29.8.11

Belajar dari Shopping Country

Karena terlanjur janji sama Hafidzati Dini, baiklah, saya bocorkan sedikit tentang apa yang saya kagumi dari negara kapitalis Singapura, si kecil-kecil cabe rawit.

1. Bandara yang luar biasa besar. Yap. Si Changi yang ada di lembaran monopoli itu.

Kalau seandainya ke singapur cuma lima jam dan hanya bisa diem di bandara ini pun, kamu disediakan fasilitar tur keliling singapura gratis selama 2 jam, nonton bioskop gratis, baca-baca plus tidur siang gratis di perpustakaan super nyaman, dan yang paling penting... pijat kaki dan refleksi gratis di ruang tunggu. hahaha. Tentu saja toiletnya juga gratis, ada air minum gratis dari watertap, fasilitas keliling bandara naik monorail gratis, dll. Nyehehehee:D Mba-mba-nya juga baik. Waktu saya muncul dengan tampang pucat pasi karena habis pingsan dua kali di pesawat dan muntah2 di toilet, dia langsung datang menghampiri dan menawarkan bantuan. Arigatou Miss..

2. Sistem MRT dan bus.

Yang penting adalah memiliki kartu elektronik EZLink (biasanya isinya 10 dolar, bisa diisi ulang min. 10 dolar). Tinggal menempelkan dompet berisi EZlink kita didalamnya ke mesin entry, bisa nyaman dan aman keliling singapura naik MRT, light rail, monorail, ataupun bus. Rata-rata sekali perjalanan menghabiskan 70 cent sampai 2 dolar. tergantung seberapa jauh kita pergi.
Semuanya serba terjadwal. Kalau di pengumuman digital disebut next train 6 minutes later ya insya Allah dia akan datang 6 menit lagi. Ada juga reserved seat di setiap gerbong, yang diperuntukkan untuk ibu hamil, orang tua, dan anak-anak. Di dinding-dinding kereta juga ditempeli stiker-stiker menarik tentang Singapore Kindness Movement dan pesan-pesan motivasi lainnya. Yang paling asyik tentu saja naik bus double decker di lantai 2 baris paling depan. Hehehe.

3. Lalu lintas pedestrian.

Uniknya, semua orang selalu terburu-buru. Pejalan kaki di lorong-lorong subway singapura punya aturan lalu lintas juga seperti layaknya kendaraan di jalan raya. Pertama, kamu harus berjalan kaki di sebelah kiri. Kalau naik eskalator, kamu harus merapat ke kiri agar mereka yang terburu-buru (hampir selalu ada yang terburu-buru saat saya naik eskalator) bisa menyusul di sebelah kanan.
Lalu selalu ada petunjuk seperti 'stay on the left' atau 'please turn right' atau ' esplanade this way' yang memudahkan siapapun yang pertama kali datang untuk tidak tersesat. Jarang sekali saya harus menanyakan arah (kecuali saat menanyakan bus mana yang harus saya ambil untuk menuju suatu tempat). Pedestrian selalu memiliki tempat, bisa menyebrang dengan aman, punya trotoar yang memadai, juga diberi pedestrian bridge dan across line dimana-mana,

4. Perpustakaan yang terisi penuh, tapi hening nyaris tanpa suara.

Percaya deh, perpustakaan singapur itu luas dan disediakan banyak banget tempat duduk plus ruang-ruang lesehan. Tapi semuanya penuh sampai saya bingung bisa duduk di mana. Serius! Penuh tapi hening. Jangan pernah berjalan dengan langkah kaki diseret dalam perpustakaan sebab akan mengundang wajah-wajah berkacamata itu menoleh dan memandang dengan tidak setuju. Standing applause untuk semangat belajar generasi muda singapur!

5. Ruang kreatif yang tak pernah mati.

Apa saja. Selalu ada properti seni, instalasi, pameran, workshop, pertunjukan, dll dari anak balita hingga kakek dan nenek. Dari semua kalangan. Asiknyaaa :DD

6. Banyak yang bisa dinikmati di Singapur tanpa harus shopping, sekalipun doi ngakunya Surganya Shopping.

Tentu saja wisata arsitekturnya sangat menarik. Ada juga pemandangan skyline singapura yang memukau dari Marina Barrage. Ada chinese park, japanese park, gratis. Ada pameran dan instalasi serta pertunjukan gratis. Ada tempat tidur siang di bawah pohon gratis, Dan ada tester coklat di toko-toko coklat impor bagi yang berminat. Hahaha.

7. No need of Fitness Center anymore.

Dengan sekian banyaknya jalan kaki yang dilakukan setiap hari, ngga perlu lagi yang namanya fitnes buat ngurusin badan. Yang perlu adalah ngecilin betis! hahaha. Ada loh kata temen di sana iklan buat ngecilin betis. Saking banyaknya jalan kaki kayaknya semua orang mengalami penderitaan betis yang sama. Haha..

Nah, ada juga hal-hal yang disayangkan dari Singapura. Tapi, next time yah! :D

Sepucuk Short Message dari Seorang Teman


tag Syifa :))

"..Dan setiap diri pastilah memiliki potensinya masing-masing. Bersemangatlah kalian dalam melakukan sesuatu yang bermanfaat. Mintalah pertolongan kepada Allah, dan janganlah kalian merasa tidak mampu." HR. Bukhari

26.8.11

Nasihat Klise dari Kehidupan

Kehidupan (katanya) bagai roda yang berputar. Kadang di atas kadang di bawah.

SKIP

Kehidupan (katanya) adalah lawan dari kematian. Bisa setuju, bisa tidak.

SKIP

Kehidupan (katanya) ditandai dengan kinerja otak. Jantung yang berhenti berdetak tetapi otak masih bekerja, bisa dibilang masih hidup. Apalah..

SKIP

Bicara tentang kehidupan, bicara pula tentang kematian.
"Allah memegang nyawa (seseorang) pada saat kematiannya dan nyawa (seseorang) yang belum mati ketika dia tidur: maka Dia tahan nyawa(orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya & Dia lepaskan nyawa yang lain sampai waktu yang telah ditentukan. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda (kebesaran) Allah bagi kaum yang berpikir." (Az Zumar : 42)
SKIP

Berpikir...

23.8.11

Review: Blink


Haloo semua manusia sibuk yang mencari kebagaiaan :))

Lagi-lagi mau menuangkan pemikiran setelah membaca satu buku. Kebetulan buku yang dibaca baru-baru ini adalah Blink karya Malcolm Gladwell yang terkenal. Bukunya bahkan belum selesai saya baca. Tapi seperti biasa, saya tergelitik untuk membaginya. Karena jelas buku ini amat sangat bagus sekali.

Pertanyaannya, percayakah kalian ada cinta pandangan pertama?

He he.. buku ini bukan cerita tentang itu sih. Tapi mirip dengan cinta pertama karena isinya membahas cara mengambil keputusan dalam hitungan detik alias berpikir tanpa berpikir.

Pernah dengar tentang para ahli benda seni yang bisa memutuskan mana karya seni palsu dan mana yang asli dengan sekali lihat? Atau seorang master tenis yang mampu meramalkan mana pukulan yang akan double fault dan mana yang tidak? Atau ahli cicip makanan yang bisa membedakan makanan yang berbeda merek tapi sejenis? Atau seseorang yang bisa langsung mengenali "The One" sebagai pasangan hidupnya semenjak kalimat "Halo"?

Buku ini menceritakan tentang kekuatan misterius alam bawah sadar kita yang mampu memberikan keputusan bahkan sebelum otak kita yang sadar mampu memberikan penjelasan. Yang paling penting, setelah menceritakan kekuatan ajaib tersebut, buku ini juga menjelaskan tentang bagaimana MENGGUNAKAN kemampuan itu. Asik kan?

Menarik. Sangat menarik. Tunggu hingga saya tamat membacanya sebelum saya memberikan cerita tentang bagian kedua itu. Atau baca sendiri bukunya. He.. :D

Yang menggelitik saya dari bagian yang telah saya baca adalah bagian penelitian untuk mengukur bagaimana kata-kata mempengaruhi alam bawah sadar kita, dan bagaimana alam bawah sadar ini tanpa kita sadari mengubah perilaku kita.

Ada sekelompok eksekutif yang diuji untuk menyusun kaliamt-kalimat acak dalam bahasa inggris. Soalnya sangat mudah dan bisa diselesaikan dalam hitungan detik, namun semua eksekutif itu memiliki perilaku yang sama saat keluar ruangan, yaitu: berjalan lambat-lambat! Mengapa? karena secara tidak sadar pada soal-soal menyusun kalimat ini disisipkan kata-kata old, worried, lonely, Florida, dll yang mengacu pada kehidupan masa tua di dunia barat. Secara tidak sadar mereka yang berada dalam masyarakat yang mengkhawatirkan kehidupan masa tua ini pun berperilaku seperti orang berusia lanjut dengan berjalan lambat-lambat.

Jika ada seorang anak di perkotaan yang bersekolah di sekolah bergengsi dan seorang anak dari daerah pedalaman yang sekolah di sekolah yang buruk, ketika diujikan pada ujian yang sama akankah menghasilkan hasil yang seimbang, terlepas dari pendidikan yang didapatnya? Apakah seorang anak yang pintar sesungguhnya memang pintar, ataukah lingkungannya yang membentuk dengan selalu mengatakan dia pintar? Jika sebuah rangkaian kata yang disisipkan dalam soal dan disampaikan pada sekali waktu saja dapat mempengaruhi perilaku para eksekutif, maka apa yang diterima oleh seorang anak sepanjang hidupnya jelas akan mempengaruhi identitas dirinya.

Hal ini mirip dengan apa yang disampaikan Law of Attraction dari the Secret, dan prinsip kerja pendengaran terhadap kualitas hidup dan peningkatan kemmpuan dalam buku Earobics.

Sungguh berat tugas menjadi orang tua dan guru. Seperti kata JK.Rowling dalam Harry Potter, "Words, are the powerful weapon that we have." Dan ingat juga pesan Rasulullah SAW, "Berkatalah yang benar atau diam." Sepenting itulah posisi kata-kata dalam kehidupan.

Syair, lagu, puisi, dan kata-kata, hingga mantra dalam fiksi Harry Potter, tanpa sadar sangat besar mempengaruhi hidup kita. Itulah kenapa kita harus memilih. Itulah kenapa kita harus berhati-hati.

14.8.11

Never Eat Alone


this book is really recommended!

"Stop trying to make people like you, instead of caring about them!"


7.8.11

My Image of Japan

Japan is an admirable country. There are discipline, competitions, productivity, goals, innovations, and art in Japan life. Japan’s work ethic and willingness to learn is also the things I admire. There are several things that makes me jealous to Japan. First is the hygiene.

As a moslem girl, I taught that “Cleanliness is a part of Faith”. But trash still become a big problem in Indonesia. It’s really hard for us to separate the trash by the type. In the other hand the government offers an instant solution (in Bandung) by planning an insemination, though it’s danger to the resident in surrounding area. Trash is a big monster that will become our nightmare someday.

A hygiene lifestyle in Japan is a reflection from a good work ethic, a willingness to realize the theory that we learn, and a concern of a good life. A mother who diligently cleaning the house for the family shows her contribution in developing country. Because the healthy home grow the healthy soul to develop the country.

Although we different in cleanliness, Japan and Indonesia are mostly same in disaster threat. Indonesia has faced many disasters last year, and also Japan this year. I cried when seeing the last tsunami in Japan, but again I think “Why we didn’t prepare anything just like them?” Our family, our generation, are worthy enough to receive the protection.

Another thing I want to learn from Japan is the art, which shown in many form in Japan life. The food, even bentos, are too beautiful to be eaten. The clothes, the houses, the gardens, the markets, and of course the art stuff in the galleries are attractive. In this part Indonesia and Japan have a same potential. Indonesia also rich in culture and art. What we have to do is reinventing, redevelop, and promote the culture and traditions. It is also a big job to do.

5.8.11

Dobrak Diri

Salah satu guru SMP/SMA yang paling berkesan bagi saya adalah guru olahraga: Pak Edi tercinta. Beliau selalu selalu dan selaluuu memberi pelajaran olah raga yang sulit2. Seperti lompat harimau, handstand tanpa alas dan tanpa menyentuh dinding, salto, dll. Selain itu semua murid harus mencoba bergantian dan ngga boleh ada satupun yang mengatakan "ngga bisa". Sekali waktu ada temen yang saking takutnya mengkerut dan bilang "ngga bisa", langsung beliau beri hukuman push up 50 kali. Ck ck...

Sekarang saya merasakan dampaknya. Rasanya gatel sekali kalau mendengar ada seseorang yang menyerah dan berkata "ngga bisa" sebelum mencoba. Dan gatel pula kalau diri saya sendiri yang berkata "ngga bisa". Saya inget temen2 seangkatan saya pernah berujar "dobrak diri, dobrak diri" (Tag Marsya) sewaktu memikirkan usulan hukuman buat temen2 yang kurang disiplin. Dan jeng jeng jeng... rasa gatal yang bersemayam dalam diri itu seolah-olah mendapat salep menyembuh.

Itu jawabannya bos: Dobrak diri.

Kamu yang pemalu: banyak-banyaklah tampil di muka umum. Kamu yang kurang supel: banyak-banyaklah ketemu orang, basa-basi, dan ngobrol. Kamu yang kaku: banyak-banyaklah tertawa (menertawakan diri sendiri juga boleh) dan becanda. Kamu yang terlalu tegas: banyak-banyaklah menolerir dan memaafkan. Kamu yang keras kepala: banyak-banyak menurunkan dagu dan mendengar saran orang lain. Kamu yang takut ketinggian: sering2 naik gedung tinggi, jembatan, dan lain-lain. Kamu yang takut gelap: sering-sering mematikan lampu saat tidur. Kamu yang takut hantu: hahaha... ngga usah deh nonton film horror atau dengerin Ardan tiap malam jum'at, tapi perdalam keyakinan pada Allah dan dekatkan diri pada Al-Qur'an.

Apa sih yang paling buruk yang mungkin terjadi kalau kita melakukan hal-hal menakutkan itu? Malu? Gengsi? Harga diri jatuh? Hilang kharisma? Aah... ingatlah kawan, ada nasihat baik dari seorang penyair yang patut kita perhatikan:
Barangsiapa tidak tahan merasakan kehinaan sesaat,
Maka dia melalui seluruh hidupnya dalam keadaan hina.
Lagipula perasaan malu/gengsi atau perasaan dipermalukan saat kita melakukan hal-hal yang tadinya tidak berani kita lakukan adalah perasaan yang relatif. Kita sendiri yang menentukan apakah hal tersebut memalukan atau tidak. Yang penting kita tidak melanggar syari'at.. Iya 'kan?

Tujuan dari dobrak diri bukan untuk membuat malu. Memang sih, misalnya kita mencoba melucu dan garing lalu kita malu adalah hal yang wajar. Menyapa orang trus ngga diwaro dan malu juga wajar. Tapi kita adalah pembelajar. Pembelajar boleh melakukan kesalahan, bahkan ketika kita sudah tua sekalipun.

Dari kebodohan kita berbuat salah, dan dari kesalahan kita belajar. (Anonim)

Sekian.
PS. Seluruh isi artikel ini murni untuk nasihat kepada diri saya sendiri :D

TA: Secepat Mungkin Membuat Keputusan yang Tepat

Saya ingat waktu diajak Raras Dila, bersama-sama dengan Rere Isyung juga, makan malam di rumah Pak Tut (Bos Arte). Beliau memberi kami banyak petuah untuk menghadapi TA. Salah satunya adalah berani untuk membuat keputusan dengan segera. Dan salah duanya menghadapi resiko dari pilihan tersebut.

Dalam TA, kami mahasiswa arsitektur diberi kebebasan seluas-luasnya untuk memilih, mulai dari judul kasus, lahan, tema, isu yang diangkat, jenis preseden, hingga metode presentasi dan tetek-bengek lainnya. Tapi justru kebebasan itulah yang menjadi tantangan, dan terkadang menjadi kendala bagi kami para TA-ers. Tak jarang saking bebasnya kami kebingungan dan menunda-nunda membuat keputusan. Padahal, mengutip yang beliau katakan, setiap pilihan ada resikonya, masing-masing ada keuntungannya dan ada tantangannya. Tak ada keputusan yang 100% benar. Justru semakin cepat kita memutuskan, maka akan semakin banyak waktu bagi kita untuk menghadapi resiko pilihan tersebut serta menyempurnakan solusi desain kita. Saya akan ingat baik-baik Pak Tut!

Hari senin sudah di depan mata. Saya memikirkan bagaimana agar kapling saya terasa nyaman. Semoga kita semua bisa memberikan yang terbaik. Amin. Semangat AR 4099! :D

4.8.11

Hal yang Paling Ringan Dilakukan

Saya ingat pernah mendengar kisah dari salah seorang guru sekolah saya, tentang Imam Ghazali dan murid-muridnya. Sang Imam pernah bertanya kepada para muridnya: Pekerjaan apakah yang paling ringan dilakukan? Murid-murid dengan beragam logika dan pemikiran memberikan beragam jawaban yang berbeda-beda. Namun pada akhirnya Sang Imam berkata: Yang paling ringan dilakukan adalah meninggalkan shalat.

Bukankah memang demikian? Mudah menjadi sibuk dan menunda-nuda mengerjakan shalat. Mudah melupakan shalat. Mudah memperingannya dengan jama' dan qhasar sekalipun sesungguhnya kita bisa melakukan shalat sesuai waktu dan jumlah rakaatnya. Padahal shalat adalah tiang Al-Islam. Shalat adalah terapi untuk sifat manusia yang terburu-buru, Shalat adalah do'a. Dan shalat adalah janji pertemuan kita dengan-Nya.

Ya Allah, peliharalah shalatku, dan peliharalah sisa hari-hariku dengan shalat yang khusyu' dan iklash karenaMu. Amin.

Menyambung Tulisan: Ingin Membantu Tapi Ngga Ketahuan

Pernah saya menulis, saya ingin membantu seseorang yang saya sayang tapi ngga ketahuan. Setelah lama waktu berlalu akhirnya saya tahu masalah apa yang tengah dia hadapi. Dan rupanya, untuk membantu, perlu ada kesadaran dan kerjasama si doi. Dia harus sadar bahwa dirinya perlu bantuan dan ingin berubah demi mengelesaikan masalah tersebut.

Sekarang yang perlu diingat adalah dari mana datangnya masalah itu. Siapa yang memberi masalah itu? Dia, yang menguji kita dengan sekian banyak persoalan, tentunya mudah untuk membalikan kehidupan kita dan menyelesaikan masalah dalam sekejap mata. Bahkan dengan cara yang tidak pernah kita duga.

Semoga Allah memudahkan jalannya, meringankan langkahnya, mendekatkan ia denganNya, dan memberinya kebahagiaan di dunia serta di akhirat. Amiiin.