3.9.10

Birds are Singing in Dago Car Free Day, Bandung

Every Sunday, you can enjoy the Dago Car Free Day with all the friendliness of Bandung. You'll get many shows and attractions, you'll be able to talk and meet some new friends, you could enjoy the beauty of Bandung's traditional culinary, and you'll get some fresh air!

One of my favorite is sitting down under SMANSA's Beringin Tree. It was a very different space in town, i feel. You'll hear the birds, you'll see many pretty yellow butterflies, and you should take a very very deep breath to relax there. Under shadows and lines of light which through the Beringin leaves, you can watch and run after those birds siluet moving quickly. I love these moments. Please wait till i could upload the photo.

30.8.10

De Ranch Lembang, Being Indo-Cowboy

Are you in Bandung today? or planning to visit Bandung? wanna get some refreshing place? Here... De Ranch Lembang for you! I ever go there and i want to share some photos..

Located in Lembang, North Bandung, West Java, Indonesia.

How to get there? (with public transportation)
You can go with any 'angkot' until Ledeng Terminal (You can stop a Caheum-Ledeng angkot or Margahayu-Ledeng angkot), continue with Ledeng-Lembang angkot, drop at Lembang, use Delman to De Ranch. Have fun!

Ticket: Front gate Rp 5.000,- (Free milk/yogurt); Horse Riding Rp 15.000,-; Blackpepper/Cheese Sausage Rp 10.000,-
De Ranch

Free Yogurt/Milk


Before Riding

Picnic Lake

Greet the Cow

Aaaa...

Misty Dust

Hi, Dude!

29.8.10

Edelweiss





Aku ingin Edelweiss...

28.8.10

7 Prinsip Arsitektur Kontekstual dalam buku Responsive Architecture

Ada beberapa hal penting yang harus saya gunakan dalam perancangan AR 4000. Studio AR 4000 kali ini mengutamakan bagaimana mendesain yang baik dalam suatu rona lingkungan tertentu, dan saya kebagian golongan kawasan yang dikatakan marginal. Kasus yang saya dapat adalah me-redesin pasar balubur baru, yang berlokasi di Jalan Tamansari, depan Gedung Annex ITB, di Selatan Jalan Layang Pasupati, Lembah Sungai Cikapundung, Bandung. Menurut buku Responsive Architecture dari Ian Bentley, Alan Alcock, Paul Murrain, Sue McGlynn, dan Graham Smith, 7 poin penting untuk design yang responsif adalah:
  1. Permeability, kemudahan akses dan sirkulasi.
  2. Variety, ada beberapa fungsi berbeda dalam satu bangunan atau satu kawasan.
  3. Legibility, ada bentukan yang mudah diidentikasi dan membantu kemudahan orientasi.
  4. Robustness, ada ruang-ruang temporal, dapat difungsikan untuk berbagai aktivitas yang berbeda pada waktu yang berbeda.
  5. Richness, kekayaan rasa dan pengalaman melalui perbedaan material, susunan ruang, dll.
  6. Visual Appropriate, mampu mengidentifikasi fungsi bangunan dengan melihat fisiknya, sekolah tampak seperti sekolah, rumah sakit seperti rumah sakit, mall seperti mall.
  7. Personalization, melibatkan partisipasi komunitas serta adanya interaksi antara manusia dan lingkungan.

Practice English, Be Fool and Brave

When i work in the design studio, where i formally do my design process, my group and I trying practice english everytime. It's funny to listen how we talk to each person and then speechless on an easy word.

But English, like also Japanese, Korean, and formal Bahasa, is fun to practice! Even when we're taking it seriously, we're smiling and feeling so silly, and then we can't help laughing. Practicing English is soooo important. So this is my tips:

  • Do it together with your friend. Make an agreement of an English day or an English zone, then try to execute it. The choice is execute or being executed.
  • Do not laughing on your friend's fault, smile and correct it. But, actually you could laughing at your self for fun.
  • Do not use the dictionary. Just ask your friend the vocabulary you need, and use your imagination to understand everyone.
  • Be brave, open up your mouth and talk. Just talk in every simple thing you think, and enjoy!
  • Practice with more quote from movies or books, to give you more vocab and structure.
  • Do it everyday!

4.8.10

Book Review: Kakak Adik Hati Singa - Astrid Lindgren


Buku ini adalah buku anak-anak dengan gaya bahasa sederhana, dengan tutur cerita sederhana, dengan deskripsi yang sederhana pula. Tapi bayangkan, di halaman ke lima saya sudah menangis! Mengalahkan rekor The Noticer yang membuat saya menangis di halaman ke 10-12.

Kisahnya sangat unik memang, dan berani. Saya tidak akan mungkin mengarang cerita semacam ini sebab dapat membuat anak-anak berpandangan keliru tentang surga dan kematian. Tapi bagi seorang Astrid Lindgren, yang tengah menulis cerita dongeng, yang akan menghibur anak-anak yang saat ini sedang divonis meninggal tak lama lagi, tentu sah-sah saja.

Karl Hati Singa, tokoh utamanya, adalah seorang anak penakut penderita polio atau semacamnya, yang tahu bahwa hidupnya tak lama lagi. Namun ia bisa menerima kenyataan itu sebab kakaknya Jonatan Hati Singa yang tampan dan baik hati bagai pangeran telah mneghiburnya dengan cerita tentang Nangijala.

"Tahukah kamu ke mana seseorang akan pergi setelah ia meninggal?"
"Tidak, kemana?"
"Mereka ke Nangijala"

Gambaran Nangijala mirip dengan surga, tapi lebih tepatnya ia adalah dunia dongeng. Karl dan Jonathan Hati Singa mengalami petualangan hebat di Nangijala. Dan rasanya seperti hidup kedua kalinya sebab mereka juga bisa mati di Nangijala. Kalau di dunia nyata Karl menderita penyakit mematikan, di Nangijala ia sehat dan bisa melakukan banyak hal termasuk berburu dan berenang. Kalau di dunia sebelumnya ia penakut, di Nangijala Karl kecil menjadi pahlawan pemberani yang melawan Katla.

Kemanakah mereka pergi jika mereka sampai mati di Nangijala? Hm... jawabannya silahkan dibaca dalam buku kecil ini. Secara mengejutkan, ternyata ide film Inception mengenai hidup yang berlapis-lapis juga ada di dalam imajinasi Astrid Lindgren. Saya secara pribadi merasa ngeri, sebab lama kelamaan mati untuk mendapatkan kehidupan menjadi hal yang biasa. Orang jadi sengaja membunuh dirinya untuk mendapatkan kehidupan yang sebenarnya, atau yang mereka kira kehidupan yang sebenarnya.

Laporan Perjalanan Karimun Jawa, Part 1

Seperti biasa, ini termasuk hal yang wajib saya lakukan seusai perjalanan. Tara! Menulis laporan perjalanan. Seperti biasa juga, jam2 di bawah ini hanya berupa perkiraan dan mungkin kegiatan yang tertulis bukan hal yang penting2 amat.. hanya laporan.. :). Please, enjoy it guys!

Hari 1: Minggu, 25 Juli 2010

17.30 = kumpul di masjid salman, berkenalan, menunggu adzan maghrib, sholat maghrib dijama’ isya, lalu ke pool kramat jati dago, dan brangkat!

- Tiket bis brangkat Rp 75.000/orang termasuk kupon makan di dalamnya.

20.00 = merasa lapar, lalu mendapat snack berupa roti isi selai kacang yang dibungkus plastik dan kotak sterofoam! betapa borosnya kemasan ini untuk sebongkah roti kacang… hh..

21.00 = mampir ke rumah makan dan antri makan malam sambil membawa2 kupon. Menu seadanya, dan beda2 tergantung kamu baris di urutan ke berapa.

Hari 2: Senin, 26 Juli 2010

07.00 = sampai di pelabuhan jepara. Hahay. Makan nasi soto-sop. Dan nongkrong.

- Nasi soto-sop Rp 4000,-/porsi
- Toilet Rp 1000,- sampai 3000,- tergantung keperluan.

08.20 = naik kapal ferry MURIA. Mencari tempat duduk dan mengunggu kapal berangkat.

- Tiket ferry udah termasuk dalam paket liburan ini. Harga paketnya Rp 375.000,-/org

09.00 = kapal berangkat. Putra bilang, dia liat ikan loncat waktu kapal berangkat ini.

11.00 = bosan dan ngantuk... akhirnya bergabung main uno bersama sre, rudy, ridwan, ryo, karmen, dan rido, lalu putra dan albert. hehehe... dan hampir selalu kalah. Kalah ini ada hukumannya pula, pertama2 hukumannya makan kacang beserta kulitnya (kena 2 kali).. trus karena alasan kesehatan diganti jadi truth or dare (kena 2 kali juga.. haha).

13.00 = selesai dengan uno, nongkrong di sisi kapal dan mengganggu tidur bundo dan luke dengan banyak pertanyaan. Mengharap bisa ngeliat ikan loncat atau paus atau lumba-lumba, tapi hanya ketemu SATU burung camar.

14.00 = pura2 tidur, gagal, berdiri memandangi pulau karjaw yang mulai kelihatan.

15.00 = Sampai di karimun jawa! What a day! Kami disambut oleh Mas Alex dan Via yang udah lama nunggu di sana. Via naik kapal karjaw dan perjalanannya hanya dua setengah jam. Ck ck.. maklum muria kelas ekonomi.
Malem ini nginep di rumah penduduk dulu… Kami yang bersemangat dan kebagian giliran mandi pertama, ya mandi. Yang nggak nongkrong di teras.

17.00 = makan sore di alun2… mencoba baso ikan dan foto2 di dermaga kecil sambil menikmati sunset di balik awan nun jauh di sana. Lalu balik ke rumah penduduk tempat kita numpang.

- Baso ikan Rp 6000.-/porsi
- Tela2 Rp 3.500,-/porsi

19.00 = kembali diantar naik mobil bak terbuka ke alun2… pesan ikan bakar yang lamanya seabad, dan mendapat pengalaman 'berharga' jalan2 di pantai yang kecil dan sepi.. idih… hahaha

- Ikan bakar + nasi Rp 12.000.-/ porsi
- Es Teh manis Rp 2.500,0/gelas

22.30 = sampai di rumah, bawa oleh2 bau asap di seluruh tubuh, mandi, dan akhirnya tidur dengan benar.

Hari 3: Selasa, 27 Juli 2010

04.30 = merasa sudah benar2 bangun, lalu beranjak cuci muka, sikat gigi, subuh, dan nongkrong.

05.30 = mencoba memanfaatkan waktu dengan jalan2 di pantai sisi lain dermaga bareng sre, raras, iid. Ketemu bapak2 dan ibu2 yang sedang naik ayunan bareng di pantai resort… sweet deh.

07.00 = balik ke rumah, papasan sama rombongan lain yang mau brangkat ke pantai.. (muti, rere, rudy, putri, luke) haha.. shift2an. Setelah sampai kita ganti baju dengan kostum snorkling.

07.30 = sarapan di warung bu ester sama muti, karmen, dan raras. Hm.. segelas besar susu hangat dan ketan goreng.

- susu Rp 4000,-/ gelas besar
- ketan goreng Rp 1.250/ buah
- kalau makan nasi+telur Rp 5.500.-
- kalau makan nasi+telur+sayur Rp 6.500,-

08.00 = balik ke rumah, papasan lagi sama rombongan yang mau makan (karmen, rido, ryo, ridwan, albert, dan putra).

08.30 = kami semua dijemput dengan mobil bak terbuka ke dermaga. Oh ya, belum juga naik kapal udah gerimis poyan. Hm.. cuaca yang aneh dimulai..

09.00 lebih sekian = akhirnya, naik perahu dan berangkaat!

Pulau 1:
Ngga nyangka pertama snorkling langsung ke penangkaran hiu dan penyu di pulau menjangan besar! Snorkling aja belum bisa udah ditambah hiu2 mengerikan. Tapi untung ada life vest, dan ternyata hiu2nya memang sudah kenyang... mereka sama sekali ngga peduli dengan daging2 segar berkeliaran. Sayang, ngga sampai berani pegang hiunya. Ryo bilang kulit hiunya agak kasar.

Pulau 2:
Ngga tahu nih pulau apa yang kita datangi... Viaaa, tell me please.
Tapi ini pertama kalinya kita menyelam di laut beneran... seru seru seru! Ngasih makan ikan supaya mendekat, menemukan putri malu air, nemo, dori, dan bulu babi. Hahay... menyenangkan. Pas lagi asyik2 snorkling, tiba2 turun hujan. Semuanya mendekat ke kapal dan sempet salah naik ke kapal orang. :D

Masih Pulau 2:
Kita ngga snorkling lagi tapi main air di pantai.. foto2, menemukan ikan putih transparan, cari kerang dan fosil bunga laut, lalu makan siang ikan bakar... kali ini kita ngga perlu nunggu lama ikan bakarnya. Soalnya kita sendiri sibuk main ngitem2in kulit.. :) Pasirnya putih banget.. dan ryo menawarkan diri untuk dikubur hidup2… haha

Pulau 3:
Sebenernya kita ngga terlalu deket pulau waktu snorkling yang satu ini. Serasa berada di tengah laut. Dan relief dasar lautnya sangat penuh dinamika naik turun. Kadang kita ngga liat apa2 di dasar, kadang karangnya udah di bawah perut atau di depan mata hampir ditabrak. Ck..ck.. paling aman ikutin mas2 guidenya yang udah jago. Tapi dia berenangnya cepet… sampai kram 3 kali ngikutinnya…

Pulau 4:
Ngga snorkling, soalnya banyak ikan pari katanya. Lagipula sudah cukup kram di betis dan telapak kaki untuk ditanggung. Hahaha… jadilah kita foto2 dan main di pantai. Tapi cuma sebentar, setelahnya dipanggil untuk balik ke karimun jawa…

18.00 = sampai di dermaga, lalu diantar ke Roemah Emak. Mandi deh giliran pertama. Malam ini makan malam di penginapan (ikan lagi), dan saking capeknya, langsung jatuh terlelap ngga bergerak sampai pagi.

---bersambung---

Laporan Perjalanan Karimun Jawa, Part 2

Sebelum tidur hari selasa kemarin, kami sedikit merasa bosan karena terus menerus snorkling. Tapi ketika bangun pagi di hari rabu ini, ada sedikit rasa sedih karena ini hari terakhir kita snorkling.

Ini lanjutan cerita perjalanan kita di dunia mimpi, guys. Semoga cukup mewakili… :))

--------------------------
------------------------------------------------------------------

Rabu, 28 Juli 2010

04.00 = hari dimulai. bangun dengan bonus pegal2 seluruh tubuh, plus kram betis yang belum pulih.

06.30 = setelah nongkrong ngga karuan sampai setengah enam, akhirnya diputuskan memulai pencarian susu Ultra bersama Muti. Rencana awalnya mau jogging juga untuk ngilangin sakit badan… tapi akhirnya hanya lari sekitar 300 meteran... Hahaha. O ya, Kami papasan dengan rombongan anak SD yang lari pagi juga.
Kami nongkrong di pohon keramat balai kota, terus kami mengikuti arah orang2 berpergian, dan ternyata mereka semua menuju pasar. Pasarnya kecil, dan kelihatannya belum selesai dibangun. Di dalamnya ada jajanan2 enak (ketan goreng, getuk, martabak mini, gorengan, pastel, dll), baju, keperluan sehari-hari seperti sabun, sayuran, buah, beras, bumbu2, dan tentu saja ikan.
- susu diamond coklat Rp 4.000,-
- antangin Rp 2.000,-
- shampoo Rp 500,-/pcs

07.30 = balik ke Roemah Emak, papasan dengan rombongan yang mau ke pasar juga (iid, luke, raras, putri, rudi, rere, putra)

08.15 = semua sudah kembali ke penginapan, dan kita rame-rame merayakan ulang tahun Putri ke-19! Asyiknyaa… sederhana tapi berkesan kan Puuut… kuenya bukan kue ulang tahun beneran, tapi roti bakar yang dibeli di alun2 malam sebelumnya. Walau begitu, ulang tahunnya ‘kan di Karimun Jawa! Happy birthday, Putri! :D

08.30 = sarapan nasi goreng seafood, telur dadar, dan tahu Karjaw yang enak, plus teh manis; ditraktir Putri! Hehe.. habis itu mainin mainannya putra dan bikin dia nyangsang di atap bangunan. Terus, kalau ngga salah anak2 cowok pengen liat kamar kita di atas... dan terjadilah produksi foto2 skandal Ryo dan Amel di balkon kamar... hahah



09.00 kira2 = berangkat ke dermaga untuk snorkling hari ke-2.

Hari ini cukup cerah dan kita pergi ke arah Barat. Mas Alexnya kali ini ikut, dan bawa kamera underwater yang sangat penting itu. Sayang hari kemarin dia lupa bawa, jadinya kita ngga punya foto underwater hari pertama.

Perjalanan ke pulau pertama cukup lama… kira2 jam setengah sebelas baru sampai di perhentian pertama. Tapi gelombangnya besar. Kita kayak naik kora-kora ke kanan dan ke kiri diguncang oleh ombak.

Pulau 1: Pulau Kecil
Pulau ini memang kecil... tapi indah banget sumpah. Dan snorkling di sini laamaaa banget. Hampir semuanya belajar menyelam, dipelopori Ridwan dan Luke. Ternyata, aku juga bisa snorkling tanpa life vest. Tapi waktu diajak nyelam sama mas2 guidenya, ternyata ngga kuat nyelam terlalu dalem… sakit! Hahah…

O ya di sini ada ubur2. Pertama kalinya lihat ubur2 pink di laut dengan mata kepala sendiri. Ubur2nya kecil, tapi tetep aja sengatnya ganas.

Setelah capek snorkling dan belajar nyelam, dan annoying group di kapal sebelah kayaknya udah ngga sabar nungguin kita puas renang, akhirnya kita berjalan menyusuri dek menuju pantai. Pantainya puuuutiiih banget. Dari atas dek Rere, Putri, Via dan aku sempet lihat ikan cucut pedang kecil2 dalam air yang jernih. Juga serombongan schoolfish di atas pasir putih! Kami makan siang ikan bakar lagi di sini, main di pantai, dan foto2.


Pulau 2: Pulau Tengah
Iid, Muti, aku, Sri, dan Ridwan, ketinggalan rombongan snorkling karena mampir sholat dulu di pulau. Pulaunya penuh pohon kelapa dan buahnya banyak banget. Hmm...

Kami nyusul snorkling sendiri, dan karenanya kali ini ngga ada pelampung biru tempat bergantung.

Two thumbs up buat Srie, Muti, dan Raras karena perjuangan mereka mengelilingi sisi pulau! Padahal Sri udah pegel banget dari awal, tapi dibantu Muti akhirnya sampe juga di tepi pantai… kalian sweet sekali. Raras juga. Snorkling dua kali… bahkan sekali tanpa pemandu dan sendirian… ck ck... O ya, begitu sampai pantai, di depan muka Amel ada bintang laut. Kupegang dan kupindah ke pasir karena kukira udah mati, ternyata bergerak, jadi dibalikin ke laut setelah difoto.

Di sini juga banyak ubur2. Raras, Amel, Ryo, Albert, dan entah siapa lagi kena sengat ubur2. Tapi, kena ubur2 sepertinya pengalaman berharga juga. Haha.

Kelapa mudanya habis! Diborong rombongan kapal sebelah sepertinya. Ck ck… jadilah kita makan gorengan dan minum teh di tepian dek yang teduh sambil ngasih makan ikan2 di bawah. Kata Rudy, tehnya asin. Hahaha…

Pulau 3: Pulau Gosong
Kita ke sini sore hari, soalnya menunggu air lautnya surut dulu. Kenapa harus menunggu airnya surut? Haha.. karena kalo airnya ngga surut ya pulaunya ngga ada. Pulau gosong yang kita pijak ini hanya sepetak pantai pasir putih di tengah laut dan luasnya kira2 hanya seluas lapangan basket lebih sedikit! Sama sekali ngga ada apa2 lah di pulau ini kecuali pasir. Tapi kita tetep aja main dan foto2. Seandainya bisa difoto dari atas langit… tapi sewa heli mahal. Haha

Ridwan sempet mendadak sirkus: dia salto buat jadi objek foto para pemegang kamera. Terus kita semua sempet berlatih bikin batu mantul di permukaan air. Rere ternyata jago loh…

Aku Muti dan Iid sempet mencoba bikin pulau gosong mini di sisi pantai. Akhirnya yang berhasil bikin pulau Bundo, dan Muti berhasil bikin lubang gede di pantai buat jebakan. O ya, di sini, hati2 aja kalo ada yang duduk di pantai lama2, karena kita ngga tau dia lagi pipis atau ngapain. Hahaha…

Ketika sudah semakin sore, dan sepertinya pulau gosong ini akan segera menghilang lagi ditelan pasang, kita balik ke Karimun Jawa. Aku sempat melihat ikan loncat, cepat sekali, akhirnya! Tapi ditunggu2 sampai kapan pun ikan itu ngga muncul lagi dan cuma itu pertama dan terakhir kalinya liat ikan muncul dari laut karimun jawa.

Kita menikmati gelombang cihuy selama beberapa jam, dan menikmati suasana sunset di kapal, serta menyanyikan lagu2 nasional hingga ending ke lagu Mentari. Indahnya Karimun Jawa...


18.00 = sampai di dermaga. Kita foto2 dan memandang senja, lalu kembali ke Roemah Emak. Seperti biasa kita antri giliran mandi, sholat, dan istirahat.

20.00 = makan malam tumis seafood dan sayuran, plus tahu Karjaw dan teh manis. Lalu dipelopori Rudy ngerjain Febryo. Hehehe.. bocil banget deh kita semua! Waktu itu Mas Alex lagi pergi mengurus kapal yang kecelakaan di tengah laut, jadi Ryo yang lagi ditoilet kita tinggalin sendirian sementara kita kabur ke dermaga dengan tertawa-tawa tertahan. Tapi rupanya kita terlalu berisik begitu sampai di dermaga, hahah… jadinya gampang aja si Ryo mendengar dan nyusul kita ke dermaga. Tapi sebenernya dalam hati deg2an kan Yo… hahaha..

Kita sebenernya berencana main kembang api di dermaga, tapi anginnya terlalu kencang sampai2 ngga bisa nyalain lilin. Kita cuma foto2 bulb pake 500D putra bikin berbagai tulisan, dan meniru iklan im3 buat Karmen dan Ridho.


21.00 mungkin = balik lagi ke Roemah Emak dan main kembang api! Di sini ada insiden dengan kembang api besar yang kedua dipasang. Tabungnya jatuh mendatar sehingga kembang apinya meluncur ke samping dan meledak kayak bom! Hahaha.. gila gila. Kita ngga tau tuh kena tetangga apa ngga. Kayaknya sih ngga. Tapi kalo ada tetangga yang ngedenger jeritan mengerikan kita, yang selalu diikuti ketawa gila setelahnya, pasti ikut ngeri dan bertanya2 kita ngapain. Hahaha… Untunglah mendatarnya pas banget ke sisi yang ngga ada orang dan benda2nya. Kita cuma jantungan dan shock aja… ngga sampe luka fisik.. haha. Ulang tahun Putri berkesan banget Puuut… :DD ------------------link video http://www.facebook.com/video/video.php?v=1536476861189&ref=mf


22.00 mungkin = kami nyobain foto bulb bikin tulian I <3 KARJAW pakai kembang api dan sukses! Lalu ngabisin sisa kembang api, dan tidur dengan bahagia walau jantung ngga beres! :D


Kamis, 29 Juli 2010

05.30 = bangun pagi, tapi sama sekali ngga beranjak dari airbed. Pengen tidur lagi sampai besok... tapi ditabung keinginan tidurnya buat di feri.

05.00 = akhirnya beranjak cuci muka, sikat gigi, subuh, dan mulai packing. Cowok2 pergi beli sarapan, kita cewek2 yang pasti lama packingnya hanya bisa nitip. Hehe…

07.00 = baru selesai packing! Hahaha… lama ya. Trus sama Muti nyari aqua botol dan perbekalan buat di kapal, papasan sama Ridho di jalan.

07.30 = kembali ke Roemah Emak, dan langsung disuruh naik pick up untuk berangkat ke dermaga. Cewek2 nge-take tempat duduk duluan.

08.00 = Muria yang super lambat ini akhirnya berangkat… kita sarapan di kapal, dan tidur beberapa jam di awal. Setelahnya kita nonton infotaintment dan sinetron karena TVnya pas di depan muka. Baru satu jam terakhir lapak uno dibuka, dan kita (aku, Putra, Rudy, Albert, Iid) main beberapa putaran. Kali ini aku menang lah beberapa kali… hahah..

14.00 = Sampai juga di jepara, lalu rapat keuangan beberapa lama, dan sholat.

15.00 = Berjalan kaki ke terminal, dan sempet salah jalan dulu dong… Haha. Sore itu panas dan silau, jadi ngga terlalu menikmati perjalanan. Tapi di kanan kiri jalan ada tambak budi daya air payau, dan turbin2 kecil, dan jajaran pohon yang miring. Setelah sekitar 5 kilo berjalan, kita sampai di terminal.

16.00 = makan sore (ikan lagi), menunggu bis Kramat Jati

16.30 = bis datang! Naik bis dan berangkat. Tak lama setelah bis berjalan, langsung tidur.

19.30 = terbangun tiba-tiba dan menatap sejalur lilin-lilin kecil yang keren sekali (sebenarnya lampu jalan), berkelok-kelok dan seperti ngga berujung. Lalu mengagumi keindahan Indonesia Power di malam hari, dan ngobrol seru bersama Luke. Mulai dari cerita backpack jogjanya Luke sampai cerita zaman perjuangan kemerdekaan. Mulai dari pilihan mata kuliah hingga Bumi Manusia. Mulai dari roti merek Singa Pure dan air minum Class sampai sejarah uang. Mulai dari wirausaha sampai politik. Mulai dari rokok Sukun sampai Lapindo. Mulai dari ngerumpiin dosen sampai cita-cita mengubah dunia. Huah… lengkap sudah rasanya perjalanan ini. Hahay.

21.30 = mampir rumah makan dan sholat. Lalu sempet hampir ditinggalin di sana sendirian! Untung ada tas berisi hape dan dompet di tangan. Kalau cuma bawa diri rasanya bakal panik setengah mati. Haha.. Pas udah naik bis lanjut lagi deh rumpi sampai tidur.


Jum’at, 30 juli 2010

04.00 = bangun dan merasa bosan karena tidur melulu, juga bosan karena bisnya ngga maju2. Entah nih sopirnya mampir untuk apa.

05.30 = akhirnya sampai juga di Bandung, tapi karena bisnya ngga mampir jalan dago seperti seharusnya, kita turun di balubur depan annex. Karmen Ridho udah turun di jalan Ambon, sementara Ryo ikut bis sampai pasteur. Kita semua mencar2 naik angkot masing-masing… Dan berakhirlah liburan kita yang ngga terlupakan di Karimun Jawa tercinta… Perjalanan semacam ini memang diperlukan, dan terasa atau tidak, ia selalu membawa perubahan yang berharga di dalam diri. Dan juga membawa teman baru! :) Thanks All… atas perjalanannya. Terima kasih banyak, Raras si Kepala Suku…

17.7.10

Sweet Things

Jadi ingat, dulu di suatu tempat pernah membaca beberapa hal tentang persahabatan:

Sahabat ngga akan menertawakanmu, dan memakai sepeda barumu sebelum kau izinkan.

Sahabat punya cara untuk membuatmu tertawa saat menangis.

Seorang sahabat tahu, kejujuran lebih penting daripada pujian.

Sahabat akan membuatmu berpikir dua kali sebelum melakukan hal bodoh.

Sahabat akan membuat hukuman terasa seribu kali lebih ringan.

Sahabat tidak akan pernah membicarakanmu di belakang.

Sahabat akan lebih waras menerima masalahmu daripada para ibu.

Punya sahabat dengan tinggi dan berat badan yang sama, berarti isi lemari baju kita menjadi dua kali lipat.

Punya sahabat dengan hari lahir yang sama, berarti pengeluaran sekaligus pendapatan kita berkurang.

Sahabat tidak akan mencoba mengalah padamu saat pertandingan.

Sahabat tidak memberimu coklat saat kau sedang berdiet.

Sahabat punya seribu cara, untuk membuktikan bahwa ia seorang sahabat.

3.7.10

Mencicipi Pengetahuan: Isu Kenaikan TDL dan Pembangunan PLTSa Gede Bage!

Tidak sengaja, karena ajakan Sri Suryani, saya duduk sebagai pendengar dalam salah satu kajian mengenai kenaikan tarif dasar listrik di selasar TVST hari Kamis kemarin. Dalam kajian itu, saya mencoba menjadi pendengar yang baik, karena saya setidaknya merasa buta terhadap informasi seputar TDL ini. Sungguh kenyataan yang ironis mengingat saya adalah mahasiswi Arsitektur semester 6, seseorang yang bidangnya sangat berhubungan dengan penggunaan listrik (setiap bangunan sekarang menggunakan listrik kan?) setiap harinya. Satu-satunya informasi yang pernah saya dengar adalah berita mengenai rencana pemerintah berminggu-minggu lalu untuk menggratiskan penggunaan listrik 450 watt dengan konsekuensi penggunaan listrik dengan daya yang lebih tinggi mengalami kenaikan tarif. Dan sayangnya, saya tidak tergugah untuk menggali lebih dalam.

Kemudian dengan sedikit ketertarikan, hari Jum’at kemarin saya ikut bersama Susan Hanuningrum Krisanti dan Kania Prita Anggriany menghadiri acara (walhi jabar) screening film tentang inseminator dan rencana lama pemerintah untuk mendirikan PLTSa Gede Bage. Woo... guess what… lagi-lagi saya menjadi pendengar yang baik karena merasa buta terhadap informasi ini. Sungguh miris mengingat saya adalah salah satu warga yang tinggal di sekitar Gede Bage! Satu-satunya informasi yang pernah saya dengar adalah berita koran bertahun-tahun lalu (!) mengenai rencana PLTSa yang tak pernah terwujud ini.

Baiklah, karena saya sudah mencicipi sedikit mengenai hal ini, saya merasa setidaknya saya harus berbagi. Bukan tentang TDL, karena tidak banyak yang saya dapat dari kajian singkat hari itu, tapi tentang inseminator. Saya tidak cukup pintar untuk ingat mencatat selama diskusi, tapi ada beberapa hal yang saya ingat. Dan ada google. J

Intinya, proyek pembangunan inseminator alias pembangkit listrik tenaga sampah ini sudah diberitakan sejak beberapa tahun yang lalu. Namun warga sekitar kawasan yang direncanakan akan menjadi pabrik sampah tersebut menolak mentah-mentah, karena mengetahui dampak buruk dari pabrik pembakaran sampah ini. Tidak hanya sangat mungkin menghasilkan dioksin dalam proses pembakaran, namun juga akan menghasilkan abu sisa yang termasik golongan B3, yang kedua-duanya bersifat membahayakan keselamatan umat manusia. Dioksin adalah racun terparah kedua setelah radiasi nuklir, yang bahkan dalam pembakaran 8000°C masih mungkin terbentuk (saat cooling down). Tidak terbayang oleh saya apa yang akan terjadi pada masyarakat sekitar, jika racun dioksin dan abu B3 ini bertebaran di sekitar mereka. Bukankah kasus Minamata dan Buyat adalah contoh kasus pencemaran yang terlalu buruk untuk terulang kembali? Mengenai bahaya PLTSa ini, silakan baca lebih lanjut di http://walhijabar.wordpress.com/2010/05/15/petisi-stop-rencana-proyek-pltsa-gedebage-bandung/

Ketika kita tahu betapa PLTSa ini adalah alternatif solusi yang terburuk, lantas mengapakah pemerintah memilihnya? Dalam diskusi 2 Juli 2010 kemarin dikatakan, bahwa pemerintah memerlukan solusi jangka pendek untuk memecahkan masalah pengelolaan sampah Kota Bandung ketika kontrak TPA Sarimukti habis di tahun 2011 nanti. Solusi 3R (Reduce, Reuse, Recylce) adalah solusi ideal yang mungkin diimplementasikan dalam jangka menengah dan jangka panjang. Namun solusi jangka pendek, untuk masalah yang mendesak ini, harus ada dan segera diwujudkan. Ingat peristiwa Bandung Lautan Sampah ketika TPA Leuwigajah meledak? Hal itu sangat mungkin terjadi lagi.

Masalahnya adalah sampah kita, sampah seluruh warga Bandung. Sudah bukan zamannya menggantungkan nasib pada pemerintah mengingat PLTSa inilah yang mereka tawarkan sebagai solusi. Lagipula, berdasarkan pengalaman, berapa banyak sih proyek yang benar-benar memihak kepada masyarakat kita? Ini sampah kita, yang hampir-hampir menjadi penghasil racun kedua paling berbahaya di lingkungan kita. Solusinya harus keluar dari diri kita sendiri. Ketika pemerintah beranggapan bahwa 3R adalah solusi jangka menengah, kita harus menunjukkan kalau ini adalah solusi yang bisa dibuktikan dengan cepat. Membuktikan hal tersebut tak bisa sendiri, tapi harus bersama-sama dalam satu komunitas yang luas dan terus berkembang. Kita bisa mulai melakukan pengurangan sampah dengan membawa bekal, mengurangi pembelian produk dalam kemasan, dan melakukan pemilahan serta pengelolaan sampah sendiri, dari rumah sendiri. Saya punya beban moral dengan menulis ini, yang berarti saya juga harus memulainya. Tapi hal ini adalah hal yang sangat penting dan sering kita lupakan. Di masa depan, ketika 3R ini berhasil, keberadaan TPA akan menjadi sesuatu yang ketinggalan zaman. Sampah tak lagi menjadi beban, tapi sesuatu yang bisa kita berdayakan selalu. Semoga. Amin.

1.7.10

MAHASISWA MANDIRI, untuk BANGSA YANG MANDIRI

Seseorang yang bijak pernah berkata, untuk melihat seperti apa kondisi suatu bangsa 20-30 tahun ke depan, lihatlah kondisi para pemuda bangsa tersebut sekarang. Ada begitu banyak anak muda di Indonesia, puluhan juta rasanya. Namun dari sekian banyak pemuda, hanya sekitar 2 juta orang yang berkesempatan mengenyam pendidikan tinggi. Sehingga bisa dikatakan, mahasiswa adalah pemuda pilihan bangsa yang sangat beruntung, sekaligus sangat bertanggung jawab terhadap masa depan bangsa.

Hanya ada sedikit orang dari 200 juta penduduk Indonesia ini, yang disebut mahasiswa, yang disebut sebagai pemuda pilihan bangsa. Jelas, orang-orang terpilih ini merupakan pemikul tanggung jawab atas kondisi bangsa di masa depan. Tanggung jawab yang memang terasa berat, namun demikianlah kenyataannya. Ketika pemuda pilihan bangsa saat ini sibuk besenang-senang dan berpikiran pendek, maka bangsa ini tidak akan pernah maju.

Saya pernah membaca buku anak-anak impor yang berjudul Anne of Avonlea. Kisah ini menceritakan seorang gadis muda pertama di Pulau Prince Edward, Canada, yang melanjutkan sekolah di perguruan tinggi. Ketika lulus, yang dilakukan gadis itu adalah kembali ke desa untuk mengajar, lalu bersama teman-temannya membentuk Kelompok Pengembangan Desa Avonlea. Kelompok ini membangun desa, dengan cara-cara yang tidak pernah terpikirkan oleh penduduk desa tua yang tinggal, dan menjadikan desa itu tempat terindah dan pilihan pariwisata favorit, di seluruh pulau.

Kisah di atas menjadi contoh apa yang bisa dilakukan oleh para pemuda, dalam hal ini mahasiswa, untuk kemajuan suatu bangsa. Apa yang diharapkan oleh bangsa kita di masa depan, ingin menjadi seperti apa dan ingin berbuat apa, memerlukan andil dari mahasiswa di saat ini. Ketika kita ingin bangsa yang mandiri, maka dibutuhkan usaha mahasiswa saat ini untuk menjadi mandiri.

Namun, bisakah mahasiswa Indonesia ini menjadi generasi yang mandiri? Pertanyaan ini muncul dengan latar belakang harapan dan kekhawatiran. Ada kekhawatiran mahasiswa masa kini terlalu manja, terlalu nyaman dengan keadaan, terlalu mengalir bersama situasi, dan terlalu instan. Hal ini bisa kita lihat dari berbagai media yang membawa gaya hidup instan dan bersenang-senang. Selain itu juga ada paradigma yang terlanjur berkembang di kalangan mahasiswa untuk bekerja di perusahaan asing demi pendapatan yang tinggi. Jika demikian, jika semua pemuda pilihan negeri memilih untuk membangun negeri orang, bisakah Indonesia menjadi negara yang mandiri?

Harapan yang juga muncul bersama pertanyaan di atas adalah perubahan sikap, yang telah dimulai oleh segelintir mahasiswa. Perubahan sikap ini didasari oleh perubahan paradigma untuk tidak mengambil jalur aman setelah lulus, namun mengambil resiko di jalur kewirausahaan.

Kewirausahaan memang tidak membawa kenyamanan hidup dan kehidupan mapan seperti ketika kita bekerja di sebuah perusahaan besar, namun kewirausahaan adalah wujud kemandirian. Dengan memilih berwirausaha, seseorang mengambil resiko kehilangan pendapatan, mengorbankan waktu, tenga, dan materi, serta mengorbankan kenyamanan hidup seperti orang kebanyakan. Tetapi dengan berwirausaha, seseorang menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri, menjadi pemimpin untuk orang lain, menjadi pribadi yang bertanggung jawab bukan hanya untuk alasan sederhana seperti gaji pegawai.

Wirausaha juga jawaban untuk permasalahan ekonomi yang kian melanda negeri ini. Dibutuhkan sekurang-kurangnya 1% wirausahawan untuk menjadikan sebuah negeri maju. Dan jumlah mahasiswa, yang mewakili lebih dari 1% penduduk Indonesia, adalah jumlah yang signifikan. Seandainya setiap mahasiswa Indonesia berwirausaha, tentu ada puluhan hingga ratusan juta lapangan pekerjaan untuk menghidupi masyarakat. Tak perlu lagi ada pengangguran, tak perlu lagi ada kemiskinan di setiap sudut kota.

Apakah mungkin setiap mahasiswa Indonesia berwirausaha? Tentu saja mungkin. Bukankah kekayaan bumi ini tiada habisnya? Bukankah potensi manusia ini rasanya tak pernah habis dikeluarkan? Bukankah akan selalu ada innovasi yang tiada akhir? Jelas, seandainya benar semua mahasiswa Indonesia memiliki minimal satu bentuk usaha, peluang untuk berwirausaha akan tetap terbuka lebar.

Di negara-negara maju, di universitas pilihan mereka, setiap jurusan memiliki mata kuliah wajib yang harus diambil, yaitu Kewirausahaan. Berbeda dengan apa yang ter-frame dalam pikiran lulusan-lulusan universitas terbaik negeri ini, setiap mahasiswa yang akan meraih gelar sarjana di negara-negara tersebut diharapkan untuk memiliki jiwa wirausaha.

Jiwa wirausaha ini begitu penting, sebab dengan kepribadian mandiri yang dimiliki oleh mahasiswa pada saat ini, bangsa kita akan mandiri di masa depan.

25.6.10

Catatan Seminar Entrepreneurship 25 Juni 2010, Aula Timur

Sekedar ingin berbagi mengenai apa yang baru saya dapat dari seminar entrepreneur di Aula Timur seharian ini. Tapi ini bener-bener cuma rangkuman singkat. Silakan.

-------------------------------------

Seminar ini adalah rangkaian Program Kewirausahaan Mahasiswa yang diselenggarakan oleh LembagaKemahasiswaan ITB beserta LPIK-ITB dan KM-ITB. Dalam program ini, proposal bisnis mahasiswa yang lolosseleksi akan diberi dana hibah dari DIPA-DIKTI sebesar max 8jt untuk perseorangan dan 40jt untuk proposal darikategori kelompok.

25 Juni 2010, Aula Timur
Sesi 1: Motivasi dan Sharing Pengalaman Bisnis

Pembicara:
Ir. Yana S Raharja, Firaldi Akbar Zulkarnain (SBM '06), Moh. Iqbal & Zulangga UF (PL '06)

Tips untuk memulai bisnis:
Fokus terhadap PASAR, dimulai dari kebutuhan pasar. ketika dimulai dari ide, biasanya 75% ide tersebut akangagal pasar. terkadang kita harus mengalah terhadap pasar dan tidak dapat memaksakan ide bagus kita padapasar.
PRODUK yang ditawarkan tidak harus selalu BARU, tapi harus menawarkan INOVASI KREATIF baik dalamwujud produknya, fungsi, maupun cara jualnya.
Berhati-hati terhadap EASY MONEY alias low risk fund, sebab akan melemahkan daya juang pengusaha untukmeraih sukses.(contoh easy money: modal dari ortu, donatur, dll.)
Bisnis harus memiliki CORE COMPETENCE, bukan hanya sekedar berjualan.

Pertanyaan dasar untuk merencanakan bisnis:
1. what's your passion?
2. what's the opportunity?
3. what's the pain? -----> sgt penting utk mnyelesaikn masalah drpd sekedar mberi pemenuhn kebutuhn.
4. what's the IDEA?
5. How can I get the capital?
6. How to run the company?
7. How to expand the company?

Tips membentuk team:
Melengkapi karakter dasar yang dibutuhkan untuk memimpin suatu usaha: visionary, implementer, manager,hustler, motivation, and leader.
Jangan memilih saudara atau teman yang terlalu dekat, sebab akan terlalu banyak toleransi dan subjektifitas.
Harus saling mengapresiasi secara objektif.
Tidak terjebak dengan kepemimpinan kolektif, dalam team puncak managemen tetap harus ada satu orangpimpinan tertinggi.
Bangun komitmen yang kuat dan bekerja dengan profesional.

Kunci keberhasilan bisnis:
CREATIVE, NETWORK, dan TRUST

"Kepuasan terbesar dalam hidup adalah dapat melakukan apa yang dikatakan orang lain tidak dapat kita lakukan."

Sesi 2: Contoh Ide dan Peluang Bisnis Berdasarkan Bidang Keilmuan

Pembicara:
Prof. Suhono HS (TI), Dr. Ir. Nyoman P. Aryantha (SITH), Dr. Dudy Wiyancoko (DP)

Peluang bisnis IT:
Saat ini bisa dikatakan populernya internet as "killer" technology, melahirkan C-generation.
C-Generation: connection (slalu terhubung), convergence, collaboration, content creative, dan contextual.
Karakteristiknya: kebebasan memilih, personalisasi, cenderung enyukai hiburan dan kesenangan dalam setiap aktivitas, peka terhadap kolaborasi dan relasi, inovatif, dan multitasking.
Beberapa potensi bisnis digital: (semua yang bisa dibutuhkan di saat semua orang memiliki hand phone serta punya akses pada komputer dan internet).

Peluang bisnis Biotechnology:
Indonesia termasuk pemilik mega biodiversity terbesar, dan yang baru diolah hanya kurang dari 5%nya.
Biotechnology mencakup sebagian besar dari kebutuhan dasar manusia.
Gizi dan kesehatan, serta sustainability, menjadi isu utama saat ini.
Indonesia adalah pengkonsumsi suplemen terbesar, yang sebagian besar merupakan produk asing.
Indonesia bergantung pada bahan pangan impor selama bertahun-tahun.
Menurut WHO: 50% penduduk indonesia kekurangan gizi, inonesia menduduki peringkat No4 terbanyak penderitadiabetesnya di dunia.
Potensi bisnis di bidang biotechnology: industri makanan, obat-obatan, pertanian, perkebunan, material olahan, produk kecantikan, kafe dan semacamnya, dll.

Peluang bisnis di bidang Desain dan Seni:
Hal yang penting diingat untuk memulai bisnis di bidang ini: cerdaslah secara VISUAL, berpeganglah pada isu 10 hingga puluhan tahun mendatang (seperti sustanability), utamakan cultural design (local art), hargai nilai-nilai universal, libatkan tenaga ahli di bidang design.
Peluang dalam design dan seni sangat banyak. Mulai dari furniture, fashion, produk designer, animation dan multimedia, advertising, craft. dll. Yang penting adalah menawarkan sesuatu nilai tambah yang unik, inovatif, dan laku di pasaran.

Sesi 3: Kriiiik kriiik... saya ngga terlalu memperhatikan soalnya ngantuk. tapi seputar pinjaman dari bank BNI dan dana ventura, yang sama-sama berbunga. o ya ada juga pengenalan pusat inkubator bisnis itb, intinya kita dihimbau untuk selalu mecoba dan diundang untuk mengkonsultasikan bisnis kita ke sono. baik yaaaa....demikianlah, sekian.

NB: batas pengumpulan proposalnya 30 Juni 2010 ini, jadi masih terbuka lebar kesempatannya. Ayo2 ikut...

31.5.10

Laporan Jalan-Jalan De Ranch + Boscha

















karena ini liburan panjang,, dan sebentar lagi anak2 bakal pada balik ke kampung halaman masing2, dan karena kami sedikit berhemat... jadilah kami memutuskan mengunjungi tempat wisata sekitar bandung.

here our trip:

07.00 = kumpul di tukang bubur spesial depan jalan tubagus IV. pilih yang ati ampela.

07.30an = jalan ke siliwangi, naik angkot caheum-ledeng sampe ledeng, trus nyambung angkot lembang sampe lembang, trus sedikit ditipu tukang delman dan naik delman sampe de ranch

ongkos caheum-ledeng: 2500/orang
lembang: 3000/orang
delman: 10.000 bertiga

08.00 lebih = sampe di de ranch... liat2 pemandangan. Suka deh, air, jenis pohon2nya, asap di kejauhan bagai kabut, gunung tangkuban parahu, meja-meja dan kursi, bangunan de ranch-nya, jendelanya, selasarnya, udaranya.. hm, trutama... sapi dan kuda yang merumput.

biaya masuk de ranch: 5000/orang

09.00an = kami mendekati area pelepasan kuda... dan ngerumpiin kuda paling gede yang joget...hahaha... aku nyobain foto kuda yang lagi lari.. tapi kurang berhasil...
setelah bosan melihat kuda merumput dan kejar2an, kita beranjak ke sapi2 yang dipagari tali dengan listrik bertegangan rendah. Sapi2nya lucu, ada yang gemuk ada yang kurus. dan entah kenapa sapi2 ini dikelilingi banyak capung berterbangan.... Kita foto2 sambil ngasih makan sapi... dan aku heran sapi makannya banyaak sekali...

biaya nonton kuda trus ngasih makan dan foto sama sapi: gratis

10.30an = kita nukerin tiket masuk dengan susu gratiss... mmm... yummy! setelah itu nyobain sosis bakar dan buka-buka perbekalan. selain itu aku dan luke menganalisis keanehan yang terjadi pada SLR luke. antara kena virus, atau karena aku nahan shuternya kelamaan. waaa.. gawat!

susu murni: gratis. ada rasa melon, mocca, stawberry
sosis bakar: 10.000/porsi dan seporsinya cuma satu. ada rasa blackpepper dan cheese.

11.00an = naik kudaaa!! hehehe... pake kostum dan keliling de ranch. walaupun tetep dituntun tapi mending lah daripada naik kuda di depan itb... haha.
Kuda yang aku tunggangi namanya Laras.. dan dia umurnya 5 tahun. Harusnya udah usia untuk hamil. Tapi dia terlalu gemuk. Laras pernah sempat mau hamil, tapi ngga jadi karena terlalu gemuk itu.. Ayo berdiet, Laras!

biaya naik kuda: 15.000/orang/putaran reguler

11.30an = keluar dari de ranch dan tertahan iklan hujan...hehe. kami foto di depan tulisan de ranch dan memulai trip ke boscha. Asyiik. Di perjalanan, beberapa meter dari gerbang de ranch, kita mampir ke pabrik tahu... duh lupa namanya... dan chintia beli tahu yang udah matengnya. enak! kayak tofu.

perjalanan ke boscha ngga deket, tapi searah dengan jalan pulang ke bandung. Kita naik angkot lembang ke arah bandung, dan turun di belokan deket jalan masuk ke arah boscha..

di pangkal jalan itu kita ditawarin ojek 3000/org, tapi memutuskan jalan dan naaaaanjaaak sampe boscha. deket ko, kira-kira 2 kilometer katanya.

di jalan menanjak itu kita sempet ngelewatin SDN Pancasila... di sini jajan cakue deh chintia dan muti...haha

ongkos angkot lembang-bandung: 2000/org ya?
cakue: 2000, baik yang lebaran kotak maupun yang kecil2 dibungkus

12.30an = sampe di boscha.. sholat dzuhur. aku melihat kucing penjaga makam. kata chintia kucing jadi2an. haha... becanda. aku dan chintia dua2nya ngarang. cuma kucing biasa. ga ada makamnya pula.

12.50 = mendatangi loket pendataran kunjungan dan ternyata tutup.. jadi kita foto2 di depan boscha dengan berisik sampe ditegur satpam. kita juga nyoba foto tiduran menatap ke atas dan kesilauan sampe nangis... hahaha

13.00 = loket pendaftaran buka dan mencoba daftar, ternyata yang jaga anak astronomi itb yang baru lulus....

tiket kunjungan: 7000/orang ?? heheheheheheheheheh ^_____________________^

13.00 lebih sedikit = mulai kunjungan. yang sangat lama karena banyak pertanyaan.

pertama memasuki bangunan boscha yang terkenal dan melihat teropong zeiss-nya. dijelasin spesifikasi teropong buatan tahun 1923 ini dan cara kerjanya... aku suka waktu nyeletuk "ada remotnya ngga" dan merasa cerdas... hahaha.. dodol. aku juga suka bagian pertanyaan waktu kita menemukan kenyataan bahwa muti yang sepertinya mau pindah jurusan membuat anak2 di keluarga yang ikut kunjungan juga sampe duduk2 di lantai gara2 pegel nunggu pertanyan muti berhenti... haha

kedua, masuk ruang multimedia. dengerin penjelasan dari orang yang jaga loket pendaftaran, yang belakangan kita ketahui bernama evan akbar. aku suka bagian tentang rasi bintang dan perbandingan ukuran planet. aku juga suka antares dan sirius white.

ketiga, mengamati matahari melalui hasil proyeksi teropong matahari... ternyata yang demonstrasi-innya temen janet, anak 2007 juga... titip salam deh jadinya buat janet, berkat muti inisiatif. di name-tagnya namanya eko. kata muti namanya emang eko. tapi aku bilang bisa aja itu name-tag orang lain soalnya foto di nametagnya agak ga jelas.

15.00 = pamitan dari boscha... kami turun gunung dan jajan cakue lagi.. kali ini semua beli kecuali luke. di jalan besar kami naik angkot lembang-bandung lagi.. lalu aku, chintia, muti, sherly turun mampir ke rit's sementara irma dan luke langsung pulang.

rit's tempatnya asyik... es krimnya enak, rasa buahnya juga asli banget. o ya chicken cream soupnya juga enak...

cream soup: 11.000
es krim (pilih yang garden basket) 20.000 berdua
belum termasuk tax 10% plus 2000 misterius.

16.40an = pulang... berdiskusi seru dulu lama di depan rit's, naik angkot lembang-bandung lagi. naik caheum-ledeng dan macet.

ongkos angkot lembang: 2000 ??? ko mahal ya
ongkos angkot caheum-ledeng 2000 ya

17.35 = kejebak macet dr setiabudi sampe siliwangi dan panik, mampir di masjid pinggir jalan, lalu lega karena sempet sholat sebelum maghrib tiba... kita sholat maghrib di masjid itu juga, baru pulang... alhamdulillah.

24.5.10

Housekeeping Guide - To Do List for Beginner


Your clean room is the best, even when the meaning of the word ‘clean’ is diferent for everyone. At least we do love our healthy and happy life, don’t we? We could agree, that we cannot live with mice or smell or all the rotten stuff around.

Since i was a little girl, when i was on junior high school, I guess, I’ve tried to help my mother doing this housekeeping job. Well, this is a long lasting job. It will never end until you get a maid. So you have to love this job.

Several people think that washing dishes, washing clothes, and cleaning up your trash are good enough. But I think you should realize that a list of housekeeping work is even longer than your bussiness list. For me, it is even longer than my homework story board.

Okay, here the list. It’s not perfect, coz i’m not a wife yet. Please correct it, and enjoy!

Daily:

1. Make Beds

2. Tidy Up the Bedroom

3. Make Breakfast

4. Clean Up Dining Room

5. Sweeping

6. Wash Dishes

7. Swab the Floor

8. Sweeping Outdoor

9. Throw out the Trash

10. Watering Plants

11. Clean Up Other Rooms

12. Do up the Laundry

13. Dry up the Clothes

14. Iron

15. Tidy Up the Cupboard

16. Dusting

17. Shopping for Lunch and Dinner

18. Cooking for Lunch and Dinner

19. Serve The Food

20. Another tidy up…

Weekly or fortnightly:

1. Sorting the food stock

2. Cleaning Up The Refrigerator

3. Wiping Window Glasses

4. Wiping Furniture

5. Mowing

6. Specific Gardening

7. Washing Bed Covers, Curtains, Pillow Case, Towels, Kitchen Accessories, Table Cloths, etc.

8. Wiping the jars

9. Repair something

10. Cleaning Up Bathroom

10. Dry the pillow, bed, dolls, etc

Monthly:

1. Cleaning Up the Kitchen

2. Cleaning Up carpets.

3. Washing Toys

4. Check The Lamp

6. Sorting Document

5. Washing The Trash Bin

Being wife or mom is not as simple as you want. Just try to be a wife or mom for a day! If you are doing your best, you will know how tired your mom every end of the day. So please be nice to her!