23.6.14

Coffee Cup #33: Kangen

Hari ini berasa diingetin kalau blog ini udah terlalu sepi.

Edisi kangen. (bukan band)

Kangen rumah, kangen ibu ayah adik kakak bude pakde uwa om tante bibi sepupu-sepupu.
Kangen kampus, temen kantor, kosan dhila sherli liza sur septi muti.
Kangen Tia
Kangen bandros, cakue, odading, bala-bala, cireng, cilok, batagor, cuanki, pempek, roti gempol, awug, surabi, ubi madu, gehu kuning, mangga, cincau, cendol, nanas goreng muararajeun, es kelapa, susu murni, bubur restorja, bubur ijo, kwetiaw, sabana, lumpia basah ganesha, ayam bungsu, bebek boromeus, kupat tahu, lontong kari uni simpang, seblak, es potong, tempe mendoan, gulali, rujak potong, rondhe, jus alpukat kelapa.
Kangen lari di saraga.
Kangen angkot pink dan motor.
Kangen diri sendiri yang semangat menghafal, semangat belajar, semangat berkarya, dan lebih peduli. Kangen semangat yang belum disisipin niat macem-macem dan beragam penyakit hati.

Melankolis.

Alhamdulillah, mari-mari sambil dinikmati sajian kehidupannya. Nanti malah gantian kangen Brisbane. Dan bismillah, semoga ................................. amin. (harap isi titik-titik dengan doa yang dianjurkan Rosul)

13.6.14

Coffee Cup #32: Straightforward

Are you trying to read me? I'm not a book. Try to test me? You don't have that right. Try to speculate? It'll be far from the truth. #berlaku juga sebaliknya. So I will take it as it is. Please do so.

10.6.14


Means that keep thinking of the past is pointless. Good deeds erase wrong deeds. Keep moving forward is the best. Because time isn't frozen.

9.6.14

Ya Allah Swt rahmati untuk (dapat) meninggalkan maksiat kepada-Mu selamanya selagi engkau masih memberi kesempatan kepadaku. Kasihani diriku dari hal yang tak sanggup aku pikul. Karunialiah aku itikad baik dan ketertarikan kepada hal yang Engkau sukai. Teguhkan hatiku untuk menghafal kitab-Mu sebagaimana Engkau ajarkan kepadaku. Karuniailah aku untuk (dapat) membacanya sesuai yang Engkau sukai. Ya Allah dengan kitab-Mu terangilah penglihatanku, lapangkanlah dadaku,bahagiakan diriku, bebaskan (belenggu) lidahku, terapkanlah kepada badanku, kokohkanlah diriku atasnya dan bantulah diriku untuk hal tersebut, sesungguhnya tiada penolong untuk hal tersebut kecuali Engkau, tiada tuhan selain Engkau.