30.8.10

De Ranch Lembang, Being Indo-Cowboy

Are you in Bandung today? or planning to visit Bandung? wanna get some refreshing place? Here... De Ranch Lembang for you! I ever go there and i want to share some photos..

Located in Lembang, North Bandung, West Java, Indonesia.

How to get there? (with public transportation)
You can go with any 'angkot' until Ledeng Terminal (You can stop a Caheum-Ledeng angkot or Margahayu-Ledeng angkot), continue with Ledeng-Lembang angkot, drop at Lembang, use Delman to De Ranch. Have fun!

Ticket: Front gate Rp 5.000,- (Free milk/yogurt); Horse Riding Rp 15.000,-; Blackpepper/Cheese Sausage Rp 10.000,-
De Ranch

Free Yogurt/Milk


Before Riding

Picnic Lake

Greet the Cow

Aaaa...

Misty Dust

Hi, Dude!

29.8.10

Edelweiss





Aku ingin Edelweiss...

28.8.10

7 Prinsip Arsitektur Kontekstual dalam buku Responsive Architecture

Ada beberapa hal penting yang harus saya gunakan dalam perancangan AR 4000. Studio AR 4000 kali ini mengutamakan bagaimana mendesain yang baik dalam suatu rona lingkungan tertentu, dan saya kebagian golongan kawasan yang dikatakan marginal. Kasus yang saya dapat adalah me-redesin pasar balubur baru, yang berlokasi di Jalan Tamansari, depan Gedung Annex ITB, di Selatan Jalan Layang Pasupati, Lembah Sungai Cikapundung, Bandung. Menurut buku Responsive Architecture dari Ian Bentley, Alan Alcock, Paul Murrain, Sue McGlynn, dan Graham Smith, 7 poin penting untuk design yang responsif adalah:
  1. Permeability, kemudahan akses dan sirkulasi.
  2. Variety, ada beberapa fungsi berbeda dalam satu bangunan atau satu kawasan.
  3. Legibility, ada bentukan yang mudah diidentikasi dan membantu kemudahan orientasi.
  4. Robustness, ada ruang-ruang temporal, dapat difungsikan untuk berbagai aktivitas yang berbeda pada waktu yang berbeda.
  5. Richness, kekayaan rasa dan pengalaman melalui perbedaan material, susunan ruang, dll.
  6. Visual Appropriate, mampu mengidentifikasi fungsi bangunan dengan melihat fisiknya, sekolah tampak seperti sekolah, rumah sakit seperti rumah sakit, mall seperti mall.
  7. Personalization, melibatkan partisipasi komunitas serta adanya interaksi antara manusia dan lingkungan.

Practice English, Be Fool and Brave

When i work in the design studio, where i formally do my design process, my group and I trying practice english everytime. It's funny to listen how we talk to each person and then speechless on an easy word.

But English, like also Japanese, Korean, and formal Bahasa, is fun to practice! Even when we're taking it seriously, we're smiling and feeling so silly, and then we can't help laughing. Practicing English is soooo important. So this is my tips:

  • Do it together with your friend. Make an agreement of an English day or an English zone, then try to execute it. The choice is execute or being executed.
  • Do not laughing on your friend's fault, smile and correct it. But, actually you could laughing at your self for fun.
  • Do not use the dictionary. Just ask your friend the vocabulary you need, and use your imagination to understand everyone.
  • Be brave, open up your mouth and talk. Just talk in every simple thing you think, and enjoy!
  • Practice with more quote from movies or books, to give you more vocab and structure.
  • Do it everyday!

4.8.10

Book Review: Kakak Adik Hati Singa - Astrid Lindgren


Buku ini adalah buku anak-anak dengan gaya bahasa sederhana, dengan tutur cerita sederhana, dengan deskripsi yang sederhana pula. Tapi bayangkan, di halaman ke lima saya sudah menangis! Mengalahkan rekor The Noticer yang membuat saya menangis di halaman ke 10-12.

Kisahnya sangat unik memang, dan berani. Saya tidak akan mungkin mengarang cerita semacam ini sebab dapat membuat anak-anak berpandangan keliru tentang surga dan kematian. Tapi bagi seorang Astrid Lindgren, yang tengah menulis cerita dongeng, yang akan menghibur anak-anak yang saat ini sedang divonis meninggal tak lama lagi, tentu sah-sah saja.

Karl Hati Singa, tokoh utamanya, adalah seorang anak penakut penderita polio atau semacamnya, yang tahu bahwa hidupnya tak lama lagi. Namun ia bisa menerima kenyataan itu sebab kakaknya Jonatan Hati Singa yang tampan dan baik hati bagai pangeran telah mneghiburnya dengan cerita tentang Nangijala.

"Tahukah kamu ke mana seseorang akan pergi setelah ia meninggal?"
"Tidak, kemana?"
"Mereka ke Nangijala"

Gambaran Nangijala mirip dengan surga, tapi lebih tepatnya ia adalah dunia dongeng. Karl dan Jonathan Hati Singa mengalami petualangan hebat di Nangijala. Dan rasanya seperti hidup kedua kalinya sebab mereka juga bisa mati di Nangijala. Kalau di dunia nyata Karl menderita penyakit mematikan, di Nangijala ia sehat dan bisa melakukan banyak hal termasuk berburu dan berenang. Kalau di dunia sebelumnya ia penakut, di Nangijala Karl kecil menjadi pahlawan pemberani yang melawan Katla.

Kemanakah mereka pergi jika mereka sampai mati di Nangijala? Hm... jawabannya silahkan dibaca dalam buku kecil ini. Secara mengejutkan, ternyata ide film Inception mengenai hidup yang berlapis-lapis juga ada di dalam imajinasi Astrid Lindgren. Saya secara pribadi merasa ngeri, sebab lama kelamaan mati untuk mendapatkan kehidupan menjadi hal yang biasa. Orang jadi sengaja membunuh dirinya untuk mendapatkan kehidupan yang sebenarnya, atau yang mereka kira kehidupan yang sebenarnya.

Laporan Perjalanan Karimun Jawa, Part 1

Seperti biasa, ini termasuk hal yang wajib saya lakukan seusai perjalanan. Tara! Menulis laporan perjalanan. Seperti biasa juga, jam2 di bawah ini hanya berupa perkiraan dan mungkin kegiatan yang tertulis bukan hal yang penting2 amat.. hanya laporan.. :). Please, enjoy it guys!

Hari 1: Minggu, 25 Juli 2010

17.30 = kumpul di masjid salman, berkenalan, menunggu adzan maghrib, sholat maghrib dijama’ isya, lalu ke pool kramat jati dago, dan brangkat!

- Tiket bis brangkat Rp 75.000/orang termasuk kupon makan di dalamnya.

20.00 = merasa lapar, lalu mendapat snack berupa roti isi selai kacang yang dibungkus plastik dan kotak sterofoam! betapa borosnya kemasan ini untuk sebongkah roti kacang… hh..

21.00 = mampir ke rumah makan dan antri makan malam sambil membawa2 kupon. Menu seadanya, dan beda2 tergantung kamu baris di urutan ke berapa.

Hari 2: Senin, 26 Juli 2010

07.00 = sampai di pelabuhan jepara. Hahay. Makan nasi soto-sop. Dan nongkrong.

- Nasi soto-sop Rp 4000,-/porsi
- Toilet Rp 1000,- sampai 3000,- tergantung keperluan.

08.20 = naik kapal ferry MURIA. Mencari tempat duduk dan mengunggu kapal berangkat.

- Tiket ferry udah termasuk dalam paket liburan ini. Harga paketnya Rp 375.000,-/org

09.00 = kapal berangkat. Putra bilang, dia liat ikan loncat waktu kapal berangkat ini.

11.00 = bosan dan ngantuk... akhirnya bergabung main uno bersama sre, rudy, ridwan, ryo, karmen, dan rido, lalu putra dan albert. hehehe... dan hampir selalu kalah. Kalah ini ada hukumannya pula, pertama2 hukumannya makan kacang beserta kulitnya (kena 2 kali).. trus karena alasan kesehatan diganti jadi truth or dare (kena 2 kali juga.. haha).

13.00 = selesai dengan uno, nongkrong di sisi kapal dan mengganggu tidur bundo dan luke dengan banyak pertanyaan. Mengharap bisa ngeliat ikan loncat atau paus atau lumba-lumba, tapi hanya ketemu SATU burung camar.

14.00 = pura2 tidur, gagal, berdiri memandangi pulau karjaw yang mulai kelihatan.

15.00 = Sampai di karimun jawa! What a day! Kami disambut oleh Mas Alex dan Via yang udah lama nunggu di sana. Via naik kapal karjaw dan perjalanannya hanya dua setengah jam. Ck ck.. maklum muria kelas ekonomi.
Malem ini nginep di rumah penduduk dulu… Kami yang bersemangat dan kebagian giliran mandi pertama, ya mandi. Yang nggak nongkrong di teras.

17.00 = makan sore di alun2… mencoba baso ikan dan foto2 di dermaga kecil sambil menikmati sunset di balik awan nun jauh di sana. Lalu balik ke rumah penduduk tempat kita numpang.

- Baso ikan Rp 6000.-/porsi
- Tela2 Rp 3.500,-/porsi

19.00 = kembali diantar naik mobil bak terbuka ke alun2… pesan ikan bakar yang lamanya seabad, dan mendapat pengalaman 'berharga' jalan2 di pantai yang kecil dan sepi.. idih… hahaha

- Ikan bakar + nasi Rp 12.000.-/ porsi
- Es Teh manis Rp 2.500,0/gelas

22.30 = sampai di rumah, bawa oleh2 bau asap di seluruh tubuh, mandi, dan akhirnya tidur dengan benar.

Hari 3: Selasa, 27 Juli 2010

04.30 = merasa sudah benar2 bangun, lalu beranjak cuci muka, sikat gigi, subuh, dan nongkrong.

05.30 = mencoba memanfaatkan waktu dengan jalan2 di pantai sisi lain dermaga bareng sre, raras, iid. Ketemu bapak2 dan ibu2 yang sedang naik ayunan bareng di pantai resort… sweet deh.

07.00 = balik ke rumah, papasan sama rombongan lain yang mau brangkat ke pantai.. (muti, rere, rudy, putri, luke) haha.. shift2an. Setelah sampai kita ganti baju dengan kostum snorkling.

07.30 = sarapan di warung bu ester sama muti, karmen, dan raras. Hm.. segelas besar susu hangat dan ketan goreng.

- susu Rp 4000,-/ gelas besar
- ketan goreng Rp 1.250/ buah
- kalau makan nasi+telur Rp 5.500.-
- kalau makan nasi+telur+sayur Rp 6.500,-

08.00 = balik ke rumah, papasan lagi sama rombongan yang mau makan (karmen, rido, ryo, ridwan, albert, dan putra).

08.30 = kami semua dijemput dengan mobil bak terbuka ke dermaga. Oh ya, belum juga naik kapal udah gerimis poyan. Hm.. cuaca yang aneh dimulai..

09.00 lebih sekian = akhirnya, naik perahu dan berangkaat!

Pulau 1:
Ngga nyangka pertama snorkling langsung ke penangkaran hiu dan penyu di pulau menjangan besar! Snorkling aja belum bisa udah ditambah hiu2 mengerikan. Tapi untung ada life vest, dan ternyata hiu2nya memang sudah kenyang... mereka sama sekali ngga peduli dengan daging2 segar berkeliaran. Sayang, ngga sampai berani pegang hiunya. Ryo bilang kulit hiunya agak kasar.

Pulau 2:
Ngga tahu nih pulau apa yang kita datangi... Viaaa, tell me please.
Tapi ini pertama kalinya kita menyelam di laut beneran... seru seru seru! Ngasih makan ikan supaya mendekat, menemukan putri malu air, nemo, dori, dan bulu babi. Hahay... menyenangkan. Pas lagi asyik2 snorkling, tiba2 turun hujan. Semuanya mendekat ke kapal dan sempet salah naik ke kapal orang. :D

Masih Pulau 2:
Kita ngga snorkling lagi tapi main air di pantai.. foto2, menemukan ikan putih transparan, cari kerang dan fosil bunga laut, lalu makan siang ikan bakar... kali ini kita ngga perlu nunggu lama ikan bakarnya. Soalnya kita sendiri sibuk main ngitem2in kulit.. :) Pasirnya putih banget.. dan ryo menawarkan diri untuk dikubur hidup2… haha

Pulau 3:
Sebenernya kita ngga terlalu deket pulau waktu snorkling yang satu ini. Serasa berada di tengah laut. Dan relief dasar lautnya sangat penuh dinamika naik turun. Kadang kita ngga liat apa2 di dasar, kadang karangnya udah di bawah perut atau di depan mata hampir ditabrak. Ck..ck.. paling aman ikutin mas2 guidenya yang udah jago. Tapi dia berenangnya cepet… sampai kram 3 kali ngikutinnya…

Pulau 4:
Ngga snorkling, soalnya banyak ikan pari katanya. Lagipula sudah cukup kram di betis dan telapak kaki untuk ditanggung. Hahaha… jadilah kita foto2 dan main di pantai. Tapi cuma sebentar, setelahnya dipanggil untuk balik ke karimun jawa…

18.00 = sampai di dermaga, lalu diantar ke Roemah Emak. Mandi deh giliran pertama. Malam ini makan malam di penginapan (ikan lagi), dan saking capeknya, langsung jatuh terlelap ngga bergerak sampai pagi.

---bersambung---

Laporan Perjalanan Karimun Jawa, Part 2

Sebelum tidur hari selasa kemarin, kami sedikit merasa bosan karena terus menerus snorkling. Tapi ketika bangun pagi di hari rabu ini, ada sedikit rasa sedih karena ini hari terakhir kita snorkling.

Ini lanjutan cerita perjalanan kita di dunia mimpi, guys. Semoga cukup mewakili… :))

--------------------------
------------------------------------------------------------------

Rabu, 28 Juli 2010

04.00 = hari dimulai. bangun dengan bonus pegal2 seluruh tubuh, plus kram betis yang belum pulih.

06.30 = setelah nongkrong ngga karuan sampai setengah enam, akhirnya diputuskan memulai pencarian susu Ultra bersama Muti. Rencana awalnya mau jogging juga untuk ngilangin sakit badan… tapi akhirnya hanya lari sekitar 300 meteran... Hahaha. O ya, Kami papasan dengan rombongan anak SD yang lari pagi juga.
Kami nongkrong di pohon keramat balai kota, terus kami mengikuti arah orang2 berpergian, dan ternyata mereka semua menuju pasar. Pasarnya kecil, dan kelihatannya belum selesai dibangun. Di dalamnya ada jajanan2 enak (ketan goreng, getuk, martabak mini, gorengan, pastel, dll), baju, keperluan sehari-hari seperti sabun, sayuran, buah, beras, bumbu2, dan tentu saja ikan.
- susu diamond coklat Rp 4.000,-
- antangin Rp 2.000,-
- shampoo Rp 500,-/pcs

07.30 = balik ke Roemah Emak, papasan dengan rombongan yang mau ke pasar juga (iid, luke, raras, putri, rudi, rere, putra)

08.15 = semua sudah kembali ke penginapan, dan kita rame-rame merayakan ulang tahun Putri ke-19! Asyiknyaa… sederhana tapi berkesan kan Puuut… kuenya bukan kue ulang tahun beneran, tapi roti bakar yang dibeli di alun2 malam sebelumnya. Walau begitu, ulang tahunnya ‘kan di Karimun Jawa! Happy birthday, Putri! :D

08.30 = sarapan nasi goreng seafood, telur dadar, dan tahu Karjaw yang enak, plus teh manis; ditraktir Putri! Hehe.. habis itu mainin mainannya putra dan bikin dia nyangsang di atap bangunan. Terus, kalau ngga salah anak2 cowok pengen liat kamar kita di atas... dan terjadilah produksi foto2 skandal Ryo dan Amel di balkon kamar... hahah



09.00 kira2 = berangkat ke dermaga untuk snorkling hari ke-2.

Hari ini cukup cerah dan kita pergi ke arah Barat. Mas Alexnya kali ini ikut, dan bawa kamera underwater yang sangat penting itu. Sayang hari kemarin dia lupa bawa, jadinya kita ngga punya foto underwater hari pertama.

Perjalanan ke pulau pertama cukup lama… kira2 jam setengah sebelas baru sampai di perhentian pertama. Tapi gelombangnya besar. Kita kayak naik kora-kora ke kanan dan ke kiri diguncang oleh ombak.

Pulau 1: Pulau Kecil
Pulau ini memang kecil... tapi indah banget sumpah. Dan snorkling di sini laamaaa banget. Hampir semuanya belajar menyelam, dipelopori Ridwan dan Luke. Ternyata, aku juga bisa snorkling tanpa life vest. Tapi waktu diajak nyelam sama mas2 guidenya, ternyata ngga kuat nyelam terlalu dalem… sakit! Hahah…

O ya di sini ada ubur2. Pertama kalinya lihat ubur2 pink di laut dengan mata kepala sendiri. Ubur2nya kecil, tapi tetep aja sengatnya ganas.

Setelah capek snorkling dan belajar nyelam, dan annoying group di kapal sebelah kayaknya udah ngga sabar nungguin kita puas renang, akhirnya kita berjalan menyusuri dek menuju pantai. Pantainya puuuutiiih banget. Dari atas dek Rere, Putri, Via dan aku sempet lihat ikan cucut pedang kecil2 dalam air yang jernih. Juga serombongan schoolfish di atas pasir putih! Kami makan siang ikan bakar lagi di sini, main di pantai, dan foto2.


Pulau 2: Pulau Tengah
Iid, Muti, aku, Sri, dan Ridwan, ketinggalan rombongan snorkling karena mampir sholat dulu di pulau. Pulaunya penuh pohon kelapa dan buahnya banyak banget. Hmm...

Kami nyusul snorkling sendiri, dan karenanya kali ini ngga ada pelampung biru tempat bergantung.

Two thumbs up buat Srie, Muti, dan Raras karena perjuangan mereka mengelilingi sisi pulau! Padahal Sri udah pegel banget dari awal, tapi dibantu Muti akhirnya sampe juga di tepi pantai… kalian sweet sekali. Raras juga. Snorkling dua kali… bahkan sekali tanpa pemandu dan sendirian… ck ck... O ya, begitu sampai pantai, di depan muka Amel ada bintang laut. Kupegang dan kupindah ke pasir karena kukira udah mati, ternyata bergerak, jadi dibalikin ke laut setelah difoto.

Di sini juga banyak ubur2. Raras, Amel, Ryo, Albert, dan entah siapa lagi kena sengat ubur2. Tapi, kena ubur2 sepertinya pengalaman berharga juga. Haha.

Kelapa mudanya habis! Diborong rombongan kapal sebelah sepertinya. Ck ck… jadilah kita makan gorengan dan minum teh di tepian dek yang teduh sambil ngasih makan ikan2 di bawah. Kata Rudy, tehnya asin. Hahaha…

Pulau 3: Pulau Gosong
Kita ke sini sore hari, soalnya menunggu air lautnya surut dulu. Kenapa harus menunggu airnya surut? Haha.. karena kalo airnya ngga surut ya pulaunya ngga ada. Pulau gosong yang kita pijak ini hanya sepetak pantai pasir putih di tengah laut dan luasnya kira2 hanya seluas lapangan basket lebih sedikit! Sama sekali ngga ada apa2 lah di pulau ini kecuali pasir. Tapi kita tetep aja main dan foto2. Seandainya bisa difoto dari atas langit… tapi sewa heli mahal. Haha

Ridwan sempet mendadak sirkus: dia salto buat jadi objek foto para pemegang kamera. Terus kita semua sempet berlatih bikin batu mantul di permukaan air. Rere ternyata jago loh…

Aku Muti dan Iid sempet mencoba bikin pulau gosong mini di sisi pantai. Akhirnya yang berhasil bikin pulau Bundo, dan Muti berhasil bikin lubang gede di pantai buat jebakan. O ya, di sini, hati2 aja kalo ada yang duduk di pantai lama2, karena kita ngga tau dia lagi pipis atau ngapain. Hahaha…

Ketika sudah semakin sore, dan sepertinya pulau gosong ini akan segera menghilang lagi ditelan pasang, kita balik ke Karimun Jawa. Aku sempat melihat ikan loncat, cepat sekali, akhirnya! Tapi ditunggu2 sampai kapan pun ikan itu ngga muncul lagi dan cuma itu pertama dan terakhir kalinya liat ikan muncul dari laut karimun jawa.

Kita menikmati gelombang cihuy selama beberapa jam, dan menikmati suasana sunset di kapal, serta menyanyikan lagu2 nasional hingga ending ke lagu Mentari. Indahnya Karimun Jawa...


18.00 = sampai di dermaga. Kita foto2 dan memandang senja, lalu kembali ke Roemah Emak. Seperti biasa kita antri giliran mandi, sholat, dan istirahat.

20.00 = makan malam tumis seafood dan sayuran, plus tahu Karjaw dan teh manis. Lalu dipelopori Rudy ngerjain Febryo. Hehehe.. bocil banget deh kita semua! Waktu itu Mas Alex lagi pergi mengurus kapal yang kecelakaan di tengah laut, jadi Ryo yang lagi ditoilet kita tinggalin sendirian sementara kita kabur ke dermaga dengan tertawa-tawa tertahan. Tapi rupanya kita terlalu berisik begitu sampai di dermaga, hahah… jadinya gampang aja si Ryo mendengar dan nyusul kita ke dermaga. Tapi sebenernya dalam hati deg2an kan Yo… hahaha..

Kita sebenernya berencana main kembang api di dermaga, tapi anginnya terlalu kencang sampai2 ngga bisa nyalain lilin. Kita cuma foto2 bulb pake 500D putra bikin berbagai tulisan, dan meniru iklan im3 buat Karmen dan Ridho.


21.00 mungkin = balik lagi ke Roemah Emak dan main kembang api! Di sini ada insiden dengan kembang api besar yang kedua dipasang. Tabungnya jatuh mendatar sehingga kembang apinya meluncur ke samping dan meledak kayak bom! Hahaha.. gila gila. Kita ngga tau tuh kena tetangga apa ngga. Kayaknya sih ngga. Tapi kalo ada tetangga yang ngedenger jeritan mengerikan kita, yang selalu diikuti ketawa gila setelahnya, pasti ikut ngeri dan bertanya2 kita ngapain. Hahaha… Untunglah mendatarnya pas banget ke sisi yang ngga ada orang dan benda2nya. Kita cuma jantungan dan shock aja… ngga sampe luka fisik.. haha. Ulang tahun Putri berkesan banget Puuut… :DD ------------------link video http://www.facebook.com/video/video.php?v=1536476861189&ref=mf


22.00 mungkin = kami nyobain foto bulb bikin tulian I <3 KARJAW pakai kembang api dan sukses! Lalu ngabisin sisa kembang api, dan tidur dengan bahagia walau jantung ngga beres! :D


Kamis, 29 Juli 2010

05.30 = bangun pagi, tapi sama sekali ngga beranjak dari airbed. Pengen tidur lagi sampai besok... tapi ditabung keinginan tidurnya buat di feri.

05.00 = akhirnya beranjak cuci muka, sikat gigi, subuh, dan mulai packing. Cowok2 pergi beli sarapan, kita cewek2 yang pasti lama packingnya hanya bisa nitip. Hehe…

07.00 = baru selesai packing! Hahaha… lama ya. Trus sama Muti nyari aqua botol dan perbekalan buat di kapal, papasan sama Ridho di jalan.

07.30 = kembali ke Roemah Emak, dan langsung disuruh naik pick up untuk berangkat ke dermaga. Cewek2 nge-take tempat duduk duluan.

08.00 = Muria yang super lambat ini akhirnya berangkat… kita sarapan di kapal, dan tidur beberapa jam di awal. Setelahnya kita nonton infotaintment dan sinetron karena TVnya pas di depan muka. Baru satu jam terakhir lapak uno dibuka, dan kita (aku, Putra, Rudy, Albert, Iid) main beberapa putaran. Kali ini aku menang lah beberapa kali… hahah..

14.00 = Sampai juga di jepara, lalu rapat keuangan beberapa lama, dan sholat.

15.00 = Berjalan kaki ke terminal, dan sempet salah jalan dulu dong… Haha. Sore itu panas dan silau, jadi ngga terlalu menikmati perjalanan. Tapi di kanan kiri jalan ada tambak budi daya air payau, dan turbin2 kecil, dan jajaran pohon yang miring. Setelah sekitar 5 kilo berjalan, kita sampai di terminal.

16.00 = makan sore (ikan lagi), menunggu bis Kramat Jati

16.30 = bis datang! Naik bis dan berangkat. Tak lama setelah bis berjalan, langsung tidur.

19.30 = terbangun tiba-tiba dan menatap sejalur lilin-lilin kecil yang keren sekali (sebenarnya lampu jalan), berkelok-kelok dan seperti ngga berujung. Lalu mengagumi keindahan Indonesia Power di malam hari, dan ngobrol seru bersama Luke. Mulai dari cerita backpack jogjanya Luke sampai cerita zaman perjuangan kemerdekaan. Mulai dari pilihan mata kuliah hingga Bumi Manusia. Mulai dari roti merek Singa Pure dan air minum Class sampai sejarah uang. Mulai dari wirausaha sampai politik. Mulai dari rokok Sukun sampai Lapindo. Mulai dari ngerumpiin dosen sampai cita-cita mengubah dunia. Huah… lengkap sudah rasanya perjalanan ini. Hahay.

21.30 = mampir rumah makan dan sholat. Lalu sempet hampir ditinggalin di sana sendirian! Untung ada tas berisi hape dan dompet di tangan. Kalau cuma bawa diri rasanya bakal panik setengah mati. Haha.. Pas udah naik bis lanjut lagi deh rumpi sampai tidur.


Jum’at, 30 juli 2010

04.00 = bangun dan merasa bosan karena tidur melulu, juga bosan karena bisnya ngga maju2. Entah nih sopirnya mampir untuk apa.

05.30 = akhirnya sampai juga di Bandung, tapi karena bisnya ngga mampir jalan dago seperti seharusnya, kita turun di balubur depan annex. Karmen Ridho udah turun di jalan Ambon, sementara Ryo ikut bis sampai pasteur. Kita semua mencar2 naik angkot masing-masing… Dan berakhirlah liburan kita yang ngga terlupakan di Karimun Jawa tercinta… Perjalanan semacam ini memang diperlukan, dan terasa atau tidak, ia selalu membawa perubahan yang berharga di dalam diri. Dan juga membawa teman baru! :) Thanks All… atas perjalanannya. Terima kasih banyak, Raras si Kepala Suku…