Showing posts with label bandung. Show all posts
Showing posts with label bandung. Show all posts

28.8.10

7 Prinsip Arsitektur Kontekstual dalam buku Responsive Architecture

Ada beberapa hal penting yang harus saya gunakan dalam perancangan AR 4000. Studio AR 4000 kali ini mengutamakan bagaimana mendesain yang baik dalam suatu rona lingkungan tertentu, dan saya kebagian golongan kawasan yang dikatakan marginal. Kasus yang saya dapat adalah me-redesin pasar balubur baru, yang berlokasi di Jalan Tamansari, depan Gedung Annex ITB, di Selatan Jalan Layang Pasupati, Lembah Sungai Cikapundung, Bandung. Menurut buku Responsive Architecture dari Ian Bentley, Alan Alcock, Paul Murrain, Sue McGlynn, dan Graham Smith, 7 poin penting untuk design yang responsif adalah:
  1. Permeability, kemudahan akses dan sirkulasi.
  2. Variety, ada beberapa fungsi berbeda dalam satu bangunan atau satu kawasan.
  3. Legibility, ada bentukan yang mudah diidentikasi dan membantu kemudahan orientasi.
  4. Robustness, ada ruang-ruang temporal, dapat difungsikan untuk berbagai aktivitas yang berbeda pada waktu yang berbeda.
  5. Richness, kekayaan rasa dan pengalaman melalui perbedaan material, susunan ruang, dll.
  6. Visual Appropriate, mampu mengidentifikasi fungsi bangunan dengan melihat fisiknya, sekolah tampak seperti sekolah, rumah sakit seperti rumah sakit, mall seperti mall.
  7. Personalization, melibatkan partisipasi komunitas serta adanya interaksi antara manusia dan lingkungan.

5.1.10

Jajanan Masa Kecil

Siapa sih yang bisa menahan godaan untuk membeli makanan ringan saat istirahat di sekolah? Atau… ketika bermain bersama teman dan melihat pedagang keliling melintas? Seandainya uang saku cukup, saya mungkin akan membeli semua jajanan yang ada. Untung saja para orang tua cukup bijak untuk memberi uang saku yang sedikit. Jadilah anak-anak menahan diri agar tidak makan terlalu banyak. Haha.
Mm… kalau diingat-ingat, banyak sekali jajanan masa kecil yang saya suka hingga sekarang. Bahkan, bisa dibilang saya hampir suka semuanya. Benar!
Sayangnya, belakangan ketika saya dan teman-teman mulai mengikuti trend MTV atau radio remaja untuk menjadi anak gaul, jajanan itu sedikit demi sedikit kami tinggalkan. Kami lebih sering membeli makanan kemasan yang ada di kios, atau hang out untuk mencoba makanan bernama pizza dan sejenisnya. Memang sih, jajanan tradisional yang kita beli di sekolah tidak terjamin kebersihannya. Tapi makanan-makanan itu benar-benar enak. Seandainya ada yang menjualnya lagi dengan jaminan mutu, saya akan menjadi pelanggan tetap.
Here they are:

Cakue (terutama dengan saus Nanas)


















Bandros



































Molen Pisang