"Jangan beritahu bagaimana seharusnya hidup itu pada orang lain, tapi buatlah orang lain itu lebih hidup.” – crimethinc

2012 Resolution (the very common title, one in a million I guess)

When I make myself write this title, suddenly I remember the beginning part of Bridget Jones Diary (actually I just read that part, because I've ever watch the two movies of it, and didn't think it worth enough to go on).

I've never write such a thing like this before! And i will not write the "i will not" part. (As The Law of Attraction said, our unconscious mind cannot understand the negative sentence. How come? But of course it will not hurt to just believe at this time.) So this is it.

I (the one who is very weak and undisciplined at this moment, but soon will be strong and consistent) Will:
  • Live a healthy life, sleep four to six hour a day, from 11 to 2 or 4. No more sleep only 2 hours a day, since my bachelor final project has been over.
  • Drink and eat well, follow Rasulullah SAW's example.
  • Sholat right after the adzan, and ascertain my self to get wudlu before the adzan. As Susan said, the most beloved deed is get your self wudlu before the adzan.
  • Read the whole words in the Holy Qur'an every month, even if I can only read the translations.
  • Commit to memory the Qur'an.
  • Learn 2 other languages this year.
  • Train my self to be more talkative, easygoing, and playful. Hohoh. If the dragon can be trained, so do I.
  • Launch the Norina before my 22nd birthday, which means, I afraid, I wouldn't be able to go to Gunung Salak. Sorry Nisul.
  • Re-selecting my books.
  • Do my task with all my attention, effort, and heart. Not compromise with quality (it is a quote, not my intention to use the negative sentence).
  • Consider everything in this resolution as His gift.
  • And live happily.

This resolution will be complete with a pray: "Bismillahi tawakaltu 'alallahi laa haula wa laa quwwata illa billah. Amin."


Bertanya Tidak Membuatmu Mati, adalah salah satu judul halaman blog seorang teman. Sebuah kalimat utuh sebenarnya, yang cukup menggelitik. #catatanmimpisaya

Karena memang bertanya saja tidak membuatmu mati, kecuali bila bertanya pada seorang raja bodoh yang temperamen mengapa ia begitu jelek. Tapi bertanya (baik bertanya-tanya dalam pikiran, bertanya pada siapapun yang dapat ditanyai, maupun bertanya, tentunya, kepada Tuhan) adalah hak kita. Bertanya adalah wujud kebebasan berpikir yang diizinkan untuk kita miliki.

Ketika bertanya-tanya mengenai kepemilikan hak untuk bertanya ini, di dalam otak saya yang sederhana ini sudah membludak berjuta-juta pertanyaan. Seperti: Apakah perpustakaan norwegia berupa gua-gua raksasa, yang menyimpan semua buku, majalah, koran, hingga rekaman televisi dan radio, yang berada di bawah gletsyer itu benar-benar ada? Apakah rumah laba-laba adalah rumah yang paling lemah? Apakah naskah-naskah kuno dunia ilmu pengetauan di zaman keemasan islam yang sempat dirampas dalam perang salib dan kabarnya juga ikut dibakar oleh gereja karena dianggap bid'ah itu masih bersisa? Apakah hidup harusnya sederhana saja? Mengapa (wallahu 'alam) diciptakan hawa nafsu dan kebebasan memilih? Bahasa apa saja yang paling diprioritaskan untuk dipelajari saat ini? Bagaimana cara membuat peta di zaman Christopher Columbus? Siapa orang yang menemukan jarum? Mengapa bangsa Indonesia memakan nasi dan sejak kapan? Mengapa arsitektur, dalam kategorisasi ilmu pengetahuan, digolongkan sebagai seni dan bukan teknik (seperti di perguruan tinggi saya)? Dan berjuta pertanyaan lainnya, baik yang mendesak untuk dijawab maupun yang tidak.

Sebuah buku, (akan lebih baik dibaca dalam versi aslinya jika memungkinkan) berjudul "Bibbi Bokkens Magiske Bibliothek" atau "Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken", dalam terjemahannya memuat puisi mengenai ketanyaan. Puisi ini akan dengan mudah ditemukan dengan meng-google "ketanyaan". Sungguh, setelah saya mencari dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia pun, belum ada di sana arti dari "ketanyaan". Timbulah pertanyaan-pertanyaan lagi: Apa itu ketanyaan? Apakah ia adalah kata baru yang timbul dari pertumbuhan bahasa? (karena sebagaimana kita tahu bahasa memang tumbuh dan berkembang) Apakah penerjemah buku kecil ini tahu arti ketanyaan? Mungkin sebagian orang yang bekerja di penerbit Mizan tahu, apa yang dimaksud dengan ketanyaan? Akan saya tanyakan.


Buang-Buang Waktu

Sungguh hanya buang-buang waktu saja, ketika kamu menyerah dalam meraih mimpimu, melakukan hal lain, lalu tersadar kamu tidak pernah bisa terlepas dari mimpi itu dan mencoba meraihnya kembali. Bukan saat meraihnya kembali, tapi saat kamu menyerah dan melakukan hal lain itulah kamu membuang waktumu.

Sungguh beruntung mereka yang bisa segera menyadari apa mimpinya, dan fokus pada mimpi itu. Banyak kisah tentang mereka yang membuat iri. Dengan begitu bukankah mereka tidak membuang-buang waktu?

Sungguh hanya buang-buang waktu, ketika kita telah menetapkan apa yang kita impikan dalam hidup ini, namun melakukan banyak kegiatan yang tidak relevan. Aku ingin jadi desainer, misalnya, tapi yang kulakukan adalah memasak pastry, main softball, nonton drama sepanjang malam, belajar merajut, dan sama sekali tidak menyentuh desain. Aku ingin menjadi pengusaha, misal, tapi yang kubaca buku-buku novel roman sejarah dan novel fantasi, dan yang kulakukan hanya belanja. Aku ingin keliling dunia, misalnya, tapi yang kulakukan lagi-lagi mendaftar kursus ini itu sepanjang tahun di kota kelahiran. Sungguh, hanya buang-buang waktu.

Memang itu hanya permisalan, impianku jauh berbeda dengan itu, meski orang banyak menyangka aku ingin menjadi pengusaha. Akankah aku juga termasuk orang yang membuang-buang waktu dengan melakukan kegiatan yang tidak relevan?


Books and Words and Human

You should know that my bachelor final project has finally over. And it leads me to the falling of my life flow. It goes down... down… below the deepest ocean. Suddenly i don't get any tension to do anything! I felt a strange feeling like I lost my left pair of my new socks and leave it only the right pair of it. Maybe not so similar but I lost my equilibrium. Until I force myself on reading again.

Reading is a really different activity compared with watching movies, plays, dramas, news, gossips, reality shows, simply anything on TV, or anything. Though either reading or watching gives you any inception of a matter. By reading some sort of words plays, somehow, you think. And imagine. And think it deeper. And it gives you and urge need to discuss it. And think it more.

Someone in a book ever told me that words are the most meaningful thing in the world. In addition, as I ever mention in my previous post, the famous J.K. Rowling also gives us an indirect message that word is a very… very… powerful weapon in the world. For the use of words in every magic spell. And can you notice that the most beautiful form of His love to the human being comes in words that unite in an unbreakable book?

Then because words are the most powerful weapon, it is important to see who’s the one who use the weapon, as in this case, the author. Why in this world, there are people who write such horror, thriller, dark book to be read by us? Er, maybe that last sentence sound too naïve to see, but really, why? That’s my first coming question. A friend told me that those books give some kind of pleasure to people. It is fun to read. Hah, are you crazy? Now I remember that my best friend is a consumer of a most dark thriller book, and more than a half of Wikipedia Best Author List is a thriller, horror, and mystery books author. Maybe it is fun to run the adrenalin faster, but the murderer in real life is a nightmare that no one in healthy mind and soul would want to bear. Maybe those kinds of books come because the world goes crazy. Mine another naïve sentence, forgive me.

Words are really the most powerful weapon. See how some book can leads to World War and kill million people in a short time. I am standing with everyone who believes that the war we know as world war is a game play. A game play that I could not understand yet, but makes me frightened enough. But as I recall my memory about the works of the Turkish writer, Harun Yahya, I remember that several books and thoughts mentioned become the basis of the war. You should read those works of him, because I can’t remember the actual idea about this ‘book and war’ matter. But as far as I remember what I concluded from his works that: books can leads to deliver a war.

Recently we could see and hear any news about war, murder, and terror in our country. The last that happened in South Sumatra, this 2011, in a village that I don’t want to mention, eight hour from my friend house, is a nightmare of the hell. You should know what village that I meant because the media ever mention about it. And it makes me think, how come a human being become so mean, evil, and crazy in this 2011 after the reformation and the 66th national independent celebration? Though I never thought that we already independent. And after hear about this village, I flash back to the question, why still there are talented author that write about those evil matter and spread those craziness? How to heal the world (as what The King of Pop said) then?

Where is the love? (Black Eye Peas) We were born into this evil world, where man is killing man. And no one knows just why. (White Lion) Hoh, you know, back to the famous J.K. Rowling, we already know the answer is love. Why the talented writer did not just write to spread the love, not such a cheesy thing as a historical romantic novel, but just like what mothers do. Love can come to many very different forms. It can be hurt or bliss or fun or tiring, but it can heal the world. Thank god I have a faith in You, and I know where to hold.



Siang ini ketika saya usai melakukan perjalanan jauh di tengah hari tanpa awan menuju rumah, ketika saya tengah melakukan pekerjaan sangat biasa berupa menyatap mie goreng dengan sumpit sembari mengamati komposisi lengkungan garis mie serta asap-asapnya yang cantik, saya tiba-tiba berpikir: ah... damainya menjadi orang biasa.

Tiba-tiba pikiran itu meloncat pada bola pikiran lain mengenai cita-cita akan kesuksesan. Betapa banyak orang yang tidak mau jadi orang biasa dan berpikir 'Saya harus menjadi orang yang hebat!'

Sebagian orang mengaitkan kata Hebat itu dengan Pendidikan. Di Jerman, menurut seorang teman yang memang berkebangsaan Jerman, anak-anak harus menetukan seberapa tinggi pendidikannya semenjak ia memilih SMP. SMP mereka menentukan apakah mereka bisa S1 atau hanya bisa sampai SMA saja, atau masuk college saja. Kemudian pilihan SMA dan kelas pada SMA juga menentukan universitas serta jurusan apa yang bisa mereka masuki. Bayangkan bila anak-anak itu, misalnya, baru menentukan akan masuk jurusan arsitektur pada detik terakhir pendaftaran ujian masuk kuliah, sementara ia hanya bisa memilih jurusan ekonomi. Atau seorang anak ingin kuliah, ternyata ia berada di jalur 'SMA saja'. Betapa rumit nampaknya jalan menuju cita-cita itu.

Kemudian saya teringat salah satu maestro Arsitek dari Jepang yang menjadi kiblat beberapa dosen saya: Tadao Ando. Bukankah beliau meraih citanya melalui jalur yang lain dari pada yang lain? Bukannya menghadiri kuliah dan jungkir balik mempersiapkan sidang tugas akhir seperti saya sekarang, Tadao Ando muda malah keliling dunia mendapangi satu per satu bangunan terkenal yang dirancang para maestro terdahulu. Yang dilakukannya adalah mencatat, merasakan, membuat sketsa, menginap, berpikir, melihat, meraba, mungkin menyelami pesan para maestro dan berguru pada mereka melalui karyanya.

Ketika saya berpikir-pikir mengenai kata 'Hebat' ini, saya jadi lebih optimis, terlepas dari pengertian hebat itu sendiri. Karena buktinya ada sangat banyak jalan menuju Roma. Lagipula kita adalah bagian dari rencana besar-Nya. Kita hanya bisa berusaha, sementara Ia yang menetukan. Apa yang bisa kita lakukan ialah berusaha dan berdo'a. Apa yang bisa kita lakukan, lagi lagi, ialah berusaha dan berdo'a. Mari, kawan, berusaha lebih baik lagi. Dan berdo'a. Fighting! :D



Alhamdulillah sembuh kembali ~~

Memang manusia baru bisa benar-benar mensyukuri kesehatan setelah merasakan sakit. Sakit itu melelahkan. Sungguh. Namun juga mendekatkan kita dengan-Nya.

Senangnya bisa bekerja lagi. Bener-bener deh merasa bersalah telah mendzalimi diri. Bermalam-malam di studio, tidur sedikit, dan makan tidak teratur. Padahal kemajuan progress pekerjaan ngga ditentukan oleh kuantitas waktu yang kita sisihkan, melainkan kualitas pekerjaan kita.

Ngga ada yang bisa memampukan kita melainkan Dia. Laa haula wa laa quwata illa billah...


The Station on Progress

"Each country needs the types of stations appropriate to its needs, not expensive copies of Western European prototypes." -- Ross, 2000

"Cretivity is the ability to conceive and develop solutions that are imaginative, interesting, and relevant." - Ross, 2000

Imaginative, seseorang pernah berkata bahwa untuk menjadi arsitek yang 'hebat' dibutuhkan fantasi: kemampuan untuk membayangkan sesuatu yang belum pernah terpikirkan. Padahal dalam kreativitas kita dituntut untuk imaginatif kok, bukan diminta berfantasi. Belajar dari sponge bob, what we need is Imagination... semua orang bisa melakukannya. Berusahalah.

Interesting, jika karya kita sebegitu membosankannya sampai-sampai orang tidak menyadari keberadaannya, hati-hati. Kita perlu membuat sesuatu yang menarik. Ada banyak cara untuk melakukannya. Misalnya dengan garis-garis diagonal (yang secara alami memang menarik perhatian, meskipun penggunaan garis diagonal tidak selalu baik), warna yang mencolok, bentuk yang berbeda, dan lain sebagainya. Sesuatu yang menarik bukan berarti mahal atau tidak efisien. Jangan sampai dengan dalih efisiensi dan keterbatasan dana, bangunan kita menjadi sangat biasa. Jika demikian, apa gunanya seorang arsitek? Kemana perginya kreativitas?

Relevan, pesan dari dosen pembimbing: jangan mengada-adakan alasan tapi mengabaikan alasan yang benar-benar penting. Jangan buat dasar asumsi yang tidak relevan hingga mempengaruhi keputusan desain. Pelajari lagi! Kuasai betul apa itu stasiun dan bagaimana caranya agar stasiun kamu dapat beroperasi dengan baik.


Tentang Menggagas Bentuk

Hari ini ada kuliah pengantar studio dari Pak Adib dan Pak Apep. Penting sekali. Membahas tentang bagaimana menerjemahkan konsep ke dalam bentuk. Luar biasa bikin pusing proses yang satu ini. Sampai-sampai rasanya ingin ada tablet yang bisa menyimpan tidur, supaya kalau kita minum tablet itu badan langsung seger kayak baru bangun tidur. Intinya bisa begadang tanpa efek samping. Heu. Bahkan bekerja sepanjang malam pun tak lagi cukup. Sedih.


Tsk tsk tsk (ngikutin gaya running man kalau lagi memaklumi Gary, haha) mungkin ada satu kunci mengapa bekerja selama-lamanya di studio tak lagi cukup. Mungkin, meskipun sudah ada semua alat dan bahan, kita belum bisa bekerja karena cara membuatnya belum betul-betul tahu. Alhamdulillah kuliah tadi cukup membantu memahami bagian 'cara membuatnya' itu, walau belum semua, ha. Ibarat bikin kue, tips-tips rahasia koki seperti cara memelintir adonan, sekeras apa membanting adonan, dan lain sebagainya masih misteri. Tapi... yah... setidaknya ada pencerahan lah ya.. Berikut rangkumannya:

Menurut disertasi Shyu (2005) ada 5 faktor yang men-generating bentuk2 arsitektur, yaitu:
  1. Standar dan regulasi.
  2. Programmatic requirements.
  3. Teknologi dan material bangunan.
  4. Lingkungan fisik, sosial-budaya. Dan,
  5. Form generating strategies.
Untuk memperkaya pemahaman, ada buku menarik yang wajib di baca, judulnya "Concept Sourcebook". Dan ada pula video2 menarik yang wajib ditengok di youtube. Bersyukurlah karena kita punya internet, youtube, dan google. Bersyukurlah! Alhamdulillah...


Indonesia memang rajanya singkatan. Dari nama tempat, nama makanan, sampai nama orang semuanya dijadikan singkatan.

Paskal: Pasir Kaliki
Suci: Surapati Cicaheum
Pasopati: Pasteur Surapati
Kircon: Kiaracondong
Cimol: Aci diemol-emol
Cilok: Aci dicolok
Batagor: Baso tahu goreng
Basreng: Baso goreng
Cireng: Aci digoreng
Gehu: Toge tahu
Pisgor: Pisang goreng
Piscok: Pisang coklat
Comro: Oncom dijero
Misro: Amis dijero
Cuanki: Cari uang jalan kaki
Restorja: Restoran berjalan


sebagian baru disadari kepanjangannya baru-baru ini. ck ck.


Siang malam terus dan terus mencari.
Seseorang berkata,
Yang akan datang pasti akan datang.
Begitu pula sebaliknya.

Siapa bilang,
tanpa fantasi kita mati?
Semua tergantung pilihan
Dan selalu ada pembelajaran

Mengapa harus ragu
saat mendapat tamparan?
Semua demi kemajuan
Demi segelintir perubahan

Bisa, sedikit demi sedikit
Teteskan saja air mata bila keringat tak cukup
Dan hela lah nafas
Ambil tidur sejenak lantas urus dirimu

Satu hal untuk diingat
Kapanpun dimanapun
Carilah melebihi dunia
Agar tak jadi manusia merugi



Just love this song...

Skies are crying, I am watching
Catching tear drops in my hands
Only silence, as it's ending
Like we never had a chance

Do you have to make me feel like
There's nothing left of me?

You can take everything I have
You can break everything I am
Like I'm made of glass
Like I'm made of paper
Go on and try to tear me down
I will be rising from the ground
Like a skyscraper
Like a skyscraper

As the smoke clears, I awaken
And untangle you from me
Would it make you, feel better
To watch me while I bleed?

All my windows still are broken
But I'm standing on my feet

You can take everything I have
You can break everything I am
Like I'm made of glass
Like I'm made of paper
Go on and try to tear me down
I will be rising from the ground
Like a skyscraper
Like a skyscraper

Go run, run, run
I'm gonna stay right here, watch you disappear
Yeah ohh
Go run, run, run
Yeah, it's a long way down
But I am closer to the clouds up here

You can take everything I have
You can break everything I am
Like I'm made of glass
Like I'm made of papa
Ohhhh Ohhhh
Go on and try to tear me down
I will be rising from the ground
Like a skyscraper
Like a skyscraper

(Like a skyscraper) huh huh huh

Like a skyscraper
Like a skyscraper


New Recommended Book: Saga no Gabai Baachan

Fiuuh, setelah sidang satu berakhir dengan alhamdulillah lancar, akhirnya bisa senang2 pinjam buku ke zoe lagi. Tiga buku: satu sampah (cuma baca satu halaman terakhir, ternyata jelek. walhasil rugi 5000, ampas), satu penting, dan satu buku lagi luar biasa keren. Buku yang keren ini judulnya Saga no Gabai Baachan: Nenek Hebat dari Saga karya Yoshichi Shimada. Biar kalian penasaran... nih tak kopiin prolognya ya. hehe


Suatu hari saat makan malam.
"Nek, dua-tiga hari ini, kita makan kok hanya nasi ya, tanpa lauk?"
Setelah aku bertanya begitu, dengan terbahak-bahak, nenek menjawab, "Besok bahkan nasi pun takkan ada kok."
Aku dan nenek hanya bertatapan mata, kemudian kembali terbahak bersama-sama.
Kisah itu terjadi sekitar empat puluh tahun lalu.
Kalau dipikir-pikir, sejak saat itu dunia telah berubah sangat cepat.
Rencana peningkaatan pendapatan, pertumbuhan ekonomi yang melesat tinggi, persaingan ketat masuk universitas, oil shock ketika terjadi krisis energi dan harga minyak melambung. Begitu juga dengan peningkatan harga tanah, kekerasan dalam sekolah, tingginya nilai tukar yen dan jatuhnya harga dolar, masa ekonomi bubble. Kemudian masa ketika ekonomi bubble pecah, turunnya harga-harga, zaman es untuk lowongan kerja...
"Saat ini dunia sedang mengalami masa ekonomi yang buruk," demikian kata semua orang, tapi tidak ada yang mesti dibesar-besarkan.
Kita hanya kembali ke masa lalu, begitu menurutku.
Yang berubah adalah manusianya.
Karena tidak punya uang.
Karena tidak dapat makan di hotel.
Karena tidak dapat berpelesir ke luar negeri.
Karena tidak dapat membeli barang-barang yang bermerek... Bila kita berpikir tanpa semua itu kita jadi tidak bahagia, sudah jadi apa kita?
Meski mungkin ini tidak enak didengar oleh orang yang baru saja dipecat, tapi rasa berat karena kehilangan pekerjaan pastinya muncul dari pikiran-pikiran tadi.
Padahal karena pekerjaan, mereka bangun tiap jam delapan pagi, naik kereta penuh berdempet pada jam sibuk ke kantor, bekerja, lembur, duduk menemani minum sake yang sebenarnya tidak ingin ditenggak, lalu naik kereta terakhir untuk pulang... Kalau saja mereka mau melihat situasi tak lagi punya pekerjaan sebagai kesempatan untuk melepas diri dari kehidupan seperti tadi, mereka pasti mampu menghadapinya.
Belum lagi nilai tambah betapa situasi berat ini bakal melahirkan kesempatan berdiskusi mengenai "mulai hari ini bagaimana akan bertahan di masa depan" dengan pasangan atau anggota keluarga lain. Bukankah ini kesempatan untuk menghapuskan minimnya komunikasi dalam keluarga?
Tak ada uang, maka tak bahagia.
Menurutku, semua orang saat ini terlalu terikat dengan perasaan seperti itu.
Kemudian karena orang dewasa berpikir demikian, maka anak-anak pun tak ayal ikut dibesarkan dalam keadaan ini.
Karena tidak diajak ke Disneyland, karena tidak dibelikan baju tren terkini, anak-anak tidak mau menghormati orang tuanya.
Karena nilai rapor buruk, karena tidak berhasil masuk sekolah favorit, hanya masa depan suram yang terlihat.
Bila hanya anak-anak seperti ini yang kita besarkan, maka setiap hari kian tidak menyenangkan hati, tanpa ada harapan untuk masa depan, dan kenakalan remaja pun meningkat.
Padahal tanpa uang pun, cukup dengan perasaan tenang, kita dapat hidup dengan ceria.
Kenapa aku dapat begitu mempercayai ini? karena nenekku adalah orang yang seperti itu.
Waktu kecil, aku dititipkan pada nenek dari pihak ibu.
Nenek lahir pada tahun ke-33 era meiji (1900).
bia hidup sejalan dengan perkembangan abad ke-20. Bersama generasi yang lebih awal dari generasi pendahulu.
Di tahun 17 era Showa (1942), pada masa perang, suaminya meninggal dunia. Kemudian sejak saat itu dia hidup dalam masa pasca-perang yang berat sebagai tukang bersih-bersih di Universitas Saga dan SD/SMP yang terafiliasi dengannya. Nenek berhasil bertahan hidup dengan membesarkan lima orang anak perempuan dan dua anak laki-laki, total tujuh anak.
Aku mulai hidup dengan Nenek sejak tahun 33 era Showa (1958). Pada saat itu Nenek sudah berusia 58 tahun, namun masih saja tetap bekerja sebagai tukang bersih-bersih. Sudah pasti hidupnya jauh dari kemewahan, tapi entah bagaimana selalu saja dia tampak sangat bersemangat dan ceria.
Kemudian seolah belajar memahami segalanya dari awal, kurasa aku belajar dari kehidupanku bersama Nenek, apakah sebenarnya kebahagiaan sejati manusia itu.
Sembilan tahun lalu, sejak Nenek meninggalkan dunia dengan tenang di usia 91 tahun, aku kian menyadari  banyak hal, terutama mengenai kebenaran nilai-nilai yang ditinggalkan olehnya.
Bahwa jangan-jangan semua orang telah teramat sangat salah paham.
Ketika kebahagiaan yang telah berhasil kita capai hingga 40 tahun lalu terhancurkan, aku merasa kita semua menuju ketidakbahagiaan dan keputusasaan.
Kita telah salah jalan!
Sebelum melangkah lebih jauh, simaklah dulu kisah nenek gabai (hebat) dari Saga ini.
Kebahagiaan itu bukan sesuatu yang ditentukan oleh uang.
Kebahagiaan itu adalah sesuatu yang ditentukan oleh diri kita sendiri, oleh hati kita.


Gila kan luar bisanya buku ini? Baca deh. Supaya bisa tersenyum tulus esok hari, menuju sidang 2 dan 3. Yeah!


Please Read


Baca deh... kamu bakal diselimuti rasa hangat :)

When You Have A Bad Day

Kemarin entah kenapa di rumah bertubi-tubi terjadi kejadian aneh.

Pertama, listrik mati gara-gara pak petugas PLN datang mengganti sistem listrik rumah menjadi listrik prabayar pada hari jum'at, dan kami kehabisan pulsa pada hari minggu, sementara sistem pengisian pulsa baru berlaku pada hari senin. Akibatnya, saya ngga bisa ngerjain maket, kulkas mati lalu mengeluarkan bau super sedap, kami kehabisan air, dan rumah menjadi amat sangat horor. Haha.

Kedua, tabung gas di rumah mengalami kebocoran. Walaupun kami sekeluarga sangat bersyukur tidak terjadi ledakan seperti yang terjadi pada keluarga lain yang menyebabkan mereka sekeluarga dikirim ke rumah sakit, tetap saja kami ketakutan. Akibatnya kami menyimpan tabung gas di luar rumah, ngga berani membeli yang baru karena ngga yakin yang mana yang rusak (tabung, kabel, atau kompornya), dan terpaksa membeli makanan di luar serta merelakan makanan di kulkas berdegradasi mutu habis2an.

Begitulah, hidup memang pedih. (Tag: Mas Ramdhan dan Mb Anna dari Kayaco)

Ajaibnya, saya merasa sangat baik-baik saja. Absolutely. Bahkan hidup berjalan seperti biasa juga. Saya bernyanyi mengikuti setiap lagu dari windows media player seperti biasa. Bahkan ngga jadi masalah walaupun saya ngga bisa mengerjakan maket sedikitpun. Apakah saya berganti golongan darah?? Haha... itu sangat sangat bagus. Senangnya menjadi easy going. Hello everyone, i'm an easy-going girl!


Belajar dari Shopping Country

Karena terlanjur janji sama Hafidzati Dini, baiklah, saya bocorkan sedikit tentang apa yang saya kagumi dari negara kapitalis Singapura, si kecil-kecil cabe rawit.

1. Bandara yang luar biasa besar. Yap. Si Changi yang ada di lembaran monopoli itu.

Kalau seandainya ke singapur cuma lima jam dan hanya bisa diem di bandara ini pun, kamu disediakan fasilitar tur keliling singapura gratis selama 2 jam, nonton bioskop gratis, baca-baca plus tidur siang gratis di perpustakaan super nyaman, dan yang paling penting... pijat kaki dan refleksi gratis di ruang tunggu. hahaha. Tentu saja toiletnya juga gratis, ada air minum gratis dari watertap, fasilitas keliling bandara naik monorail gratis, dll. Nyehehehee:D Mba-mba-nya juga baik. Waktu saya muncul dengan tampang pucat pasi karena habis pingsan dua kali di pesawat dan muntah2 di toilet, dia langsung datang menghampiri dan menawarkan bantuan. Arigatou Miss..

2. Sistem MRT dan bus.

Yang penting adalah memiliki kartu elektronik EZLink (biasanya isinya 10 dolar, bisa diisi ulang min. 10 dolar). Tinggal menempelkan dompet berisi EZlink kita didalamnya ke mesin entry, bisa nyaman dan aman keliling singapura naik MRT, light rail, monorail, ataupun bus. Rata-rata sekali perjalanan menghabiskan 70 cent sampai 2 dolar. tergantung seberapa jauh kita pergi.
Semuanya serba terjadwal. Kalau di pengumuman digital disebut next train 6 minutes later ya insya Allah dia akan datang 6 menit lagi. Ada juga reserved seat di setiap gerbong, yang diperuntukkan untuk ibu hamil, orang tua, dan anak-anak. Di dinding-dinding kereta juga ditempeli stiker-stiker menarik tentang Singapore Kindness Movement dan pesan-pesan motivasi lainnya. Yang paling asyik tentu saja naik bus double decker di lantai 2 baris paling depan. Hehehe.

3. Lalu lintas pedestrian.

Uniknya, semua orang selalu terburu-buru. Pejalan kaki di lorong-lorong subway singapura punya aturan lalu lintas juga seperti layaknya kendaraan di jalan raya. Pertama, kamu harus berjalan kaki di sebelah kiri. Kalau naik eskalator, kamu harus merapat ke kiri agar mereka yang terburu-buru (hampir selalu ada yang terburu-buru saat saya naik eskalator) bisa menyusul di sebelah kanan.
Lalu selalu ada petunjuk seperti 'stay on the left' atau 'please turn right' atau ' esplanade this way' yang memudahkan siapapun yang pertama kali datang untuk tidak tersesat. Jarang sekali saya harus menanyakan arah (kecuali saat menanyakan bus mana yang harus saya ambil untuk menuju suatu tempat). Pedestrian selalu memiliki tempat, bisa menyebrang dengan aman, punya trotoar yang memadai, juga diberi pedestrian bridge dan across line dimana-mana,

4. Perpustakaan yang terisi penuh, tapi hening nyaris tanpa suara.

Percaya deh, perpustakaan singapur itu luas dan disediakan banyak banget tempat duduk plus ruang-ruang lesehan. Tapi semuanya penuh sampai saya bingung bisa duduk di mana. Serius! Penuh tapi hening. Jangan pernah berjalan dengan langkah kaki diseret dalam perpustakaan sebab akan mengundang wajah-wajah berkacamata itu menoleh dan memandang dengan tidak setuju. Standing applause untuk semangat belajar generasi muda singapur!

5. Ruang kreatif yang tak pernah mati.

Apa saja. Selalu ada properti seni, instalasi, pameran, workshop, pertunjukan, dll dari anak balita hingga kakek dan nenek. Dari semua kalangan. Asiknyaaa :DD

6. Banyak yang bisa dinikmati di Singapur tanpa harus shopping, sekalipun doi ngakunya Surganya Shopping.

Tentu saja wisata arsitekturnya sangat menarik. Ada juga pemandangan skyline singapura yang memukau dari Marina Barrage. Ada chinese park, japanese park, gratis. Ada pameran dan instalasi serta pertunjukan gratis. Ada tempat tidur siang di bawah pohon gratis, Dan ada tester coklat di toko-toko coklat impor bagi yang berminat. Hahaha.

7. No need of Fitness Center anymore.

Dengan sekian banyaknya jalan kaki yang dilakukan setiap hari, ngga perlu lagi yang namanya fitnes buat ngurusin badan. Yang perlu adalah ngecilin betis! hahaha. Ada loh kata temen di sana iklan buat ngecilin betis. Saking banyaknya jalan kaki kayaknya semua orang mengalami penderitaan betis yang sama. Haha..

Nah, ada juga hal-hal yang disayangkan dari Singapura. Tapi, next time yah! :D

Sepucuk Short Message dari Seorang Teman

tag Syifa :))

"..Dan setiap diri pastilah memiliki potensinya masing-masing. Bersemangatlah kalian dalam melakukan sesuatu yang bermanfaat. Mintalah pertolongan kepada Allah, dan janganlah kalian merasa tidak mampu." HR. Bukhari


Nasihat Klise dari Kehidupan

Kehidupan (katanya) bagai roda yang berputar. Kadang di atas kadang di bawah.


Kehidupan (katanya) adalah lawan dari kematian. Bisa setuju, bisa tidak.


Kehidupan (katanya) ditandai dengan kinerja otak. Jantung yang berhenti berdetak tetapi otak masih bekerja, bisa dibilang masih hidup. Apalah..


Bicara tentang kehidupan, bicara pula tentang kematian.
"Allah memegang nyawa (seseorang) pada saat kematiannya dan nyawa (seseorang) yang belum mati ketika dia tidur: maka Dia tahan nyawa(orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya & Dia lepaskan nyawa yang lain sampai waktu yang telah ditentukan. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda (kebesaran) Allah bagi kaum yang berpikir." (Az Zumar : 42)



Review: Blink

Haloo semua manusia sibuk yang mencari kebagaiaan :))

Lagi-lagi mau menuangkan pemikiran setelah membaca satu buku. Kebetulan buku yang dibaca baru-baru ini adalah Blink karya Malcolm Gladwell yang terkenal. Bukunya bahkan belum selesai saya baca. Tapi seperti biasa, saya tergelitik untuk membaginya. Karena jelas buku ini amat sangat bagus sekali.

Pertanyaannya, percayakah kalian ada cinta pandangan pertama?

He he.. buku ini bukan cerita tentang itu sih. Tapi mirip dengan cinta pertama karena isinya membahas cara mengambil keputusan dalam hitungan detik alias berpikir tanpa berpikir.

Pernah dengar tentang para ahli benda seni yang bisa memutuskan mana karya seni palsu dan mana yang asli dengan sekali lihat? Atau seorang master tenis yang mampu meramalkan mana pukulan yang akan double fault dan mana yang tidak? Atau ahli cicip makanan yang bisa membedakan makanan yang berbeda merek tapi sejenis? Atau seseorang yang bisa langsung mengenali "The One" sebagai pasangan hidupnya semenjak kalimat "Halo"?

Buku ini menceritakan tentang kekuatan misterius alam bawah sadar kita yang mampu memberikan keputusan bahkan sebelum otak kita yang sadar mampu memberikan penjelasan. Yang paling penting, setelah menceritakan kekuatan ajaib tersebut, buku ini juga menjelaskan tentang bagaimana MENGGUNAKAN kemampuan itu. Asik kan?

Menarik. Sangat menarik. Tunggu hingga saya tamat membacanya sebelum saya memberikan cerita tentang bagian kedua itu. Atau baca sendiri bukunya. He.. :D

Yang menggelitik saya dari bagian yang telah saya baca adalah bagian penelitian untuk mengukur bagaimana kata-kata mempengaruhi alam bawah sadar kita, dan bagaimana alam bawah sadar ini tanpa kita sadari mengubah perilaku kita.

Ada sekelompok eksekutif yang diuji untuk menyusun kaliamt-kalimat acak dalam bahasa inggris. Soalnya sangat mudah dan bisa diselesaikan dalam hitungan detik, namun semua eksekutif itu memiliki perilaku yang sama saat keluar ruangan, yaitu: berjalan lambat-lambat! Mengapa? karena secara tidak sadar pada soal-soal menyusun kalimat ini disisipkan kata-kata old, worried, lonely, Florida, dll yang mengacu pada kehidupan masa tua di dunia barat. Secara tidak sadar mereka yang berada dalam masyarakat yang mengkhawatirkan kehidupan masa tua ini pun berperilaku seperti orang berusia lanjut dengan berjalan lambat-lambat.

Jika ada seorang anak di perkotaan yang bersekolah di sekolah bergengsi dan seorang anak dari daerah pedalaman yang sekolah di sekolah yang buruk, ketika diujikan pada ujian yang sama akankah menghasilkan hasil yang seimbang, terlepas dari pendidikan yang didapatnya? Apakah seorang anak yang pintar sesungguhnya memang pintar, ataukah lingkungannya yang membentuk dengan selalu mengatakan dia pintar? Jika sebuah rangkaian kata yang disisipkan dalam soal dan disampaikan pada sekali waktu saja dapat mempengaruhi perilaku para eksekutif, maka apa yang diterima oleh seorang anak sepanjang hidupnya jelas akan mempengaruhi identitas dirinya.

Hal ini mirip dengan apa yang disampaikan Law of Attraction dari the Secret, dan prinsip kerja pendengaran terhadap kualitas hidup dan peningkatan kemmpuan dalam buku Earobics.

Sungguh berat tugas menjadi orang tua dan guru. Seperti kata JK.Rowling dalam Harry Potter, "Words, are the powerful weapon that we have." Dan ingat juga pesan Rasulullah SAW, "Berkatalah yang benar atau diam." Sepenting itulah posisi kata-kata dalam kehidupan.

Syair, lagu, puisi, dan kata-kata, hingga mantra dalam fiksi Harry Potter, tanpa sadar sangat besar mempengaruhi hidup kita. Itulah kenapa kita harus memilih. Itulah kenapa kita harus berhati-hati.


Never Eat Alone

this book is really recommended!

"Stop trying to make people like you, instead of caring about them!"