27.4.14

Jiwa-Jiwa yang Jernih

Setelah berkutat dengan tugas studio, saatnya membuka catatan tentang khutbah kemarin yang sangat menginspirasi. Apalagi saat ini, di kala jauh dari rumah, keluarga, dan saudara-saudara seiman yang biasa jadi tempat saling nasihat-menasihati. Menghadiri konferensi muslim dan mendengarkan khutbah dari para ahli ilmu dan ahli ibadah bisa jadi pengingat sekaligus ajang meluruskan niat.

Topik muslim conference kemarin mungkin tampak biasa saja: Qur'anic Inspiration in Life. Bukan topik yang terdengar canggih, tapi penting sekali untuk setiap orang yang mengaku muslim. Dan saya jadi teringat pesan Ayah dan Pakde untuk selalu dekat dengan Al-Qur'an, juga bbm Mamah beberapa hari yang lalu: "Neng, masih tadarus-an setiap hari kan?".

Saya akan mulai catatan ini dengan kata-kata penutup konferensi kemarin.
"Jiwa-jiwa yang jernih, murni, akan selalu merasa haus untuk bercakap-cakap dengan-Nya."

Sesi 1

Qur'an adalah Kalamullah. Teringat pelajaran di sekolah dulu, ini berarti bahwa Qur'an adalah perkataan Allah yang langsung ditujukan pada manusia, melalui Jibril ke Nabi Muhammad SAW. Khutbah dan diskusi sesi pertama dalam konferensi membahas hal ini. Betapapun usaha manusia untuk membuktikan bahwa Qur'an itu hasil gubahan manusia (Muhammad SAW), tidak akan pernah berhasil. Dahulu ketika Musailamah mencoba menggubah syair untuk menyaingi Qur'an, syair yang tercipta sangat jauuh dari kualitas dan karakter ayat-ayat Qur'an. Demikian pula yang ditemukan oleh Nicholason, seorang peneliti yang mempelajari teks-teks arab. Setiap teks Arab dapat diidentifikasi akarnya, dan dikenali memiliki kesamaan gaya dengan tulisan pendahulunya. Akan tetapi Qur'an memiliki karakteristik khusus yang hanya ada pada Qur'an itu sendiri. Ia sama sekali berbeda dengan teks arab lainnya.

Saya jadi teringat topik TEDtalk beberapa minggu lalu. Topiknya adalah 'Everything is a Remix'. Bahwa gubahan manusia sebenarnya bersumber dari karya manusia sebelumnya. Shakespeare, Khalil Gibran, Bob Dylan, Elvis, dan banyak artis serta 'pencipta' karya kenamaan lainnya, ternyata diusut mengambil sari-sari karyanya dari tempat lain. Coba telusuri lebih lanjut di sini. Juga mengutip pernyataan Ford:
“I invented nothing new. I simply assembled the discoveries of other men behind whom were centuries of work … progress happens when all the factors that make for it are ready and then it is inevitable.” — Henry Ford [From the book The Business of America]
Berbeda dengan Qur'an, sebab Qur'an langsung diturunkan oleh Allah SWT. Yang dibuat manusia dan dianggap benar atau terbaik saat ini bisa jadi terbukti salah di masa depan. Seperti ketika Galileo mencoba membuktikan bumi itu bulat dan Harun Yahya membuktikan Teori Evolusi Darwin itu nonsense. Sementara itu yang ada dalam Qur'an akan terjamin kebenarannya. Maka kemanakah kita harus berpegang teguh?


Sesi 2

Sesi dua ini berhasil bikin temen sebelah saya senyum-senyum sendiri. Sensitif soalnya noona ini mendengar kata marriage. Sesi ini membahas inspiring qur'an for having a great marriage. Pembahasan dimulai dengan membandingkan 'rumah' dengan qur'an dan 'rumah' tanpa qur'an. Rumah dengan qur'an akan menjadi rumah yang paling berbahagia, sebab rumah ini dibangun bukan mengikuti keinginan sang istri atau sang suami, melainkan mengikuti standar Qur'an.

Oke, dimulai dari ajang pencarian jodoh. Tiga hal, menurut Ustadz Utsman yang bisa dijadikan pedoman: 
1. A common higher purpose in life. Bukan materi, bukan kedudukan, tapi sama-sama tujuan untuk berkualitas di hadapan Allah.
2. Love is important. 
3. Mercy is also important. Bahwa setiap orang melakukan kesalahan. Lovingly focus on the positive and have mercy, otherwise the marriage will be a rotten one.

Menurut syeikh yang lain:
1. Carilah orang yang baik dan berakhlak mulia, berbuat baik pada keluarganya.
2. Man enough to talk directly to your father.

Di sesi ini kemudian muncul pertanyaan dari audience: If we wait until after marriage to find love, what if we just can not love him/her? Pertanyaan standar terutama dari mereka yang takjub bahwa muslim bisa menikah tanpa pacaran atau tunangan dulu. Jawaban para panelis singkatnya begini: "Siapa bilang kita harus membeli kucing dalam karung? Siapa bilang tidak boleh saling mengenal?" Justru proses berkenalan adalah hal yang dianjurkan dalam Islam, asalkan sesuai dengan tuntunan Qur'an dan sunnah. Ingatlah untuk mencintai dengan standar Allah, bukan keinginan pribadi semata. Dan sampai di sini, saya jadi teringat pesan salah satu sobat saya (yang akan menikah September ini), bahwa Allah itu maha pembolak-balik hati.

Setelah berbicara tentang para calon orang tuanya, sampai juga ke pembicaraan tentang anak yang sholeh. Jika ingin mendapatkan anak yang sholeh, menurut Umar bin Khattab ra., ada tiga hal yang harus diperhatikan: give him a good mother, give him a good name, and teach him Qur'an. Juga, orang tua sangat bertanggung jawab untuk menjadi role model bagi anak-anak. Untuk mengharapkan sang anak menjadi ahli Qur'an, misalnya, tak cukup dengan mengirimnya ke madrasah. Dua kesalahan orang tua yang paling umum (menurut Syeikh Aslam) adalah tidak mendidik dengan teladan (lead by example) dan tidak memulai pendidikan Al-Qur'an sejak dini (''Ah.. they are still children").

Hal-hal yang pertama kali harus diajarkan pada anak-anak adalah:
1. Manners. Karena itulah yang paling sulit diubah ketika dewasa, serta menentukan karakter dan jalan hidup sang anak.
2. Stories from Qur'an. Anak-anak sangat suka cerita, so tell them stories from Qur'an. Serta jangan lupa untuk memperhatikan apa yang mereka tonton, apa yang mempengaruhi mereka, sekalipun cerita atau film khusus anak yang terlihat innocent namun ternyata bertentangan dengan Al-Qur'an.

Tak hanya anak-anak sebenarnya dalam hal ini. Siapapun, termasuk kita para orang dewasa, harus punya filter ketika membiarkan apapun masuk melalui indra kita. You are what you eat. You are what you let your eyes watch, your ears listen, your brain thinks. Nasihat dari Imam Hasan Al-Banna, untuk mengenali seorang teman maka kenalilah buku-buku bacaannya. So, you are what you read as well.

Penutup

Qur'an adalah bagian dari seorang muslim. Tak mungkin seorang bisa menjadi muslim bila tidak senantiasa dekat dengan Al-Qur'an serta mempraktekannya dalam kehidupan sehari-hari. Pesan dari Ibnu Khaldun: bacalah Qur'an setiap hari! Jika mampu meluangkan waktu 9 jam untuk bekerja, atau 12 jam untuk belajar, maka luangkan pula waktu untuk mengkaji Al-Qur'an. Bagi seorang muslim, harus ada porsi khusus bersama Al-Quran setiap harinya.

Bismillah..

Brisbane,
27042014

22.4.14

Yang Gratis-Gratis di Brisbane

Sebagai petualang yang cerdas alias backpacker super irit, tentunya barang ‘gratis’ harus jadi yang nomor satu untuk diketahui. Anywhere. Apalagi di Australia sini, di mana semua barang harganya ekstra mahal ngga masuk akal.

Several years ago everything was cheap, and then it raised rapidly and here we are.” – Darell / Safety Bus Driver

Here is the list of free entertainment in Brisbane:

1. City Loop Bus
Naik City Loop Bus adalah kesempatan untuk melihat-lihat kota Brisbane tanpa mengeluarkan dolar. Total durasi sekitar dua jam. Rute yang dilewati bis ini dapat dilihat disini.

2. Queensland Museum
Hampir seluruh isi bangunan museum ini gratis, kecuali pameran-pameran khusus di lantai 3 dan science center di lantai dasar. Banyak hal yag bisa dilihat: pengenalan mengenai queensland mulai dari sejarah, flora-fauna, sumber daya alam, hingga gaya hidup queenslander dan gympie; kehidupan bawah air; kehidupan zaman purba; segala jenis hewan dan tumbuhan Australia; kebudayaan aborigin, dan lain-lain.

3. Queensland Gallery of Modern Art
Selain pameran-pameran terkenal yang sering kali ‘mampir’ ke GOMA, ada juga ‘free cinema’ yang selalu tersedia setiap minggu. Film-film ini diputar Antara hari Senin, Rabu, Jumat, Sabtu, Minggu dengan tema-tema yang menarik. Bagi pecinta film dan literature, atau yang sekedar ingin melemaskan kaki setelah seharian menjelajah Brisbane, bisa mengecek jadwal film di sini dan datang 30 menit sebelum film di mulai.
Terkadang disediakan juga aktivitas gratis seperti sketsa dan jasa pengiriman kartu pos gratis yang merupakan bagian dari pameran di GOMA. Pameran yang tersebar di seluruh bangunan ini juga gratis. Setiap bulannya sering kali ada barang-barang baru yang menarik untuk dieksplor.

4. Queensland State Library
Tempat belajar, kerja, atau nongkrong yang super asik. Termasuk presentasi tugas kuliah. Tapi FYI, internetnya kurang memadai untuk tugas. Internet eduroam yang paling canggih yang saya dapat di Brisbane sejauh ini.

5.Brisbane Museum (City Hall) dan Clock Tower
Bangunan yang dulunya adalah City Hall ini kini di alih-fungsikan menjadi museum. Di setiap lantainya bisa tersedia dua hingga tiga pameran dan kebanyakan tidak berbayar. Nikmati pameran-pameran yang mencerdaskan dan menginspirasi di sini. Jangan lupa mengunjungi Clock Tower yang terkenal. Gratis biaya masuk kok. 

6. Queensland Maritime Museum
Sesuai namanya museum ini menggambarkan sejarah dunia maritim Queensland dan Australia. Yang bisa dilakukan di sini tentunya foto-foto dan menambah wawasan. Lokasinya di ujung Selatan Southbank Parkland.

7. Southbank Parkland and “The Beach”
Southbank Parkland adalah tempat asyik buat leyeh-leyeh melarikan diri dari tugas kuliah, sembari menikmati pemandangan sungai dan skyline Brisbane CBD. Banyak artis jalanan dan pertunjukan gratis yang bisa dinikmati di sini. Dan tempat ini juga sangat sering menjadi venue berbagai event penting: “Brisbane Welcoming”, “Royal Walk Prince William – Kate Middleton”, “Budha Birthday Festival”, dan yang paling eye-catching “Brisbane Riverfire” pada bulan September. Tahun ini tepatnya akan diselenggarakan tanggal 27 September 2014.
Plus, di southbank ini masih ada ‘The Beach’ alias kolam renang buatan yang gratis untuk umum, meja-meja untuk tenis meja, volley net, dan grill barbeque gratis.

8. Mt. Coot-tha Botanical Garden dan Sir Thomas Planetarium
Botanical garden-nya luas dan cantik... terutama di musim semi. Kedua tempat ini berdekatan dan gratis. Planetarium mungkin menarik bila kita ikut nonton layar kubah di sana. Hanya saja untuk yang satu ini perlu merogoh tiket sekitar $15-$30. 

9. Roma Parkland
Yang pasti bisa foto, piknik, olah raga, barbeque, dan relaxasi. Paling bagus untuk dikunjungi di musim semi. 

10. University of Queensland (UQ)
Di sini siapapun bisa menikmati bangunan UQ yang menarik, UQ Lake dengan hewan-hewannya yang 'jinak', UQ Art Museum, Archaeology Museum, serta seminar dan event gratis. Khusus di saat UQ Open House, museum Zoology dibuka untuk umum. Isinya lebih menarik daripada yang ada di Queensland Museum.

11. Queensland University of Technology (QUT)
Seperti UQ, QUT juga tersebar di beberapa kampus. Salah satunya terletak di Brisbane CBD, dekat dengan Queenstreet Mall dan City Botanical Garden. Salah satu bangunan yang terkenal di QUT, The Cube, memiliki aquarium digital raksasa yang edukatif dan menyenangkan. Selain itu bangunan ini juga memiliki ruang-ruang belajar yang unik, dengan interior berbeda-beda. Kita bisa memilih untuk belajar di ruangan modern atau kuno, meja tinggi atau meja rendah, sofa atau meja makan. Menarik.

Demikian, siapapun yang kebetulan mau mampir Brisbane. Semoga bermanfaat!

21.4.14

TERas #6: Memahami Parametric Design

Berbagi Catatan dari Segelintir Bacaan
 

Istilah parametric design seringkali dikaitkan dengan digital fabrication. Hal ini bisa jadi disebabkan karena ‘constructability’ bangunan dengan pendekatan parametric baru tercapai pasca berkembangnya berbagai software pendukung untuk ‘menggambar’ (mulai dari microstation, maya, hingga rhinoceros dan grasshopper) serta hardware pendukung untuk ‘membangun’ (computer aided design (CAD) software yang terintegrasi dengan CNC Router ataupun 3D printer). Dapat juga disebabkan karena parametric design sering kali secara otomatis diasosiasikan dengan architextile (yang juga otomatis dikaitkan dengan fabrication). Terlepas dari itu, apakah parametric design hanyalah sekedar proses yang muncul dari terbukanya peluang akibat perkembangan ‘alat’ yang tersedia?

Parametric Design


Dalam parametric design, suatu bentuk tidak didefinisikan terlebih dahulu, melainkan digolongkan dalam template tertentu dan dikontrol berdasarkan parameter-parameter penentu. Oleh karena itu suatu desain yang baru (dalam parametric design) dapat dihasilkan dari sebuah template dasar ‘hanya’ dengan memasukkan angka-angka parameter yang sesuai dengan data proyek tersebut. (Ugail, 2011)

Contoh yang dapat merepresentasikan proses ini adalah Embriological House oleh Greg Lynn di tahun 1999. Embriological House adalah serial rancangan rumah yang di-generate dengan memasukan parameter-parameter penentu seperti jumlah penghuni, iklim, kondisi tapak, metode konstruksi, material, kebutuhan ruang, fungsi yang dibutuhkan, efek estetis khusus, dan gaya hidup pengguna. (Lynn, 2000) Setiap rumah yang di-generate dengan parametric design ini kemudian menjadi unik dan berbeda satu sama lain, walaupun tetap memiliki karakter yang serupa (signature). Bisa dikatakan rumah-rumah tersebut serupa tapi tak sama. Yang penting dari Embriological House bukanlah bentuknya yang secara individual tampak organik dan tidak biasa, namun bahwa proyek ini bersifat ‘serial’. (M Rocker, 2006) Proyek ini menekankan bahwa melalui pendekatan parametrik, variasi produk akhir dapat di-generate melalui perhitungan kalkulus dengan adanya template dasar dan parameter penentunya.

Parametric dan Proses Digital


Katakanlah bahwa pengertian parametric design adalah proses pencarian bentuk yang didasarkan pada beberapa parameter. Definisi sederhana tersebut tentu saja akan dapat dipertanyakan, sebab proses desain yang dilakukan arsitek selama ini juga didasarkan pada parameter-parameter tertentu (misalnya iklim, kondisi tapak, dan sebagainya). Yang berbeda dari parametric design adalah proses pemodelan (pencarian bentuk) tersebut dilakukan secara digital dan tidak manual. Ada satu karakter khusus dari pemodelan digital yang tidak dapat tercapai oleh pemodelan manual, yaitu sifat topological (Lynn, 1999).

Sifat topological ini dijelaskan oleh Lynn melalui gambar berikut:
Topological Curvature (Bawah), Lynn, 1999

Kurva yang bersifat topological adalah kurva yang didefinisikan oleh persamaan diferensial dan pernyataan matematis. (Lynn, 1999) Oleh karena itu, bentuk kurva tersebut akan berupa ‘deformasi’ yang terbentuk oleh berbagai tarikan dan dorongan (Lynn menjelaskannya dalam bentuk U dan V); serta tidak dapat didefinisikan oleh rangkaian jari-jari seperti halnya pada garis kurva gothic.
Karena karakter topological inilah maka parametric design sangat erat kaitannya dengan digital modelling. Terkait hal ini, selanjutnya akan coba dibahas mengenai digital fabrication.

Klaim Terhadap Bentuk (Form) pasca Parametric Design.


Parametric design menghasilkan bentuk arsitektur yang berbeda dari bentuk-bentuk hasil proses geometris. Contoh-contoh klaim bentuk dalam desain arsitektur yang menggunakan parametric design adalah architextille (which is introduced and developed by Gottfried Semper, Frei Otto, and later by Lars Spuybroek), animated form (Greg Lynn), morphogenetic design (Frei Otto, Archim Menges), and ruled-surface geometries (Antonio Gaudi, although the term is not Gaudi’s). Form-finding yang dirintis oleh Frei Otto masih terus berkembang dan klaim terhadap bentuk masih terus bertambah. Tulisan ini akan ditambahkan di masa depan, seiring pembelajaran yang masih terus berlanjut. InsyaAllah.

Referensi:
Lynn, Greg. (1999). Animated Form. New York: Princeton Architectural Press.
Lynn, Greg. (2000). Embriological Housing. Architectural Design, 70(6), 26-35.
M Rocker, I. (2006). Calculus-based form: an interview with Greg Lynn. Architectural Design, 76(4), 88-95. doi: 10.1002/ad.298
Ugail, H. (2011). Parametric Design Partial Differential Equations for Geometric Design (pp. 61-69): Springer London.

18.4.14

Book Review: Le Corbusier - The Modulor (1951)

Le Modulor, atau The Modulor, adalah salah satu karya Le Corbusier yang paling mendunia. Dalam buku tersebut, Le Corbusier (1951) yang bernama asli Charles-Edouard Jeanneret ini mempertanyakan sistem metrik dan aplikasinya dalam desain. Sistem metrik yang ditetapkan di Perancis semenjak pasca Revolusi Perancis (sebagai bentuk pembaharuan dari penggunaan sistem foot-and-inch) dan kini menjadi Satuan International (SI) dalam pengukuran ini, menurutnya membawa kebingungan terhadap seni, arsitektur, dan ilmu mekanik (teknik mesin). Seperti halnya musik yang ‘terbatasi’ setelah pertama kali ditemukannya sistem penulisan not balok; arsitektur dan teknik mesin juga terbatasi untuk mencapai keharmonisan pasca penemuan sistem metrik. Sebab sistem metrik memiliki basis yang tidak jelas. "Siapakah yang menentukan bahwa satu meter itu sepanjang satu meter seperti saat ini?"

Le Corbusier menarik logika pernyataan dan pertanyaan tersebut kepada sejarah peradaban kuno; baik Yunani, Mesir, India, maupun Kasdim. Semua peradaban kuno tersebut menggunakan unit pengukuran yang didasarkan pada proporsi tubuh manusia. Misalnya kaki, depa, hasta, langkah, dan sebagainya. Hasil dari penggunaan tubuh manusia sebagai ‘alat’ pengukur ini adalah komposisi yang memiliki irama, yang keindahannya dapat ditangkap oleh mata manusia. 

Saat ini sistem foot and inch adalah sistem yang masih kuat hubungannya terhadap proporsi manusia. Namun kekurangannya, tidak seperti sistem metrik yang dapat dipecah menjadi desimeter, centimeter, dan millimeter; hirarki sistem foot-and-inch lebih sulit untuk diatur. Itulah sebabnya kemudian sistem metrik dikembangkan dan ditetapkan sebagai standar internasional. Biarpun demikian penemuan sistem metrik pun tetap membawa kepada kebingungan baru.

Le Corbusier membuktikan ketidak-efisienan sistem metrik dalam desain (yang ia sebut dengan ‘dislocation’ karena menerapkan sistem yang tidak berdasar dari manusia untuk membuat objek yang berfungsi menampung manusia), dengan melakukan pemetaan pengukuran terhadap tubuh manusia. Dapat jelas terlihat bahwa ukuran tubuh manusia muncul pada angka-angka yang tidak bulat dalam sistem metrik. Namun menariknya, Le Corbusier juga menemukan bahwa proporsi tubuh manusia merupakan golden ratio dan pembagian tubuh manusia dapat diurutkan dalam deret Fibonacci.

Ukuran tubuh manusia dalam The Modulor, digambar kembali dalam bahasa lain.
http://files.myopera.com/Pexu/albums/2625471/2.Le%20Modulor.jpg

Proporsi ini kemudian dikembangkan dan diaplikasikan menjadi “ the Modulor”, sebuah sistem pengulangan panel-panel harmonis (yang juga terinspirasi dari tatami Jepang) berdasarkan rasio tubuh manusia dengan variasi tidak terbatas.

Panel Game dalam buku The Modulor
http://s3.amazonaws.com/data.tumblr.com/tumblr_kz4k7opRTY1qav3uso1_1280.jpg
Poin penting dari Modulor adalah ia mengkonversi sistem metrik kepada foot-and-inch secara otomatis. Dapat diperhatikan dalam tabel berikut:

Tabel 1. Konversi metrik ke foot-and-inch dalam The Modulor. (Le Corbusier: 1951, p.57)
Exact Value in metres
Practical Value
Exact Value in Inches
Practical Value
101.9 mm
102 mm
4.012’’
4’’
126.02
126
4.960
5
164.9
165
6.492
6.5
203.8
204
8.024
8
266.8
267
10.504
10.5
329.8
330
12.980
13
431.7
432
16.997
17
533.9
534
21.008
21
698.5
699
27.502
27.5
863.4
863
33.994
34
Dan seterusnya

Dan seterusnya



Dapat disimpulkan bahwa Le Corbusier telah mencoba untuk menjawab pertanyaan mengenai ketidak proporsional-an sistem metrik dengan memperkenalkan konsep The Modulor. Sistem Modulor ini menjadi sebuah tool yang menjembatani sistem metrik dan sistem foot-and-inch, sehingga kembali dapat ditarik hubungan antara sistem metrik dan proporsi tubuh manusia. Dengan The Modulor, keindahan kembali tersusun oleh irama dan proporsi harmonis seperti halnya pada peradaban-peradaban kuno.

BNE,
18 April 2014

16.4.14

"Wahai manusia! Kamulah yang memerlukan Allah; dan Allah dialah yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu), Maha Terpuji. Jika Dia menghendaki, niscaya Dia membinasakan kamu dan mendatangkan makhluk baru (untuk menggantikan kamu). Dan yang demikian itu tidak sulit bagi Allah. Dan orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Dan jika seseorang yang dibebani berat dosanya memanggil (orang lain) untuk memikul dosanya itu tidak akan dipikulkan sedikitpun, meskipun yang dipanggilnya itu kaum kerabatnya. Sesungguhnya yang dapat kamu beri peringatan hanya orang-orang yang takut kepada (azab) Tuhannya (sekalipun) mereka tidak melihat-Nya, dan mereka yang melaksanakan shalat. Dan barangsiapa menyucikan dirinya, sesungguhnya dia menyucikan diri untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan kepada Allah-lah tempat kembali." QS. Faatir (35): 15 - 18

14.4.14

Brisbane 1, 2, 3, 4, 5

A friend asked me to write things about my student life in Brisbane. It’s pretty awesome after all. Let me check several things and tell you about it.

First, my first impression of Brisbane. Surprisingly, life pace in Brisbane is very very slow. It’s so quiet here. Brisbane may be larger than Bandung, but the number of population is just 2.5 million people. I cannot imagine why they built all the expensive infrastructure if only to accommodate few people. It’s a waste of resource.

Well, when the day is so quiet, the night is frightening. I rarely see other people after sunset. Just one or two when I walked in the neighborhood back in Mount Gravatt. Shops open at 10am and close at 5pm. Some supermarket open from 8am but never earlier, and most of it always close before 6pm. There is Chai's Supermarket in St.Lucia; also Coles and K-Mart in Toowong Village which open until 9am on weekday. And that's it. Forget 24 hours Alfamart, forget 24hours McD, KFC, and Dunkin. Forget 1am Madtari, or 5pm Bebek Boromeus. When you forget to buy your dinner at 5pm, you better check your fridge. If you forget to stock anything last weekend, you better "fasting" for the rest of the night :’(
Brisbane Museum

Second, my first time in Uni. University of Queensland is a little city of Brisbane. It’s a resource of city income (imagine 12,000 international students every year with hundred million rupiahs budget each). There are plenty of international student here. Nevertheless, I’m the first and the only one student from Indonesia who choose to study at UQ. Everybody always asks: why UQ? So I always answer this question with: ‘because I want to have design studio and research elective at the same time’. And that’s what I have here.
Great Court at University of Queensland



As a pioneer Indonesian in Master of Architecture program, I’m different. Being different is frightening and exciting at the same time. Especially because I’m a muslim and wear Jilbab anywhere. Fortunately I met nice native people in my classes during the first weeks. They are open and friendly, most of them are really nice people to talk to. Alhamdulillah. But yes, of course, I came to UQ to study; prior to be a professional architect in the future. So what I need is also people to work together completing many group assignment here.

And Group Assignment,,, is what I call the real challenge.

Group assignment is a place when you have to discuss idea, resource, and problem; and then decide the best solution you may have and how to present it. It means a lot of talking. It means prepare your ears to listen and synchronize your mouth with your brain to deliver arguments. In this semester, I have two group assignments. Both of the group are very diverse. Both include native Australian, Europe Student, Asian, and me (the one with different culture and religion). One thing that sure is they talk very fast! Even to finish one complete meet up with them requires a lot of energy.

Group assignment has good advantages. True. It gives me opportunity to boost my English and learn social culture here. For example what to say with acquaintance and how to differentiate friends you met with introduction (outside classes) and peers. It also gives me understanding that what they have in their brain is not much different with mine. However, group assignment is also annoying because it takes a long time just to decide something. In term of equality, there’s no leadership in the group and it’s hard to maintain that everyone is happy with the decision. Common social issue, I guess, which normally happened when well-used minds have to work together. You will find funny and dynamic life during the group assignment. You may know by then which one is the parrot and who is the real worker.

Third, (which I’d like to highlight here) is Indonesian student in Brisbane. They are awesome! They are dedicated people who often stay whole night studying but they are fun too. Some Indonesian student who study abroad choose to socialize with other culture because they think they have to open their network and be more culturally open. Even some of them avoid too much interaction with “sesama” Indonesia. But what I found here is a bunch of cool people with determined goals in the future. And that goals are for Indonesia, or at least for their family back in Indonesia. For example finding a cure for malaria, neuroscience research, water management, biotechnology etcetera. This fact encourages me to do better and more focus on my own study. I don’t need to hang out with foreign student just to be cool or widen my personal network (except if it helps my goal for Indonesia). I want to deliver a real work. So, I really proud of you guys and it’s really nice to know all of you.

Fourth, about the food. Halal food is everywhere (but you have to dig and search carefully with your eyes). Later I will write a list of halal food in Brisbane and prayer spaces for muslim. Here I will tell you that food is an easy thing to manage (especially if you are a natural cook, while I’m not, but I'm fine). Funny thing is, vegetables and fruits are more expensive than meat. Grapes cheaper than bananas, even cheaper than cucumber. LOL. Olive oil costs not much different with vegetable oil. So I obviously choose olive oil and canola oil. We found tempe here. And there’s Chinese shop in Fortitude Valley called Yuen which sells many Indonesian food from Teh Sosro Kotak to Jahe Wangi, from Bumbu Inti Kokita and Kecap Bango to Agar-Agar Swallow Globe. I even found Tolak Angin. I will explain it later. InsyaAllah.

Fifth, free stuff. There’s plenty of it! Always check any expo and any campus event with sponsor, and you may get bags, water bottle, dolls, pens, popcorn, free drinks, snacks, cotton candy, saving box, free photo box, sunglasses, t-shirts, toys, hats, free ice-cream, etc. After nine times using the GoCard (digital ticket card for buses and trains in Brisbane), you will get free ride for the rest of the week. If you attend pengajian, you will also get free proper meal (it would be better if you share your plates too, though). There’s free cinema for festival movies in GOMA (Gallery of Modern Art) every Monday, Wednesday, Friday, Saturday, and Sunday. Also free postcard there. And sometimes you may get free tickets to some famous exhibition and recent movies. Just remember to get all this things.

Yay! Hasil tangkapan Market Day

Ok, It’s time to go back to do my assignment. I’ll be back.