12.11.12

"Atau apakah manusia akan mendapat segala yang dicita-citakannya? (Tidak), maka milik Allah-lah kehidupan akhirat dan kehidupan dunia." (QS. An-Najm: 24-25)
"Namanya jg amanah. Harus mencari peluang untuk menerima, dibandingkan mencari alasan untuk menolak." - A Friend

11.11.12

Coffee Cup #24: Game Plan

Diriwayatkan oleh Uqbah ibn Amir, bahwa Nabi SAW bersabda, "Segala sesuatu yang dimainkan oleh laki-laki adalah sia-sia kecuali melatih kudanya, melemparkan busurnya, dan bercanda dengan istrinya." - Dalam Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali, Buku Kelima
Permainan, atau game, adalah bentuk pengalih perhatian yang paling banyak menyita waktu dewasa ini. Game merupakan salah satu tantangan pengembangan diri yang lebih sulit ditolak daripada TV. Meskipun banyak yang berdalih bahwa game juga mengajarkan sesuatu dan memberikan nilai-nilai positif, tak dapat dipungkiri bahwa game adalah kegiatan yang konsumtif, bukan produktif.

Saya sendiri dulu adalah maniak game. Waktu SD atau SMP saya bisa begadang karena main beberapa game di komputer. Salah satunya The Sims. Tapi kalau dipikir2.. sims saya di dalam game hampir ngga pernah main game loh... Ketika 'fun'-nya sudah sampai ke titik kritis, saya suruh dia nonton TV di channel cookin' cable supaya sims saya itu meningkatkan fun-nya sekaligus menambah skill cooking. Produktif sekali bukan?

Saat memainkan manusia-manusia maya dalam The Sims, saya sadar betul kalau menambah fun sekaligus menambah skill lebih berguna dibandingkan hanya menambah fun saja. Tapi di kehidupan nyata, kenapa tidak mudah untuk menjadi seefisien itu ya?

Belakangan ini setiap kali akhir pekan, saya mencari-cari kegiatan agar bisa kembali refresh sebelum hari senin berikutnya tiba. Saya mencari kegiatan yang mendongkrak mood, dan mengira kegiatan bersenang-senang akan membuat saya refresh. Rupanya tidak. Saya senang saat berjalan-jalan dengan teman, membaca novel, menonton film, dan sebagainya tapi saya tidak sepenuhnya refresh. Bayangkan bila sepanjang minggu saya bekerja untuk perusahaan dan di akhir minggu saya hanya bersenang-senang, kapan saya mengembangkan diri? Bulan demi bulan hingga tahun demi tahun akan terlewati tanpa saya mencapai apapun.

Lihat hadist di atas: permainan yang berguna adalah permainan yang meningkatkan modal berperang kita, dan aktivitas yang mendekatkan kita dengan orang-orang terkasih.

Coffe Cup #23: Refleksi


Meskipun ingatan bisa menipu, seingat saya pernah ada sepotong hadist yang mengatakan bahwa untuk benar-benar mengenal seorang teman, kita harus melihat apa yang ia baca. Dalam kondisi teknologi masa kini, mungkin termasuk apa yang ia tonton dan apa yang ia dengar.

Dan itu berlaku pula ketika kita ingin mengenal diri kita sendiri. Ketika bercermin setiap pagi, atau ketika berbaring sesaat sebelum tidur setiap malam, saya sering bertanya: sudah jadi orang seperti apakah saya. Jawabannya adalah apa yang saya baca, lihat, dan dengar setiap hari. Tepatnya apa yang saya pilih untuk dibaca, dilihat, dan didengar. Dan ketika meninjau balik apa yang saya jadikan makanan untuk otak dan jiwa sehari-hari, saya bertanya lagi: apakah saya ingin menjadi orang seperti saya sekarang ini? apakah saya puas? apakah saya harus berubah?

Jadi benar apa yang dikatakan oleh seorang motivator: dirimu saat ini adalah apa yang kamu kerjakan kemarin.