26.9.15

Pileuleuyan (English Translation)


Pileuleuyan (Till we meet again)

Hayu batur, hayu batur (come on dear fellow, come on dear fellow)
Urang kumpul sarerea ( let's  gather together)
Hayu batur, hayu batur (come on dear fellow, come on dear fellow)
Urang sosonoan heula (let's celebrate this togetherness first)

Pileuleuyan pileuleuyan (till we meet again, till we meet again)
Sapu nyere pegat simpang (just like broomsticks torn apart)
Pileuleuyan pileuleuyan (till we meet again, till we meet again)
Paturay patepang deui (separated then united again)

Amit mundur, amit mundur (please give me permission to leave)
Amit ka jalma nu rea ( goodbye to all the people)
Amit mundur, amit mundur (please give me permission to leave)
Da kuring arek ngumbara (because I am going to explore the world)

CMIIW

14.4.15

Coffee Cup #47: Tentang Berbagi Ilmu (di negeri orang)

Kamu-kamu pastinya menyadari bahwa setiap negara memiliki banyak rahasia. Rahasia-rahasia ini bisa berarti hal yang sangat berharga dan sangat bermanfaat yang tak ingin mereka bagi, atau bisa jadi sesuatu yang buruk yang mereka lakukan pada negara-negara lain. Ini realita. Sebagai seseorang yang mendulang ilmu di negeri orang, kita tidak bisa menutup mata terhadap persaingan antar negara dan bangsa di seluruh dunia. Sekalipun kita mencoba ber-husnudzon dan bersyukur atas kesempatan belajar lebih banyak ini, tidak mudah menghapus kecurigaan bahwa yang dapat kita gali belum seluruhnya. Not even close. Bahkan seringkali curiga siapa kah yang diuntungkan jika kita meneliti sesuatu?

Kita diperintahkan untuk menjadi seorang Ulil Albab, yang mengupas ilmu selapis demi selapis hingga ke intinya. Wajar, dengan begitu pesatnya ilmu pengetahuan, waktu kita terasa tak cukup untuk menggali ilmu. Tahukah kamu bahwa dalam hal belajar juga diperlukan tawakal? Tanpa karunia-Nya, kita bisa jadi mempelajari hal yang salah. Menghabiskan waktu berjam-jam untuk mempelajari sesuatu yang sia-sia, atau malah mempelajari sesuatu yang merugikan diri kita sendiri. Itu pula mengapa dalam doa sebelum belajar kita meminta agar yang kita pelajari ini menjadi sesuatu yang bermanfaat, untuk kita, keluarga kita, untuk segenap umat manusia, dan bukannya menjadi sesuatu yang merugikan. Ingatkah kisah tentang Einstein dan Bom Hirosima-Nagasaki? Semoga kita terhindar dari tanggung jawab semacam itu.

Bekerja keras itu penting, namun doa dan tawakal paling utama. Bismillahi tawakaltu 'alallahi laa haula wa laa quwata illa billah..


24.3.15

I'm not proud of being able to stay tune all night long to do assignment. I'll be proud if I can do Qiyamul Lail instead.

15.3.15

Coffee Cup #46: Tergesa-Gesa

Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
إِنَّمَا الْعِلْمُ بِالتَّعَلُّمِ وَإِنَّمَا الْحُلُمَ بِالتَّحَلُّمِ وَمَنْ يَتَحَرَّ الْخَيْرَ يُعْطِهِ وَمَنْ يَتَوَقَّ الشَّرَّ يُوقَهُ

Sesungguhnya ilmu didapatkan dengan belajar dan sesungguhnya hilm (kesabaran dan ketenangan) didapatkan dengan melatihnya. Barangsiapa yang berusaha untuk mendapatkan kebaikan, maka Allâh akan memberikannya. Barangsiapa yang berusaha untuk menghindari keburukan, niscaya akan terhindar darinya.[19] 

[19]. HR Ath-Thabrani di dalam al-Mu’jamul Kabîr no. 1763 dan al-Awsath no. 2663 dan yang lainnya. Syaikh al-Albâni t mengatakan bahwa hadits ini hasan di ash-Shahîhah no. 342.

sumber: http://almanhaj.or.id/content/3673/slash/0/tergesa-gesa-penyakit-manusia/
 
Tergesa-gesa itu sifat dasar manusia. Demikian yang pernah diajarkan kepada saya di sekolah dulu. Dalilnya ada di dalam al-Qur'an surat Al-Isra (7): 11. Silakan dicek... potongan awal ayat tersebut juga cukup menarik (tapi tidak relevan untuk tulisan ini).

Tergesa-gesa bisa saja dilandasi motivasi yang cukup mulia. Ingin segera menjadi orang lebih baik, ingin segera membantu orang lain, ingin segera bisa memberi, ingin perkerjaan segera selesai dengan baik. Namun bagaimana pun, tergesa-gesa menghasilkan sesuatu yang prematur, dan membuahkan penyesalan. Ingatkah cerita kepompong yang digunting dalam rangka membantu kupu-kupu keluar, ternyata malah membuat sang kupu-kupu prematur? Mengingatnya saja saya ngilu.

Untuk menyembuhkan sifat ini, sesuai kutipan hadist di atas, adalah dengan melatihnya. Latihan sendiri butuh niat yang kuat dan kesabaran, bukan? Like a snowball.

Mari kita berlatih. Tiada daya dan upaya melainkan dari-Nya.

5.3.15

Coffee Cup #45: Beyond Capability

Do you know why our gratest ancestor really fond of Qiyamul Lail? Because they were dealing with something beyond their capability. They were humble enough to "say" that they were weak, not smart enough, not strong enough for many task that was assigned to them. But they were actually smart enough to know that the One who can give the strength and ability will answer the prayer during last part of the night while other people were sleeping.

Each day you will find that the challenges are nuts. Eventually you will learn that you can only survive if you follow the path of our wiser ancestor.


3.3.15

Coffee Cup #44: The Way You Address People

Being social is a thing. Especially for you who claim yourself as introvert. An introvert wont easily change into an extrovert. So I think this text is still relevant as long as we live.

Naturally people like to be liked. And the wisest advice would say: you, at first, should like yourself. Your way to appreciate yourself is shown on how you address people around you.

In certain culture, there are people who seems like they would never ever ever greet you. That is not because of their dislike (hardly), but more likely because of (a) your own shyness, (b) their own shyness, (c) you don't know each other it would be creepy, and (d) unimaginable situation. But there is a fact that you should keep in mind: everyone is lonely. Ex group mate, ex class mate, even people who rarely talk to you during your previous encounter naturally likes to be greeted.

It really wont hurt that bad when they ignore your greetings. Probably they (a) don't hear you, (b) simply don't remember you and that's expected (come on!), (c) are drown in serious thought, or (d) in a hurry. What you have to do just use your courage.

As molsem we are also taught to spread salaam. Not only to people we know but also them who we face on the street. The situation in urban area probably makes greeting to stranger a bit strange, but have you ever randomly greeted in the street with smile and nice words? Simply a greeting, without nosy question or following conversation and of course without any effort to rob you. That kind of greeting could really make your day.

I know that beyond school you should have already mastered at least this greeting part of 'socializing' course. The fact is: not few adults in my circles struggle with this problem. No worries. Let's try fellas!

PS. I think I should post this to my junior high school students as well.

15.2.15

Coffee Cup #43: Sehat

Salah satu karunia yang tak ternilai harganya adalah kesehatan, demikian menurut beberapa buku kesuksesan yang mungkin sering kita baca. Itulah sebabnya makanan dan minuman kesehatan menjadi bisnis yang tak pernah mati. Menjadi member di pusat kebugaran, konsultasi pengaturan pola makan, hingga medical check up secara berkala kini telah menjadi tren gaya hidup "Kuda Kelas Satu".

Namun, terkadang kita lupa mengenali penyakit yang paling berbahaya: Penyakit Hati. Penyakit hati dapat mengikis pahala amal sholeh yang kita kerjakan dengan susah payah, dan menjadi penghalang bagi kita untuk menerima yang Haq.

Demikian beberapa penyakit hati yang disebutkan dalam Al-Qur'an:

SOMBONG
Merasa bangga dengan yang diberikan Allah, memamerkan apa yang telah dicapai. Hal ini bisa berbentuk 'Keluhan' di medsos seperti "Capek banget baru beres meeting nih dengan Direktur. Semoga tim kita lebih semangat ya bulan ini." yang mengimplikasikan kita punya jabatan tinggi di perusahaan. Jika kamu sudah merasa rendah hati cek juga: apakah kamu bisa menerima masukan dan merubah diri atas nasihat orang lain, ataukah masih gengsi? Sombong disebutkan dalam QS Al Israa ayat 37; Luqman ayat 18; dan Al-Mukmin ayat 76.

SUKA BERDUSTA
"Cukuplah seseorang dianggap pendusta bila ia selalu membicarakan segala sesuatu yang ia dengar." (HR Muslim 1/10). Dusta menandakan bahwa seseorang itu tidak takut kepada Allah SWT. Seorang pendusta tidak akan pernah dapat meriwayatkan hadist. Seorang pendusta tidak dapat memberikan kesaksian. Dusta adalah ciri dari munafiq.

UJUB
Ujub adalah merasa kagum pada diri sendiri. Termasuk merasa cukup sholeh dan berderajat tinggi di hadapan Allah. Tanda-tanda ujub (kagum pada diri sendiri):
1. Merasa heran ketika doanya tidak dikabulkan Allah.
2. Ketika orang yang mengganggunya ditimpa musibah, ia menganggapnya sebagai karomahnya.

RIYA
Ciri-ciri riya;
1. Di hadapan orang ia rajin.
2. Ketika sendiri ia malas.
3. Selalu ingin dipuji dalam setiap keadaan.
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti, seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia." QS Al-Baqoroh ayat 264

BAKHIL/KIKIR
"Adapun orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup serta mendustakan pahala terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya jalan yg sukar. Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa." QS Al-Lail ayat 8-11

IRI dan DENGKI
"Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain..." QS An-Nisaa ayat 32
Cara mengobati iri adalah dengan mendoakan agar orang yang diberikan kelebihan tersebut mendapatkann barokah.

OBAT untuk PENYAKIT HATI dijelaskan dalam QS Al-Furqon ayat 63-75 (dalam karakteristik seorang ibadurrahman) dan sebagiannya disebutkan dalam lagu Tombo Ati yang terkenal. Coba apa saja dalam lagu itu?
1. Baca Qur'an dan maknanya. Tak hanya terjemahnya, namun juga penjelasan dalam berbagai sumber.
2. Mendirikan shalat malam.
3. Berkumpul dengan orang shaleh.
4. Perbanyaklah berpuasa.
5. Dzikir malam perpanjanglah.

Wallahu'alam
Bismillahi tawakalna

Sumber: Imam Al-Ghazali - Bahaya Penyakit Hati, Karakteristik Ibadurrahman (rizkamaulan.blogspot.com), anisfatayati.blogspot.com, Al-Qur'anul kariim.

5.2.15

“Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?” Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.” (QS Al Kahfi 103-104)

1.2.15

Coffee Cup #42: Tend To

Probably because nowadays we are able to store anything outside our head (read and write in books, hardisk, dvds); we tend to easily forget many things.

Really.

29.1.15

Coffee Cup #41: Tentang Rizqi

Awalnya akan saya beri judul "Tentang Hoki", tapi, dikemanakan iman yang ada di dalam hati ini bila saya malah meyakini apa-apa yang saya dapatkan ini karena keberuntungan semata.

"Kok kamu beruntung terus sih.."
"Dapet doorprize lagi? Kamu mah juragan doorprize ih"
"Pas banget ya, untung aja."

Banyak sekali peristiwa yang jika bukan karena rahmat-Nya saya tidak mungkin berhasil. Terlambat ujian hingga satu jam lamanya dan masih diberi A (saya sujud syukur sungguh). Tiba-tiba deadline sidang maju seminggu namun kemudian dosennya baik hati semua dan karya saya terpilih untuk dipamerkan. Jerawatan parah yang sembuh tepat di hari penting (penting!). Dapat tiket gratis saat uang tinggal selembar. Salah hari saat wawancara beasiswa LPDP, namun kini di sinilah saya berada: melanjutkan pendidikan.

Alhamdulillahirabbil'alamin...

Pasalnya, seringkali saya maluuuuu sekali karena belum merasa cukup beramal untuk mendapatkan A B C D dan E. (Berarti cukup amal untuk dapat F? Haha)

Tidak bisa saya menyombong mengatakan ini karena kemampuan saya. No.

Sungguh benar perkataan 'Laa Haula Wa Laa Quwata Illa Billah'. Karena untuk bisa beramal, untuk bisa menyadari karunia Allah, dan untuk bisa bersyukur, semuanya pemberian Dia juga.

Ya Rabb, ajarilah kami untuk pandai bersyukur.

21.1.15

Coffee Cup #40: Allah Maha Tahu

Wahai gadis-gadis muslimah yang menjaga dirinya. Tulisan ini untukmu, yang tengah berusaha dengan gagah berani menutup setiap cerita yang serba mungkin.

Manusia sungguh terbatas dalam banyak hal. Kita hanya bisa maklum, ketika mereka sembarangan memutuskan dan seenaknya berkisah tentangmu. Hanya teman sejati (yang amat sedikit jumlahnya) yang tahu kapan harus menutup mulutnya dan menutup telinganya. Yang lain, usah kau hiraukan. Ada Dia.

Tak ada yang benar-benar tahu apa yang ada di dalam hati, kecuali Dia. Dan tak perlu pusing. Ketika kau memiliki doa yang sulit untuk dituturkan, Ia tahu. Ketika kau memiliki curhatan yang ingin dicurahkan, Ia tahu. Ketika kau membutuhkan penjagaan, Dia menjagamu. Ketika ada yang melukai, Dia yang memberi penghiburan.

Juga tak perlu khawatir bila orang-orang tak seindah yang mereka citrakan. Jagalah dirimu untuk selalu ihsan. Bila mereka menampakan sesuatu yang bukan sebenarnya, sesungguhnya mereka yang paling dirugikan.

Maka ingatlah selalu Allah Maha Tahu. Allah melihatmu mendengarmu di manapun. Tak perlu bicara pun, Ia sudah tahu...

Tetap jagalah dirimu. Semoga Allah senantiasa menjagamu.

20.1.15

Coffee Cup #39: Jauh

Bukan sekali atau dua kali saja kita mengalami kejadian yang sama. Dan bukan pula berarti de javu, karena kita yakin hal itu pernah terjadi. Mungkin itu yang namanya sejarah yang berulang.

Kemarin hari yang amat bersejarah. Saya pergi mengunjungi para eyang di kota cantik Yogyakarta. Saudara-saudara tentu saja menawarkan untuk tur keliling kota: ke alun-alun, monumen, benteng-benteng, dan belanja oleh-oleh. Tapi liburan kali ini saya hanya ingin menemani eyang.

Jarang-jarang bisa berlama-lama menemani Eyang Sri ngobrol dan mengomentari segala yang ada di TV. Atau bermonolog dengan Eyang Putri dan membacakan tilawah. Atau duduk bersama Eyang Lasno merumpikan si Mbok dan para cucu. Jarang-jarang pula rasanya saya bisa merasa begitu rindu, meskipun telah bertemu.

Tiba-tiba teringat masa kecil piknik bersama dan pengalaman jatuh ke kolam. Haha. Juga tur pribadi ke landasan udara di bandara Husein bersama almarhum Eyang Burhan. Yang unik, kenangan berfoto di teras berkeramik kuning (persis keramik di teras perpustakaan Sipil ITB) yang entah di mana fotonya kini berada. Kenangan ini terasa paling menyentuh. Mengingatkan saya akan waktu yang terus berlalu. Rasanya masa itu begitu jauh. Begitu lama.

Dan saya ingat pernah merasa begini, beberapa waktu lalu. Di kondisi serupa.
Dia memampukanmu untuk lupa dan ingat, karena sayang. Jadi jangan khawatir. Ingatlah yang harus diingat, lupakan yang harus dilupa.

PS: grab your camera, grab your pencil.