReplyDelete