17.4.11

Hello, Bali! I'm coming...

I've just finished my first day in Bali, but i've learnt so many things here. For your information, this is my first time taking a flight too. So i want to share a tips for your first time flight experience:

1. make sure your baggage cabin large enough to accomodate your stuff, pay when you're pre-booking to get the cheaper cost.

2. do not bring more than one large bag (size allowed: 59 cm at the long side), and just one small bag to passenger cabin.

3. prepare your pre-booking code, your indentity card, and cash money to pay the airpost tax and insurance.

4. turn off your phone before get in to the airplane.

5. please enjoy waiting in the waiting room; you may read, listening to music, or hang out with friends.

6. if you're going alone, there's no need to booking a seat, but if you want to do that, choose seat at line 10/11 on seat A or F. This seat ia not a hot seat, near the emergency exit, right beside the window plus you're scene is not blocked with the wings.

7. do not ever ever ever recieve anything from stranger, cause you don't know what it is.

16.4.11

Rahasia Sukses

Rahasia sukses idola-idola saya adalah shalat malam dan sunah lainnya. Ahmadinejad, Hasan Al-Banna, Ayatullah Khomaini, Abdurrahmahn bin Auf, Umar bin Khattab, dan yang tercinta Rasulullah SAW.

Rahasia sukses orang-orang di sekitar saya adalah shalat malam dan sunah lainnya. Mamah, Ayah, Pakde, Bude, Tetangga, Guru-Guru, teman-teman kampus seperti Susan, Feris-Ferim, Zahra, Irma, Iid, dll..

Rahasia sukses saya, semoga, adalah shalat malam dan sunah lainnya. Yang bisa dengan konsisten dijalankan. Yang bisa dijalankan dengan ikhlas. Amiiin...

15.4.11

Tengah Malam

Sudah hari Jum'at lagi tak terasa. Hari ini saya harus foto SIM, harus berangkat pagi-pagi sekali supaya ngga harus antri terlalu panjang, dan harusnya tidur cukup biar fotonya bagus. :P

Tapi dasar saya saja memang. hehehe. Malam ini, ditemani oleh chic-choc, saya sedikit tersentil dengan kata Fokus. Ada yang pernah baca buku-buku Enid Blyton sewaktu SD/SMP, terutama serial Malory Towers? Seingat saya ada tokoh yang bernama Alison dan Darell. Mereka berdua sama-sama pintar, tapi Darell sangat menonjol di Ilmu Alam sementara Alison mendominasi hampir semua mata pelajaran sisanya. Darell pernah mengeluh pada neneknya dan berkata ia iri pada Alison. Tapi sang nenek berkata, justru merupakan hal yang baik ketika kita hanya menonjol di satu bidang, sebab kita akan fokus menekuninya dan menjadi sangat ahli dalam bidang tersebut. Sedangkan orang yang mencoba menguasai semuanya tak akan pernah punya cukup waktu. Pada akhirnya ia hanya bisa menguasai kulit-kulitnya saja dan tidak benar-benar ahli dalam bidang apapun.

Sayangnya, mungkin saya pernah menilai diri saya sebagai Alison. Padahal, siapa tahu saya sebenarnya Darell. Pikiran saya tentnag diri saya sendiri penting sekali sebab keberhasilan seseorang dimulai dari penilaiannya terhadap diri sendiri. Seperti kata mentor saya yang paling hip belakangan ini, karena bukunya paling hangat dalam koleksi bacaan saya, Zig Ziglar, kalau Anda tidak berpikir Anda seorang pemenang, Anda tidak akan bertindak sebagai seorang pemenang. Kembali lagi semua tergantung prasangka kita.

Kalau begitu, mari menang! :)

14.4.11

Kangen Mama

Belum dua hari si mamah berangkat ke Beijing, udah kangen. Soalnya Minggu pagi saya berangkat ke Bali, dan mamah baru balik Minggu malem...

Sembilan minggu ngga ketemu, kangen.

Ingin Membantu tapi Ngga Ketahuan

Bingung rasanya melihat orang yang saya sayang satu ini uring-uringan ngga karuan. Seperti melihat diri saya sendiri dulu, yang pernah mengalami masa kehilangan orientasi, sampai-sampai waktu itu sepertinya ngga jelas hidup mau apa, padahal waktu bergulir terlalu amat sangat cepat.

Masalahnya, karena saya kenal betul bocah ini, saya tau dia akan kesal mendengar bahkan pertanyaan saya yang hanya sebatas "Kenapa?" atau "Ada apa?". Saya sendiri belum tahu dia merasa butuh bantuan atau ngga, dia ingin dibantu atau ngga.

Jadi inget cerita si Boim, tentang adiknya Ahsan yang 'berencana' bangun pagi. Layaknya anak zaman sekarang, Ahsan ini susaaah banget yang namanya bangun pagi. Berbekal DUA buah jam beker besar yang paling nyaring bunyinya (yang ada loncengnya dan bunyinya 'kriiiing' parah begitu), mantaplah rencana bangun pagi ini untuk dijalankan. Besok paginya, jam 6, dua beker ampas ini berhasil membangunkan seisi rumah termasuk Boim, kecuali si Ahsan super! haha.

Tau 'kan anak kecil, kalau dibangunin pagi pasti ngambek? Yang Boim lakukan akhirnya cuma nepuk-nepuk Ahsan, digoyang-goyang (Ahsannya) terus kabur menjauh. Akhirnya si bocah Ahsan ini pun bangun dan merasa dia berhasil bangun sendiri. "Oh.. udah pagi yah.." katanya. Sukses juga Boim membantu tapi ngga ketahuan.

Seandainya untuk kasus skrg ini ada cara untuk membantu tapi ngga ketahuan, pasti saya jabanin dengan sungguh-sungguh. Sungguh!

Menyambut Keberangkatan ke Baleee! :D

Deg-degan nih, pertama kali merambah luar pulau sendiri, pertama kali jauh dari orang tua, pertama kali naik pesawat (iya loh), pertama kali punya SIM, pertama kali kerja di tempat orang, pertama kali ngekos beneran, pertama kalii... pake setelan kerja. hahaha

Duh, smoga tempat kerjanya asik, dapat teman2 baru, dan bisa belajar banyak selama KP.
DAN Liza, smoga kita tambah kurus yaaa. hahaha. Amiin.

6.4.11

Salesman Juga Pahlawan

Selain tanda "Ngamen Gratis." yang biasa kita lihat di tiap pagar atau pintu toko, ada juga orang penuh humor yang tega memasang tanda berbunyi: "Pengamen, Tukang Kredit, dan Salesman masuk atas resikonya sendiri."

Papan ini tentu terasa lucu bagi sebagian dari kita, tapi isinya mungkin sangat menyinggung bagi siapa saja yang berprofesi sebagai tenaga penjual, yang yakin bahwa pekerjaannya adalah pekerjaan yang halal lagi mulia.

Saya sendiri adalah seseorang yang yakin bahwa salesman, agen, dealer, pedagang, dan semacamnya, adalah pahlawan yang membangun perekonomian suatu negeri. Negara-negara yang maju saat ini, bukanlah negara dengan sumberdaya paling banyak (seperti layaknya Indonesia), atau dengan kemampuan teknologi paling canggih, melainkan negara-negara yang paling mampu menjual, memiliki tenaga penjual paling banyak, yang produktif dalam menjual apa saja. Sebut saja satu contoh yang sangat dekat dengan kita, Singapura. Tak perlu diragukan lagi bahwa negara dengan luas seperdua-ribu-enam-ratus-delapan-puluh Indonesia bisa menjadi pusat keuangan terdepan keempat di dunia berkat kemampuan jual-belinya yang handal.

Kesalahan para pedagang tidak jujurlah, yang menghalalkan segala cara demi meraup keuntungan, yang menipu, memanipulasi, dan memaksakan penjualan kepada pelanggan, yang menyebabkan citra para pedagang di mata masyarakat amatlah buruk. Ada segerombolan pedagang tidak bertanggungjawab yang hanya mementingkan diri sendiri, sehingga tega menghacurkan citra profesinya sendiri.

Zig Ziglar dalam bukunya Rahasia Keberhasilan dalam Menjual menyebutkan bahwa faktor utama kesuksesan seorang penjual adalah KEJUJURAN. Ketika hal tersebut hilang dalam satu transaksi saja, maka akan ada tiga pihak yang menderita kerugian. Pertama, pedagang itu sendiri, ia akan kehilagan citra diri di mata pelanggan sehingga bisnisnya akan mati. Kedua, pelanggan yang tidak puas atau tidak dilayani secara seharusnya sehingga merasa kehilangan uang untuk sesuatu yang tidak sebanding. Ketiga, profesi penjualan itu sendiri, yang berarti merugikan seluruh komunitas penjual.

Banyak orang merasa tidak bangga bekerja di bagian marketing suatu perusahaan karena buruknya image seorang sales. Padahal, marketing atau bagian penjualan adalah jantung sebuah usaha. Produk sebagus apapun tak akan menghasilkan apa-apa jika tidak bisa dijual.
Bahkan jika tingkat penjualan perusahaan terus menerus menurun, perusahaan ini bisa dipastikan menuju gerbang kematian. Pelanggan juga tidak akan bisa mengambil manfaat dari produk yang ada untuk memecahkan sebuah masalah jika tidak ada bagian penjualan yang menghubungkan dirinya kepada produk yang dibutuhkan. Kesulitan mendapat satu produk yang benar-benar penting dan mendesak juga sangat meresahkan, Bukan?

Justru, menjadi seorang penjual atau seseorang di bagian marketing adalah pekerjaan yang membanggakan. Sebab berarti ia menguntungkan orang banyak, menguntungkan pelanggan, menguntungkan perusahaan, menguntungkan dirinya dan keluarganya, serta menguntungkan negara karena menjalankan roda perekonomian. Bisa dikatakan, seorang salesman yang jujur, penuh semangat, produktif, dan tulus adalah pahlawan, bukan tertuduh yang patut dipandang sedemikian negatif. Mari lebih menghargai para salesman jujur yang datang menghampiri kita.

Kamu Layaknya Kuda Ras Mahal

"Kalau Anda punya kuda pacuan berharga setengah juta dolar, Anda tidak akan membiarkannya melek sampai tengah malam sambil menghisap rokok, minum kopi atau minum minuman keras, dan makan makanan sampah, bukan? Anda harus memberinya makanan dan minuman yang benar, serta mengontrol waktu istirahat dan latihannya untuk memberikan kepadanya kesempatan melakukan unjuk kerja seperti layaknya kuda ras, bukan?" -Zig Ziglar-

2.4.11

Bandung oh Bandung

I want to congratulate Kania Prita Anggrainy, Sri Suryani, Mutiara Haridah, Ronaldiaz Hartantyo, Apriani Kurnia Sayashayu, Nadhilla Ireddyna Adha, Marissa Purnamarini, and Resya Wulanningsih. So glad you guys can pass to the final presentation of Solo Waterfront Competition! Congratulations! and ganbatte for today! :))

Then, it's all about my feeling. I feel so envious seeing Solo running rapidly, which is firstly started with the presence of a super inspiring mayor who lead several constructive changes. Mr. Joko Widodo, who usually called as Mr. Joko Wi and known as a mayor who's not taken his salary, has done so many things for better Solo as long as his tenure. From the unconventional approach to run the PKL (or cadger) Regulation, changing 180 houses into city gardens, promote becak as one of Solo most wanted transportation mode, until today this Solo effort torestore the Bengawan Solo River as Solo's city landmark.

In the other hand, now Surabaya (presented by HIMATRA UK Petra) also managing a design competition to restore Sungai Kalimas as city Landmark. How about Bandung? Which issue, which part of Bandung can be tilled for the better Bandung?