30.5.11

Animal Lover

Ahaha, tulisan ini hanya iseng-iseng saja. Tapi menurut saya, kamu harus jadi semacam pecinta binatang dengan banyaknya binatang yang berkeliaran di Bali. hewan-hewan ini sangat menarik dan sangat beragam. Kamu bisa tiba-tiba jatuh cinta pada seekor anjing atau kucing atau kelinci malang berwarna biru dalam sekali lihat, bisa juga merasa kasihan, bisa juga merasa perlu menjauh.

Bicara soal binatang, ada banyak pengalaman menarik yang saya alami bersama mereka di Bali. Pada minggu pertama saya mulai kerja praktek, saya, Kak Teta (Staf Arsitek) dan Veronika (Internship) makan siang di warung jawa Mas Gundul. We ate outside, right beside the street. Lalu, tiba-tiba seorang pengendara motor berseru: "Ular! Ular!" Dan Kak Teta menjerit: "Aaah, ular! Ular!" sambil berlari meninggalkan saya dan Veronika yang merespon lebih lambat. Sewaktu Kak Teta berkata "Snake!" barulah respon Veronika secepat Kak Teta. Diapun berlari menjauh. Saya sampai saat itu ngga melihat ular, jadi masih santai saja. Tapi beberapa menit kemudian sayalah yang membuat heboh semua orang karena saya melihat ular itu merayap lambat. Ularnya sangat besar. Diameternya kira-kira 4-5 cm. Dan mas-mas di warung bilang itu Cobra. Haaa.

Minggu kedua ada kejadian yang lebih aneh lagi. Dan kami bertiga juga yang mengalaminya. Karena hampir setiap hari kami makan di warung Mas Gundul, hari itu pun kami berjalan dari kantor menuju ke sana. Saat akan melewati sebuah gang, kami melihat seekor biawak muda sepanjang 80 cm muncul dari gang dan kembali memasuki gang. Saat melewati gang itu dan menoleh, rupanya biawak itu berlari kencang tepat ke arah kami dnegan mulut terbuka! Untunglah di detik terakhir ia memutuskan takut pada kami dan berbelok ke arah lain. Larinya kencang sekali sampai saya belum sempat berpikir. Itulah pertama kalinya saya melihat biawak liar. Dan hari itu saya baru tahu juga kalau biawak makan ayam (karnivor). Pantas giginya hebat begitu.

Sepanjang minggu kedua dan ketiga, saya selalu dibangunkan oleh dengung lebah setiap pagi. Lebah besar, ngga tanggung-tanggung. Pasalnya lebah ini terjebak di kamar saya karena mengikuti arah datangnya cahaya. Antara khawatir tersengat, tapi juga kasihan karena lebah itu akan mati setelah menyengat, saya berusaha mematikan semua lampu yang ada dan membuka pintu di pagi buta. Alhamdulillah berkat kontribusi si lebah kecil ini saya semakin rajin bangun pagi dan bisa menyesuaikan jam biologis dengan Waktu Indonesia Bagian Tengah.

Tak perlu di tanya soal anjing-anjing di Bali yang banyaknya sejumlah pasir di pantai. Di lingkungan kosan saya ada 2. Yang satu selalu ribut ketika saya berangkat, yang satunya ribut ketika saya pulang. Hehe. Di sepanjang gang saya, ada delapan. Dan masih ada semiliar lagi saat keluar dari gang. Saya ngga takut anjing untungnya, jadi saya masih bisa hidup dengan tenang. Tapi waktu mampir di Indomaret Ubud, ada kejadian saya bertemu seekor anjing ganteng super besar (tingginya sepinggang) yang terlalu bersemangat sampai-sampai begitu saya parkir, dia menggonggong menghampiri dan menjilat jempol saya. Padahal sudah dibilangin 'No, Stop, Don't, Please No' tetap saja ia menjilat saya. Jadilah Raras, Isung, Rere, dan Dila ketawa habis-habisan. Hah.

Masih banyak binatang-binatang menarik yang saya temui. Seperti kelinci biru penghuni baru kosan yang membuat anjing-anjing di kosan pada heboh. Atau seekor lipan yang terpaksa saya buat pingsan dengan detergent dan saya buang ke tempat sampah. Atau seekor cicak yang dengan malangnya terperangkap di ember hingga saya bantu keluarkan. Atau seekor kucing kecil yang takut pada manusia dan memelototi saya dengan rasa penasaran. Atau sepasang merpati yang menemani saya membaca buku di tepi pantai Shindu hari Sabtu sore. Atau puluhan kepiting putih yang berlarian saat saya lari pagi di sepanjang pantai Hyatt. Atau burung-burung kecil yang menemani saya menatap matahari terbit. Atau ikan-ikan dori yang mengelilingi saya saat snorkling di Amed. Atau ikan-ikan kecil yang berloncatan di permukaan air saat laut surut. Atau burung bangau putih besar yang saya kagumi di Nusa Dua. Semuanya menarik. Saya jadi bercita-cita, suatu hari nanti saya ingin memiliki peliharaan. Dan pilihan saya jatuh pada seekor kuda. Hehehe. Amiiiiiin. Amin aja deh dulu.

18.5.11

Terbit

Alhamdulillah... beruntung sekali hari ini, bisa menyaksikan matahari terbit sempurna dan terbitnya purnama.. :)) Sayang purnamanya ngga bisa difoto (lagi-lagi.. huff). Tapi tak apa... silakan menikmati matahari terbit yang satu ini:




















17.5.11

Fenomena Supermoon

Akhirnya di Bali kebagian juga melihat fenomena supermoon. Sayang gadget tak mampu untuk mengabadikannya... diukir dalam otak saja deh, biar ingat Jadi terbayang bulan purnama di pangandaran. Hampir sama bagusnya, walau tetap menang yang ini. Subhanallah...

2.5.11

Sharing Caring

Senangnya ketika hidup saling tolong menolong. :)

Memang manusia ngga bisa hidup sendiri. Seperti dalam lagu Lean On Me: "Please. Swallow your pride, if I have things you need to borrow. For no one can fill those of your needs that you wont let show." Can't say it better!

Terima kasih Ayah-Ibu, Om, Eyang, Ade-Kakak, Pakde-Bude, Temen2, Guru2, Dosen2, Tetangga... sampai hari ini saya sangat banyak tertolong. Jangan ragu untuk meminta pada saya selama saya mampu. Dengan senang hati. :)