15.3.15

Coffee Cup #46: Tergesa-Gesa

Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
إِنَّمَا الْعِلْمُ بِالتَّعَلُّمِ وَإِنَّمَا الْحُلُمَ بِالتَّحَلُّمِ وَمَنْ يَتَحَرَّ الْخَيْرَ يُعْطِهِ وَمَنْ يَتَوَقَّ الشَّرَّ يُوقَهُ

Sesungguhnya ilmu didapatkan dengan belajar dan sesungguhnya hilm (kesabaran dan ketenangan) didapatkan dengan melatihnya. Barangsiapa yang berusaha untuk mendapatkan kebaikan, maka Allâh akan memberikannya. Barangsiapa yang berusaha untuk menghindari keburukan, niscaya akan terhindar darinya.[19] 

[19]. HR Ath-Thabrani di dalam al-Mu’jamul Kabîr no. 1763 dan al-Awsath no. 2663 dan yang lainnya. Syaikh al-Albâni t mengatakan bahwa hadits ini hasan di ash-Shahîhah no. 342.

sumber: http://almanhaj.or.id/content/3673/slash/0/tergesa-gesa-penyakit-manusia/
 
Tergesa-gesa itu sifat dasar manusia. Demikian yang pernah diajarkan kepada saya di sekolah dulu. Dalilnya ada di dalam al-Qur'an surat Al-Isra (7): 11. Silakan dicek... potongan awal ayat tersebut juga cukup menarik (tapi tidak relevan untuk tulisan ini).

Tergesa-gesa bisa saja dilandasi motivasi yang cukup mulia. Ingin segera menjadi orang lebih baik, ingin segera membantu orang lain, ingin segera bisa memberi, ingin perkerjaan segera selesai dengan baik. Namun bagaimana pun, tergesa-gesa menghasilkan sesuatu yang prematur, dan membuahkan penyesalan. Ingatkah cerita kepompong yang digunting dalam rangka membantu kupu-kupu keluar, ternyata malah membuat sang kupu-kupu prematur? Mengingatnya saja saya ngilu.

Untuk menyembuhkan sifat ini, sesuai kutipan hadist di atas, adalah dengan melatihnya. Latihan sendiri butuh niat yang kuat dan kesabaran, bukan? Like a snowball.

Mari kita berlatih. Tiada daya dan upaya melainkan dari-Nya.

No comments:

Post a Comment